Mitos Tubuh yang Tak Boleh Anda Percaya

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 22 November 2017 | 11:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Banyak mitos atau informasi tentang tubuh manusia yang dipercaya selama ini.

Para ilmuwan telah mematahkannya dengan fakta.

Lantas apa saja mitos keliru itu?

Tentu untuk menjelaskannya perlu tahu tentang umur Anfa.

Berapa usia Anda sekarang?

Sepuluh, dua puluh atau tiga puluh. Atau lebih?

Selama Anda hidup, seberapa baik Anda mengenal tubuh Anda sendiri?

Belakangan ini, banyak fakta palsu tentang kesehatan dan tubuh manusia yang dengan mudah tersebar lewat internet.

Seperti ditulis oleh laman  Science Alert,hari ini, Selasa, 22 November, sejumlah penelitian ilmiah membantu kita untuk memeriksa lagi apakah pemberitaan yang sudah dibaca sesuai fakta atau tidak.

Pertama tentang sidik jari Anda yang unik

Selama lebih dari satu abad, sidik jari memainkan peran penting untuk penyelidikan forensik. Semuanya diawali oleh ilmuwan Skotlandia, dokter Henry Faulds, yang  menulis artikel bahwa semua orang memiliki satu set sidik jari yang sangat unik dan berbeda.

Namun, ilmuwan belum dapat membuktikan dengan pasti bahwa setiap alur, putaran, dan lengkungan memang unik dan hanya dimiliki oleh satu orang.

“Mustahil untuk membuktikan bahwa tidak ada dua (sidik jari) yang sama,” ujar Mike Silverman, seorang regulator ilmu forensik di Inggris.

Dia menuturkan ada konsekuensi serius jika semua orang percaya bahwa hanya ada satu pola sidik jari di dunia.

Pada dua belas tahun lalu, Simon Cole, kriminolog dari University of Calivornia di Irvine, menerbitkan jurnal tentang dua puluh dua kasus kesalahan sidik jari dalam sejarah sistem hukum Amerika.

Dalam tulisannya, Cole menyebut perlu ada usaha untuk mengatasi kesalahpahaman, agar tidak merugikan orang yang tidak bersalah.

Kedua melipat lidah berhubungan dengan genetic

Tahun tujuh puluh tahun silam,  ahli genetika Alfred Sturtevant menerbitkan makalah yang mengklaim bahwa genetika menentukan kemampuan Anda melipat lidah.

Anak-anak dari orangtua yang bisa melipat lidah juga akan bisa melakukannya.

12 tahun kemudian, ahli genetika Philip Matlock membantah dengan penelitiannya. Saat dia membandingkan tiga puluh tiga set kembar identik, dia menemukan tujuh pasang anak dapat melipat lidah, sementara yang lain tidak.

Gen pada anak kembar akan identik sama. Oleh sebab itu, gen bukanlah faktor penentu untuk melipat lidah.

Meski sudah dipatahkan, tetap ada orang yang mempercayai bahwa gen adalah faktor utama. Ahli biologi evolusi, John McDonald berkata pada PBS, dia menerima banyak surel dari anak-anak yang khawatir mereka bukan anak kandung orangtuanya.

Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kita diajari mengenai lima indera, yakni penglihatan, pendengaran, perasa, sentuhan, dan penciuman bau. Fakta ini pertama kali dipopulerkan oleh filsuf Yunani, Aristoteles

Namun, sains membuktikan bahwa manusia memiliki lebih dari lima indera. Ilmuwan sendiri belum yakin berapa jumlahnya, kisarannya antara dua puluh dua hingga tiga puluh tiga indera dan meliputi indera keseimbangan, rasa suhu, rasa sakit, dan indera gerakan.

Sebagai contoh, tubuh kita dapat mempertahankan tingkat hidrasi yang sesuai. Jika orang tidak dapat melakukannya (kondisi langka yang disebut adipsia), dia bisa menjadi sangat dehidrasi dan mati.

Mitos lainnya tentang kuku dan rambut terus tumbuh setelah kematian

Mitos itu salah. Sebab, untuk melakukannya tubuh perlu memproduksi sel baru. Hal ini tidak mungkin terjadi pada orang mati.

Kesalahan ini muncul saat Erich Remarque menuliskannya dalam novel All Quiet on the West Front pada 1929.

Padahal, kesalahpahamannya disebabkan oleh ilusi optik. Tubuh orang yang sudah meninggal akan ‘menyusut’ karena tidak ada kandungan air. Hal inilah yang membuat rambut dan kuku terlihat tumbuh.

Mungkin Anda pernah berjalan sambil tidur. Mark Pressman, psikolog dan spesialis tidur Rumah Sakit Lankenau, Pennsylvania, mengatakan ada kepercayaan bahwa membangunkan orang yang berjalan sambil tidur itu sangat berbahaya.

Efeknya bisa serangan jantung atau kegilaan permanen.

Namun, Pressman membantah tegas pernyataan itu. Membangunkan orang yang tidur sambil berjalan tidak ada bahayanya, tetapi sulit dilakukan.

Tindakan terbaik adalah membimbingnya kembali ke tempat tidur.

Permen karet yang kenyal memang mengandung karet sintesis yang tidak mudah dicerna. Akan tetapi, bukan berarti permen karet yang tidak sengaja tertelan tidak bisa menyelesaikan ‘perjalanannya’ melewati saluran pencernaan.

Rodger Liddle, seorang ahli gastroenterologi di Duke University School of Medicine berkata bahwa sepotong permen karet tidak akan menimbulkan masalah.

Tidak ada orang yang terlahir dengan sendi ganda, yang ada hanyalah orang yang lahir dengan persendian ekstra lentur (disebut hypermobility atau joint laxity).

Hypermobility disebabkan oleh tulang yang berbentuk abnormal atau memiliki ligamen longgar,” ujar ahli paleontologi vertebrata, Michael Habib. Hal ini bisa berguna untuk penari dan stuntman.

Komentar