Nggak Ada Rahasia Spesifik untuk Bercinta

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Desember 2016 | 12:04 WIB

Dibaca: 0 kali

Bercinta itu tidak rumit. Nggak ada rahasia yang spesifik menyertainya. Selain stamina dan letupan gairah ada juga semangat yang ikut didalamnya.

Ya, berdasarkan sebuah studi terbaru  kehidupan seksual suami istri itu  fantastis dan  tidak rumit.

“Sangat sederhana tetapi memang membutuhkan ketulusan untuk melakukanny,” tulis studi  Chapman University di Amerika Serikat

Para peneliti mensurvei tiga puluhan ribu pasangan yang telah menikah minimal selama tiga tahun.

Ternyata  ucapan sayang seperti “Aku Cinta Padamu” merupakan kunci dalam meningkatkan semangat bercinta.

Studi yang melibatkan responden berusia empat puluhan tahun untuk wanita dan empat puluh enam tahun untuk pria ini pun menunjukkan,  pasangan yang berkomunikasi dengan mesra saat  bercinta lebih puas dalam berhubungan intim.

Sebanyak tujuh puluh lima persen responden pria dan tujuh puluh empat persen responden wanita mengatakan bahwa pujian serta ucapan cinta dari pasangan bisa memompa gairah seks hingga memberikan efek baik dalam momen seksual keduanya.

Selain itu, komunikasi lewat telepon atau email di siang hari mengenai hubungan seksual juga berpotensi membuat hubungan seksual lebih menyenangkan.

Banyak orang mengira respons seksual pria itu sederhana dan kebutuhan seksual mereka mudah dipenuhi padahal dugaan ini tak sepenuhnya benar.

Dengan kata lain, tak jauh berbeda dengan wanita, untuk urusan ranjang pria juga memiliki tantangan dan kesulitannya sendiri.

Dan inilah  rahasia seks pria yang belum pernah diketahui sebelumnya

Sebut saja masalah sperma. Tak semua sperma ‘berlomba’ untuk mencapai satu sel telur sekaligus.

Meski sebagian sperma akhirnya bisa masuk ke dalam saluran vagina tapi beberapa diantaranya juga ada yang terperangkap sementara di dalam sperma yang mengental atau menggumpal

Kemudian sperma-sperma ini akhirnya berhasil ‘dicairkan’ oleh enzim-enzim tertentu sehingga mereka bisa berenang untuk mencapai sistem reproduksi wanita.

Namun menurut para pakar, proses penggumpalan ini ternyata bertujuan untuk mempercepat pelepasan sperma ke dalam uterus atau rahim, termasuk meningkatkan peluang salah satu sperma ini untuk mencapai sel telur dan membuahinya.

Ada faktor oksitosin yang mempengaruhi pria.

Selama ini oksitosin hanya diyakini dapat mempengaruhi para wanita ketika bercinta. Tapi ternyata hormon kasih sayang ini juga dilepaskan pria saat intim dengan pasangannya.

Bahkan sebuah studi dari Swiss menemukan bahwa oksitosin dikatakan menambah tingkat kepercayaan pria terhadap pasangannya.

Meski kadar testosterone tinggi seringkali dikaitkan dengan tingginya gairah seksual, nyatanya banyak pakar yang justru menemukan hal sebaliknya. Pria dengan kadar testosterone tinggi dilaporkan jarang menikah, sering bersikap abusif terhadap pasangan dan lebih sering bercerai.

Sebuah studi pada tahun empat puluh satu tahun silam menemukan sebuah pola unik kematian saat bercinta yang terjadi pada pria: ‘si korban biasanya sudah menikah tapi tidak sedang bercinta dengan pasangannya dan melakukannya di lingkungan yang asing.

Bahkan dikatakan kematian itu terjadi setelah minum-minuman keras dalam jumlah banyak.

Temuan ini diperkuat oleh studi lain yang dilakukan pada tahun 1989. Studi ini membuktikan bahwa seks di luar nikah itu mematikan. 14 dari 20 kasus kematian ketika berhubungan seksual terjadi dalam perselingkuhan.

Studi dari Yunani membuktikan bahwa tinggi rendahnya frekuensi orgasme pada pria dewasa berpengaruh terhadap risiko kanker payudaranya.

Lagipula pria penderita kanker payudara rata-rata mengalami orgasme lebih sedikit daripada pria yang tak mengidap penyakit itu.

Jika jari manis seorang pria lebih panjang dari jari telunjuknya maka itu berarti kadar testosterone yang dimilikinya terbilang sehat. Hal ini diungkap sebuah studi dari University of Liverpool, Inggris.

Begitu juga sebaliknya, jika jari manisnya sama besar atau lebih kecil dari jari telunjuk, itu berarti kadar testosterone yang didapatnya lebih rendah. Itulah sebabnya panjang jari manis juga dapat digunakan untuk memperkirakan panjang organ reproduksi pria.

Kata Dr. Helen Fisher, prialah yang tak bisa mengendalikan dirinya setelah sekilas melihat seseorang yang berwajah menarik dan langsung jatuh cinta karenanya.

Studi yang dilakukan MayoClinic pada  lima tahun silam mengungkapkan semakin dekat seorang pria pada keluarganya maka kadar testosteronenya akan semakin menurun.

Bahkan para pria dikatakan akan mengalami penurunan kadar testosterone secara signifikan ketika anak pertamanya lahir, apalagi ketika si pria sudah memegangnya.

Sebuah studilainnya empat belas tahun lalu menyebutkan bahwa seorang pria akan merasakan kenikmatan orgasme seperti halnya selesai buang air besar.

Denyut nadinya akan meningkat saat ia mencapai klimaks, diikuti oleh relaksasi lalu mereka akan mengalami kelelahan ekstrem.

Para pria menunjukkan keinginannya yang sangat besar untuk mempraktikkan seks yang ‘tak biasa’, bahkan lebih besar daripada wanita karena rasionya mencapai dua puluh banding satu

Biasanya aktivitas seks yang dimaksud tidak diterima oleh lingkungan sosial atau dianggap sebagai perilaku ilegal seperti eksibisionisme.

Komentar