Nggak Selamanya Kopi Bisa Mengusir Mood

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 15 September 2017 | 08:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Tidak selamanya minum kopi itu bisa mendatangkan mood.

Bila Anda minum kopi perlu juga  memperhatikan kondisi tubuh.

Misalnya jangan minum kopi kala perut kosong.

Minum kopi dengan perut kosong akan membhayakan lambung.

Meskipun kerap dianggap buruk bagi kesehatan, asam lambung sebenarnya sangat baik dalam melancarkan proses pencernaan. Sayangnya, asam lambung memang memiliki sifat korosif jika jumlahnya sangat banyak dan menggenangi lambung tanpa ada makanan yang diolah.

Dilansir doktersehat, minum kopi saat kondisi perut masih kosong telah terbukti mampu merangsang produksi asam lambung tersebut dan akhirnya memicu perut mulas dan gangguan pencernaan lainnya.

Minum kopi bisa membuat perasaan gelisah, stress, dan tidak stabilnya suasana hati.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan kafein dalam menekan hormon serotonin, hormon yang bisa membuat kita tenang dan bahagia, dalam kadar yang rendah sepanjang hari.

Dengan minum kopi, kita bisa menambah efek buruk tersebut yakni dengan membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat.

Hal ini akan membuat kita mudah cemas, stress, terkena dehidrasi, hingga terkena sakit kepala.

Berbagai efek ini bisa dikurangi jika kita mengkonsumsi makanan yang memang bisa menenangkan sistem pencernaan serta sistem saraf.

Minum kopi di pagi hari saat perut masih kosong akan memicu gangguan produksi hormon kortisol, hormon yang berperan penting pada sistem sirkadian tubuh, sistem yang membuat kita terbangun dari tidur atau mengantuk.

Minum kopi di pagi hari akan mengganggu produksi kortisol yang seharusnya berada dalam kondisi sangat tinggi.

Lama-kelamaan, kita justru akan ketergantungan dengan kafein hanya demi menghilangkan rasa kantuk tersebut.

Pakar kesehatan menyebutkan, dibalik banyak manfaat sehat dari minum kopi, kita harus mengingat bahwa kopi memiliki kandungan kafein yang memiliki fungsi seperti obat stimulan yang mampu merangsang sistem saraf pusat yang ada dalam otak.

Sebagai informasi, sistem saraf pusat ini memiliki peran besar dalam memberikan perintah bagi berbagai sistem dan fungsi tubuh.

Hal ini berarti, konsumsi kafein bisa saja memberikan gejala pada berbagai fungsi tubuh kita.

Salah satu gejala yang bisa dialami andai kita mengkonsumsi kopi dengan berlebihan adalah tangan yang gemetaran.

Hal ini disebabkan oleh overdosis kafein pada tubuh. Namun, bagi sebagian orang yang cenderung sensitif pada kafein, meminum kopi sedikit saja sudah bisa menimbulkan gejala tangan gemetaran ini.

Kondisi tangan gemetaran ini disebabkan oleh kafein pada kopi yang merangsang sistem saraf pusat untuk memberikan sinyal pada tubuh agar bekerja dengan lebih keras.

Sayangnya, hal ini justru direspons oleh otot tubuh dengan cara berkontraksi atau melakukan gerakan yang tidak terkendali.

Meskipun hal ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan, namun, ada baiknya kita segera menghentikan asupan kopi untuk sementara hingga gejala ini menghilang. Jika gejala ini tetap muncul hingga berjam-jam lamanya, ada baiknya kita segera berkonsultasi ke dokter.

Untuk mencegah gejala tangan gemetaran ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi asupan kopi maksimal hanya empat ratus miligram atau sekitar empat cangkir saja setiap hari.

Dilansir doktersehat, kita juga sebaiknya membatasi asupan minuman yang memiliki kandungan kafein lainnya seperti teh, cokelat, dan minuman bersoda.

Selain itu uopayakan juga untuk tidak minum kopi instan.

Banyak penelitian mengungkapkan, bahwa konsumsi kopi pada dosis yang tepat tidak membahayakan kesehatan.

Kopi justru dapat mencegah penyakit jantung, meredakan stres dan membuat tubuh lebih bugar.

Namun, ini tidak berlaku untuk konsumsi kopi instan. Sebab, bahaya dalam kopi instan justru dapat merusak tubuh Anda.

Kopi instan yang banyak beredar di pasaran pada umumnya tidak sepenuhnya mengandung biji kopi asli.

Kopi jenis ini hanya menggunakan perasa kopi dan pemanis buatan, sehingga dapat dijual dengan harga yang sangat murah.

Kopi yang segar, sehat dan berasal dari biji yang berkualitas tidak mungkin dibanderol dengan harga murah.

Beberapa pakar kesehatan mengungkapkan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi instan memiliki dampak yang berbahaya karena kandungan yang ada di dalamnya.

Dilansir lama klikdokter, berikut ini adalah bahaya yang mengancam kesehatan apabila Anda rutin mengonsumsi kopi instan.

Konsumsi kopi instan dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Sebab, kandungan krimer nabati dalam segelas kopi tidak dapat dicerna dengan sempurna oleh tubuh, sehingga membahayakan kesehatan dalam jangka panjang. Jika dikonsumsi setiap hari bisa mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah.

Meski masih menjadi polemik di kalangan peneliti bahwa kopi instan dapat menyebabkan penyakit kanker, ada satu kandungan yang jika dikonsumsi terlalu sering akan menimbulkan kanker, yakni gula dan minyak nabati.

Jika kedua kandungan tersebut digabungkan menjadi satu dan dicampur dengan bahan kimia tertentu, maka dapat memicu timbulnya kanker.

Penyakit ini tak dapat dihindari bila Anda memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi instan. Memang kopi instan memiliki kafein yang Anda butuhkan, namun kopi yang terkandung di dalamnya hanyalah perasa kopi, bukan biji kopi asli.

Kopi instan mengandung gula atau pemanis buatan yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes. Jika terpaksa mengonsumsi kopi instan, sebaiknya diimbangi dengan konsumsi air putih lebih banyak.

Efek samping dari minum kopi instan setiap hari salah satunya adalah meningkatnya kadar kolesterol jahat.

Hal ini disebabkan oleh krimer yang terkandung di dalam kopi instan. Kandungan krimer membuat kolesterol tubuh susah dicerna, sehingga membuat kandungan kolesterol menumpuk dan semakin tinggi.

Kandungan kafein dalam kopi instan adalah kafein buatan. Jika dikonsumsi berlebihan, hormon dopamin pada tubuh akan meningkat, yang pada akhirnya mengganggu kesehatan jantung. Beberapa gangguan kesehatan lain juga bisa muncul karena kandungan kafein di dalam tubuh yang terlalu tinggi.

Komentar