Organ Intim Pria Menciut Oleh Faktor Usia

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 12 Oktober 2017 | 08:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah Anda menyadari dengan bertambahnya usia akan berdampak pada mengecilnya organ intim Anda?

Ya, pria yang mengalami pertambahan usia dipastikan organ intimnya akan mengecil

Apalagi bila proses  penuaan disertai gaya hidup yang buruk, akan membuat ukuran organ intim pria menciut dengan cepat.

Seperti ditulis laman media Inggris terkenal, “daily star,” hari ini, Kamis, 12 Oktober,  organ intim pria yang tak lagi memiliki ukuran ideal, tentu, berakibat pada performanya di atas ranjang.

Sebab, hal itu berkaitan dengan seberapa lama ketahanannya untuk ereksi dan ejakulasi.

“Semakin tua usia pria, ukuran organ intimnya juga semakin mengecil. Hal ini diakibatkan rendahnya deposit pada plak-plak lemak di dalam pembuluh darah arteri di organ intim pria sehingga menurunkan kadar aliran darah,” ujar terapis seks, Samantha Evans.

“Proses ini dinamakan aterosklerosis yang berkaitan dengan jantung. Kondisi ini membangun kolagen yang tidak elastis di dalam jaringan, dan akhirnya menimbulkan ereksi yang semakin mengecil,” lanjutnya.

Namun, penuaan usia bukan penyebab satu-satunya. Merokok juga dapat memicu penurunan testosteron di tubuh dan berdampak pada ukuran organ intim pria, yang semakin hari, makin menciut.

“Merokok dapat merusak pembuluh darah dengan bertambahnya plak lemak di peredaran arteri mr. P. Kondisi itu membuat sirkulasi aliran darah alami gangguan yang memicu mr. P alami penurunan ukuran,” lanjut Samantha.

Terjadinya pengecilan organ intim ini dipastikan akan mengurangi  kepuasan  orgasme.

Ukuran organ intim pria bisa  mempengaruhi kepuasan ketika mencapai orgasme.

Selain karena penuaaan, orgam intim pria juga bisa menciut ketika kedinginan

Saat udara dingin karena hujan yang turun terus menerus, tak dimungkiri kalau penis akan mulai mengerut. Ini adalah sebuah kondisi yang normal dialami semua pria.

Mengutip Men’s Health, seorang urologis mengatakan bahwa penis bisa mengkerut sampai 50 persen panjangnya.

Sedangkan untuk kelilingnya bisa mengkerut sampai dua pulouh hingga tiga puluh persen. Semua ini bisa terjadi jika pria terekspos dalam udara di bawah lima belas derajat celcius.

“Ketika pria merasa kedinginan, pembuluh darah mereka akan mengecil dan mengerut. Hal ini akan membatasi aliran darah ke penis,” kata Darius Paduch, Direktur Kesehatan Seksual dan Pengobatan di Weill Cornell Medicine.

“Ini menyebabkan ukurannya mengecil.”

Tubuh manusia diprogram untuk menyimpan panas dan energi. Ketika udara sekitar dingin, sumber panas dalam tubuh akan mengalirkan hangat ke bagian tengah tubuh Anda, tempat organ vital Anda berada.

Hanya saja, akibatnya tubuh jadi tak bisa mengurangi aliran darah ke bagian lain seperti jari tangan, jari kaki dan lainnya.

Paduch mengatakan bahwa untuk menjaga kehangatan, penis akan mengerut dan memendek untuk mendekat ke tubuh. Bagi beberapa pria, kondisi ini bisa menjadi pengalaman yang tak nyaman.

Hal ini disebabkan karena saat aliran darah turun, penis bisa menjadi seperti karet. Selain itu, akan terjadi juga sebuah gesekan yang menyakitkan.

“Untuk mengatasi hal ini, celana boxer sporty akan membantu mengurangi gesekan,” kata Paduch.

Jika hal ini tidak berhasil, mungkin dokter akan memberi resep obat untuk disfungsi ereksi, misalnya cialis. Tujuannya untuk membuat otot jadi lebih santai dan melancarkan aliran darah ke penis.

Hanya saja jangan khawatir, karena proses mengerut ini hanya akan berlangsung sementara. Ketika suhu sudah menjadi hangat, tubuh akan kembali hangat dan aliran darah akan kembali normal. Organ intim pria pun akan kembali ke ukuran semula.

Apakah kecil besarnya mr P ada hubungan dengan kenikmatan?

“Sebetulnya kalau ukuran itu mestinya tidak ada hubungan dengan kenikmatan. Kadang persepsi yang membuat semakin besar semakin memuaskan itu sebenanrya hanya persepsi,” kata Jovita Ferliana, praktisi Psikologi.

Dia menagatakan, secara psikologis, ukuran bukanlah masalah. Hal yang menjadi lebih penting untuk mencapai orgasme ialah intimasi atau kedekatan antarpasangan.

“Jadi kalau sudah dekat dan nge-blend dan sudah menyatu, sama-sama ingin membahagiakan, yang membuat hubungan itu semakin nikmat,” ujar dia.

Hal yang sama pun disampaikan Heru Harsojo Oentoeng, Spesialis Andrologi. Menurutnya, perkara hubungan hanyalah soal persepsi.

Dia menjelaskan, justru itu ekspolrasi teknik gaya bercinta yang bisa menjadi penentu kepuasan dalam mencapai orgasme.

“Kita harus mencari variasi dalam gaya bercinta. Karena hubungan itu dinamis di situ kita belajar menikmati yang harus dilihat hubungan seksual itu harus dinikmati keduanya jangan imbalance dan keduanya harus menginginkan dan menikamati, baru bisa mendapatkan kepuasan,” tuturnya.

Komentar