Nikmatilah Sensasi Seks di Pagi Hari

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 20 September 2017 | 09:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Seks dianggap sebagai puncak keintiman hubungan.

Riset kini mampu menghubungkan seks dengan bentuk pinggang yang langsing, jantung yang lebih kuat dan rendahnya resiko terkena kanker prostat dan kanker payudara.

Selain itu, seks juga mampu menurunkan tingkat depresi dan membuat perasaan lebih nyaman.

Selama ini, seks dipandang sebagai kegiatan yang dilakukan pada malam hari. Namun, kenyataannya, bagi warga perkotaan hal ini jadi kurang memungkinkan.

Anda masih meragukan manfaat berhubungan seksual?

Ya, sebaiknya nggak  diragukan lagi.

Seks tak hanya bermanfaat bagi kesehatan mental, melainkan juga fisik.

Dan kabar baiknya, berhubungan seks menyimpan satu kelebihan lain, terutama jika dilakukan di pagi hari!

Berhubungan seksual di pagi hari kabarnya bisa meningkatkan intelektualitas Anda. Hal ini telah dibuktikan secara ilmiah.

Para peneliti dari Universitas Oxford dan Coventry menemukan, berhubungan seks di pagi hari meningkatkan daya ingat, kemampuan berbahasa, serta kesadaran spasial, melansir laman Daily Star

Tak hanya itu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology juga mencatat, para pria yang berhubungan seksual dua kali sehari akan memiliki risiko empat puluh lima persen lebih rendah mengembangkan penyakit jantung.

Berhubungan seks juga mencegah kanker prostat pada pria.

Kaum adam yang setidaknya mengalami ejakulasi lima kali seminggu memiliki risiko terkena kanker prostat tiga puluh tiga persen lebih kecil. Info tersebut didapat dari National Cancer Institute yang melakukan survei terharap tiga puluh ribu ribu pria paruh baya

Dilansir dari Elite Daily, menurut ilmuwan Amerika sekaligus penulis buku “Because It Feels Good”, dokter Debby Herbenick orang yang melakukan seks di pagi hari adalah orang yang lebih bahagia dan lebih sehat.

Banyak penelitian menyebutkan seks dapat menghilangkan stres. Begitu pula dengan seks di pagi hari.

Namun lebih dari itu, dilansir dari Elite Daily, menurut peneliti dari Universitas Cincinnati menemukan seks di pagi hari dapat menyembuhkan stres dan efeknya bisa terasa hingga tujuh hari.

Jika selama ini olah raga jadi menu sarapan setelah beranjak dari kasur, mungkin seks bisa dimasukkan dalam daftar ‘menu’ sarapan.

Pasalnya, dikutip dari Daily mail, aktivitas seks dapat membakar kalori setara dengan tiga puluh menit jogging.

Di sini kalori dapat terbakar rata-rata dua ratus empat puluh kalori untuk pria. Sedangkan bagi wanita, kalori dapat terbakar sebanyak  kalori.

Seksolog Megan Stubbs berkata tingkat hormon testosteron pria berada pada level tertinggi di pagi hari.

Dilansir dari Cosmopolitan, seorang terapis seks Arlene Goldman mengatakan ketika pria berada pada level testosteron yang tinggi, ia punya energi lebih saat melakukan seks.

Hal ini membuat pria dapat ‘tahan’ lebih lama.

Kerap melakukan seks mungkin baik tapi menurut riset dari asisten profesor psikologi dari Univeritas York, Kanada, Amy Muise, seks seminggu sekali dapat memaksimalkan kebahagiaan dengan optimal.

Dilansir dari Real Simple, menurutnya seks memang berhubungan dengan kepuasan dalam hubungan. Namun seks lebih dari sekali seminggu membuat manfaat seks secara keseluruhan mengalami penurunan.

Bukan berarti melakukan seks lebih sering dalam seminggu adalah hal buruk, tapi ia menambahkan, hal ini nampaknya tidak membuat pasangan lebih bahagia.

Seks di pagi hari punya manfaat kesehatan antara lain meningkatkan sistem imun tubuh dan menjaga stabilitas mood sehari penuh. berikut hal-hal yang perlu diketahui soal morning se

Lantas bagaimana kalau intensitas  hubungan seksual, dikurangi?

Secara kesehatan, bahayakah jika menghentikan hubungan seksual bagi pasangan suami istri?

Mengutip laman Prevention,  ada beberapa hal positif dan negatif yang akan terjadi saat seseorang berhenti melakukan hubungan seksual.

Salah satu manfaat bercinta adalah dapat membantu seseorang merasa lebih rileks.

Peneliti asal Skotlandia menemukan orang-orang yang tidak berhubungan seks merasa kesulitan saat berbicara di depan umum, dibandingkan dengan mereka yang melakukan hubungan intim setidaknya sekali dalam dua minggu.

Selama bercinta, otak melepaskan hormon endorfin dan oksitosin yang mampu memberikan perasaan senang.

Pria yang berhenti melakukan hubungan seksual berisiko mengalami masalah prostat.

Sebuah studi yang dipresentasikan pada American Urological Association menemukan pria yang rutin bercinta mendapatkan penurunan risiko kanker prostat sebanyak dua puluh persen.

Alasannya, sering ejakulasi dapat menghilangkan zat yang berpotensi berbahaya terhadap prostat.

Komentar