“Ngopi” Dua Kali Sehari? Ya, Aman!

Penulis: Darmansyah

Senin, 1 Juni 2015 | 14:51 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda “pecandu” kopi? Mengasupnya lebih dari lima kali sehari?

Nah, kebiasaan itu, menurut “European Food Safety Authority,” sudah masuk tahap bahaya dan Anda di warning untuk membatasi asupannya agar tidak berefek negatif bagi kesehatan.

Warning itu, seperti dirilis oleh badan keamanan makanan Europa itu, diberikan, mengingat banyak di antara mereka tidak terlalu memperhatikan asupan kafein ke dalam tubuhnya.

Jika mengonsumsi kafein berlebih tak dihentikan, siap-siap saja dengan masalah kesehatan di kemudian hari.

Konsumsi kopi lebih dari lima espreso sehari dipastikan dapat merusak kesehatan terutama jantung, insomnia, maupun serangan panic. Kesemuanya dikaitkan dengan konsumsi kafein yang berlebihan.

Sayangnya, seperti disebutkan EFSA, banyak orang mengonsumsi kafein lebih dari tingkat aman, karena mereka tidak menyadari sumber berbeda dari kafein.

Kafein kerap menjadi penyangga, bagi banyak orang untuk melewati hari-harinya. Mereka yang akan berolah raga juga tak sedikit yang mengonsumsi kafein, guna membantu membakar kalori lebih banyak saat latihan berlangsung.

Kopi menjadi salah satu sumber kafein yang cukup banyak dikonsumsi. Namun, selain kopi ada sejumlah sumber kafein lainnya seperti teh, minuman berenergi, minuman bersoda, dan cokelat juga mengandung kafein.

Ini artinya, kalau Anda menyantap satu batang cokelat hitam menjelang makan siang, lalu menyeruput espreso usai makan siang, minum teh sore hari, dan konsumsi minuman berenergi di malam hari, maka asupan kafein ke dalam tubuh sudah cukup banyak sepanjang hari itu.

Sebagai perbandingan, satu cangkir kopi saring mengandung sembilan puluh miligram kafein

Menurut EFSA, dan sejalan dengan saran di banyak negara, asupan kafein empat ratus milligram atau setara dengan dua cangkir kopi sehari bagi orang dewasa. Tetapi, banyak orang mengonsumsi kafein terlalu banyak.

Di Denmark misalnya, sekitar sepertiga orang mengonsumsi lebih dari empat ratus milligram. Sementara di Belanda dan Jerman mengonsumsi kafein lebih dari batasan yang direkomendasikan.

Ini tentu membuat masalah kesehatan seperti peningkatan denyut jantung, tekanan darah lebih tinggi, jantung berdebar, tremor, gugup, dan insomnia, jadi meningkat.

Anjuran lainnya adalah, dengan selalu mengonsumsi air sebagai pilihan minuman yang utama sekaligus mencegah dehidrasi yang mungkin terjadi, mengingat kafein bersifat diuretik alami.
Kemudian, konsumsi kafein mesti dihentikan setidaknya 6 jam sebelum tidur guna mencegah gangguan tidur.

Yang tak kalah penting adalah selalu ‘mendengarkan’ tubuh Anda. Bila Anda bergantung pada kafein sebagai pendongkrak energi karena lelah, sebaiknya carilah akar permasalahan dari penyebab lelah tersebut.

Bisa jadi karena kurang tidur, olah raga berlebihan, atau kurang asupan makanan. Saat penyebabnya diketahui, Anda pun tidak akan bergantung dengan kafein.

Di samping itu kopi juga sering membuat masalah dengan lambung. Untuk itu pula berhati-hatilah jika Anda memiliki penyakit maag. Kafein dalam kopi diketahui bisa memicu asam lambung.

Konsumsi kopi sebenarnya tidak selalu berdampak buruk pada asam lambung. Secara ilmiah, orang bilang bahwa kopi sifatnya asam.

Kopi jenis arabika, sebenarnya cukup aman untuk lambung karena kadar kafein dalam kopi ini lebih rendah. Kandungan kafein yang tinggi pada kopi memang dapat bersifat racun.

Batas normal konsumsi kopi adalah dua cangkir sehari. Kadar kafein dalam dua cangkir kopi setara dengan tiga shot espresso. Batasan tersebut dinilai aman, malah menyehatkan.

Banyak orang membuat kopi dari biji yang pecah dan kecil. Untuk mendapatkan jumlah kopi yang sama, otomatis dibutuhkan biji kopi yang lebih banyak. Alhasil, meski sama-sama satu cangkir, tapi kadar kafeinnya bisa lebih banyak.

Komentar