Orang Malas Itu Cenderung Ber”IQ” Tinggi

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 9 November 2017 | 08:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda jangan pernah mengabaikan kebiasaan seseorang bermalas-malasan. Atau pasnya malas beraktivitas.

Lantas?

Ternyata mereka yang “malas” itu memiliki kecerdasan yang tinggi.

Hmmm…  memiliki IQ tinggi?

Ya. Sebab , biasanya, orang cerdas cenderung menghabiskan waktu untuk lebih banyak berpikir dan ini dimiliki orang “malas.”

Mereka sering berdiam diri ketimbang menghabiskan waktu beraktivitas dan bergerak.

Sebuah  penelitian dari Florida Gulf Coast University yang dipublikasikan dalam Journal of Health Psychology, menemukan bahwa orang yang cenderung malas beraktivitas memiliki tingkat intelegensia atau Intelligence Quotient  yang tinggi.

Dalam penelitian ini, peneliti melibatkan sampel sebanyakenam puluh siswa yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pemikir dan kelompok bukan pemikir.

Para responden dalam penelitian ini mengenakan accelerometer yaitu alat monitor aktivitas yang dipakaikan pada pergelangan tangan mereka untuk mengukur seberapa aktif mereka beraktivitas selama tujuh hari.

Hasilnya, dari Senin sampai Jumat diketahui kelompok tipe pemikir jauh lebih tidak aktif dalam beraktivitas, dibandingkan tipe yang bukan pemikir.

Sementara pada akhir pekan, penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat keaktifan fisik antara kedua kelompok tersebut.

Menurut para peneliti, hal tersebut disebabkan oleh kesadaran untuk beraktivitas yang lebih rendah pada orang-orang ber-IQ tinggi.

Kelompok yang bukan pemikir lebih cepat merasa bosan dengan hanya duduk diam melamun, sehingga membuat mereka tertarik untuk melakukan aktifitas fisik seperti olahraga.

Oleh karena itu, orang yang aktif secara fisik memiliki kecenderungan untuk menyingkirkan pikiran mereka dan memilih untuk menyempatkan waktu berolahraga.

Sementara orang yang pemikir lebih senang untuk menantang pikiran mereka dengan cara menyelesaikan beragam masalah. Lalu mereka akan mengevaluasi terkait ide yang digunakan, dan akhirnya membuat sebuah solusi.

Riset memperlihatkan bahwa orang yang sangat cerdas dan berpikir rasional memiliki rentang perhatian yang panjang dalam memecahkan permasalahan.

Hal tersebutlah yang membuat mereka kadang jadi males gerak.

Peneliti mengungkapkan, bahwa pada akhirnya yang menjadi faktor penting untuk membantu orang lebih aktif dan produktif adalah kesadaran.

Kesadaran mereka soal rasa malas ataupun kesadaran mereka soal biaya.

Oleh karena itu, banyak orang bijak yang memilih untuk lebih aktif dan produktif sepanjang hari.

Pada penelitian sebelumnya diketahui jika orang yang introvert atau tertutup lebih suka sendirian berpikir tentang suatu hal.

Mereka yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi akan mencari waktu dan kesunyian untuk dimanfaatkan.

Karena interaksi sosial sering mengurangi kemampuan mereka dalam mengeksplorasi pikiran, inilah yang menjadi alasan mereka tidak suka bersosialisasi ataupun mencari kegiatan yang akan menyita pikiran.

Para peneliti juga mengatakan jika menjadi pemikir dan pemalas merupakan dampak negatif dari gaya hidup.

Mereka menyarankan bagi orang yang kurang aktif, walaupun cerdas dan pintar sekalipun, harus tetap aktif dan produktif guna pentingnya menjaga kesehatan tubuh.

Sebaliknya, orang-orang yang aktif, mereka bekerja secara fisik, dan membutuhkan kegiatan eksternal untuk merangsang pikiran mereka.

Para peneliti dari Gulf Coast University memberikan tes klasik kepada suatu kelompok mahasiswa.

Kuesioner yang akan memperlihatkan kemampuan kognisi ini meminta para peserta untuk menilai seberapa kuat mereka percaya dengan pernyataan seperti “Saya sangat menikmati sebuah tugas yang membutuhkan pemecahan atas suatu masalah” dan “Saya berpikir semampu saya.”

Kemudian, para peneliti yang dipimpin oleh Todd McElroy memilih 30 orang pemikir dan 30 orang yang malas pemikir dari semua kandidat yang ada.

Selama tujuh hari berikutnya, kedua grup ini diharuskan mengenakan sebuah alat di pergelangan tangan untuk mendeteksi pergerakan dan tingkat aktivitas mereka. Alat ini secara konstan menyediakan data bagaimana mereka aktif secara fisik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok pemikir jauh lebih aktif selama seminggu, daripada kelompok non pemikir.

Temuan ini dipublikasikan ke dalam Journal of Health Psychology, yang digambarkan sebagai hasil yang sangat signifikan dan kuat dalam hal statistik.

Namun, pada akhir pekan, tidak ada perbedaan di antara kedua kelompok ini, yang sampai sekarang belum bisa dijelaskan secara ilmiah.

Para peneliti menyarankan bahwa temuan ini dapat memperkuat bahwa orang yang tidak suka berpikir adalah orang juga mudah bosan, dan memerlukan waktu untuk aktivitas fisik.

Todd juga menekankan bahwa menjadi seorang pemikir, sekaligus orang yang malas dapat menjadi gaya hidup negatif.

Ia menyarankan bahwa orang yang kurang aktif, walaupun ia juga sangat pandai harus meningkatkan aktivitas untuk tujuan kesehatan sendiri.

Pada intinya, seperti dikutip dari British Psychological Society, yang menjadi faktor penting dan dapat membantu seorang individu meningkatkan aktivitas mereka adalah kesadaran.

Komentar