Mitos dalam Menikahi Janda atau Duda

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 8 September 2017 | 09:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Status janda atau duda cenderung disertai konotasi negatif di mata masyarakat Timur.

Apalagi yang memicu status tersebut adalah perceraian.

Anggapan ketidaksetiaan atau ketidakbecusan dalam mengayomi rumah tangga sering membuat mereka dianggap tidak sebaik orang yang belum pernah menikah sebelumnya.

Anggapan miring tentang status janda dan duda inilah yang kemudian membuat berbagai mitos bermunculan.

Mitos-mitos ini cenderung negatif, dan jika dipercayai, akan membuat orang baru ragu untuk menjalin hubungan dengan janda atau duda.

Dan tidak semua orang menikah dengan pasangan yang juga belum menikah sebelumnya.

Cukup banyak orang yang menemukan jodoh berupa janda atau duda.

Meskipun tidak melawan hukum ataupun aturan agama, dalam realitanya menikah dengan seseorang dengan status janda atau duda kerap kali memiliki konotasi yang negatif.

Bahkan, terdapat beberapa mitos yang menyertai pernikahan dengan janda atau duda

Meskipun seseorang berstatus janda atau duda, bukan berarti mereka gagal dalam membina mahligai rumah tangga sebelumnya.

Ada banyak hal yang menjadi penyebab seseorang menyandang janda atau duda yang belum tentu diketahui oleh orang lain.

Bisa jadi, keputusan untuk bercerai di pernikahan sebelumnya adalah penyelesaian masalah yang bijak.

Tahukah anda jika memutuskan untuk bercerai sama berat dan seriusnya dengan memutuskan untuk menikahi seseorang?

Kita tidak tahu apa penyebab dari perceraian seseorang sebelumnya sehingga tidak bisa menghakiminya sebagai seseorang yang mudah menyerah dalam membina rumah tangga dan mudah untuk bercerai lagi.

Bisa jadi, seseorang yang menikah lagi sudah belajar banyak dari hubungannya terdahulu dan berusaha sebaik mungkin menjaga pernikahan ini.

Cukup banyak orang yang memilih untuk bercerai karena memang sudah tidak bisa lagi menemui titik temu dan kedamaian dalam rumah tangganya.

Alih-alih semakin memperdalam masalah, keputusan untuk bercerai bisa menjadi jalan terbaik untuk keduanya.

Menikah dengan orang yang memiliki anak sebelumnya kerap mendapat konotasi negatif. Padahal, hal ini sebenarnya tidak perlu menjadi masalah asalkan kita memang sudah siap mengasuh anak dari pasangan ini dengan ikhlas dan senang hat

Hal ini tentu menunjukkan bahwa orang yang bercerai belum tentu memiliki pribadi yang egois.

Menikah dengan orang yang memiliki anak sebelumnya kerap mendapat konotasi negatif.

Padahal, hal ini sebenarnya tidak perlu menjadi masalah asalkan kita memang sudah siap mengasuh anak dari pasangan ini dengan ikhlas dan senang hati.

Dalam realitanya, banyak ayah atau ibu tiri yang justru sangat dekat dengan anak-anak tirinya.

Tahukah anda jika memutuskan untuk bercerai sama berat dan seriusnya dengan memutuskan untuk menikahi seseorang?

Kita tidak tahu apa penyebab dari perceraian seseorang sebelumnya sehingga tidak bisa menghakiminya sebagai seseorang yang mudah menyerah dalam membina rumah tangga dan mudah untuk bercerai lagi.

Bisa jadi, seseorang yang menikah lagi sudah belajar banyak dari hubungannya terdahulu dan berusaha sebaik mungkin menjaga pernikahan ini.

 

Komentar