Mitos Menyesatkan Tentang Seks Usia Tua

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 24 Januari 2018 | 10:23 WIB

Dibaca: 1 kali

Banyak orang menganggap jika kehidupan seks di usia senja membosankan dan tidak senikmat di masa muda.

Padahal, mitos seks ini tidak selalu benar. Kebanyakan wanita paruh baya justru mengakui jika mereka merasakan seks yang lebih baik di usia tua karena sudah mengetahui apa yang benar-benar mereka dan pasangannya butuhkan ketika berhubungan seksual.

Memang sih, faktor menopause dan premenopause akan membuat gairah seksual mengalami penurunan.

Tapi, bukan berarti pasangan paruh baya tidak bisa memiliki seks yang berkualitas, kan?

Bagi Anda yang akan memasuki usia paruh baya, yaitu usia tua, cari tahu beragam mitos dan fakta seputar kehidupan seksual paruh baya di bawah ini.

Bisa mencapai orgasme adalah sebuah dambaan bagi setiap pasangan, terlebih bagi wanita.

Namun, kebanyakan orang menganggap jika orgasme hanya bisa dicapai pada usia muda, yaitu saat hasrat seksualnya sedang membara.

Padahal, tidak demikian kenyataannya. Dalam survei yang dilakukan oleh Natural Cycles, diketahui wanita justru kebanyakan mengalami orgasme terbaiknya di atas usia tiga puluh enam tahun.

Terapis seks Ian Kerner, Ph.D., tidak terkejut dengan temuan ini.

Pasalnya, seseorang wanita yang memasuki usia empat puluhan, umumnya sudah tahu apa yang memang mereka butuhkan dan inginkan soal seks.

Selain itu, wanita yang sudah menjalani kehidupan rumah tangga atau perkawinan yang lama umumnya akan merasa lebih percaya diri dalam berhubungan seksual.

Ini terjadi karena seiring bertambahnya usia, mereka akan mendapatkan dukungan sosial dan psikologis terhadap hasrat seksualitas mereka sendiri.

Jadi, jangan percaya mitos seks bahwa orgasme itu hanya untuk mereka yang masih muda dan penuh gairah.

Testoteron dan estrogen adalah dua hormon yang berperan dalam gairah seksual.

Namun, seiring bertambahnya usia, kedua hormon tersebut memang akan mengalami penurunan sehingga berdampak pula pada penurunan gairah seksual Anda.

Penurunan gairah seksual yang dipengaruhi oleh usia memang tidak bisa dihindari. Tapi, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi.

Cobalah untuk berkonsultasi ke dokter atau pakar kesehatan seksual untuk mengatasi gairah seksual Anda yang rendah.

Selain karena perubahan hormon, penurunan gairah seksual ini juga bisa disebabkan banyak faktor, seperti depresi, mengonsumsi obat tertentu, sampai penyakit diabetes.

Beberapa wanita mengaku mengalami atrofi vagina ketika melakukan seks setelah menopause. Atrofi vagina adalah penipisan dan peradangan yang terjadi di dinding vagina.

Kondisi ini akan membuat penetrasi terasa menyakitkan sehingga membuat kebanyakan pria dan wanita mengurungkan niatnya untuk berhubungan seksual.

Kenyataannya, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Menopause Society, sebanyak enam puluh tujuh persen wanita setelah menopause memang mengalami atrofi vagina.

Namun, wanita yang tidak berhubungan seks secara teratur paling rentan mengalami atrofi vagina.

Anda bisa mengatasi kondisi ini dengan menggunakan pelumas atau pelembap supaya membuat seks terasa nikmat kembali. Selain itu, rutin berhubungan intim juga bisa membantu menghindari risiko tersebut.

Anda pasti pernah dengar mitos seks yang satu ini. Seks di usia senja merupakan sebuah aktivitas membosankan atau kewajiban belaka ketika usia semakin bertambah.

Padahal, seks di usia tua tetap sama menariknya dan penuh petualangan seperti ketika muda.

Ini bisa karena di usia tersebut, Anda biasanya punya lebih banyak waktu luang dan masih punya cukup energi untuk bermain cinta.

Dibandingkan dengan zaman muda dulu, di mana Anda terlalu letih bercinta karena harus mengurus anak sepanjang hari dan sibuk bekerja.

Jika kehidupan seks Anda membosankan, sebaiknya cobalah memulai hal-hal baru bersama pasangan.

Beberapa pasangan nyatanya belum pernah benar-benar mengembangkan seni foreplay atau pemanasan, di mana sangat penting untuk mencapai klimaks atau orgasme saat berhubungan seksual.

Selain itu, jangan ragu untuk mengajak pasangan mencoba posisi baru, bercinta di tempat yang berbeda (jangan cuma di kamar), memakai alat bantu seks, atau pun meminta rangsangan langsung di area sensitif Anda.

Komentar