Misteri dan Fase Tahapan Seorang Tertidur

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Agustus 2018 | 14:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Fase dan tahapan tidur nyatanya tidak sesederhana yang diduga selama ini.

Mulai dari menutup mata saat fase Non-REM, hingga tertidur nyenyak saat fase REM, terjadi secara teratur dan bertahap.

Selain itu, berbagai hormon dihasilkan dan terjadi perubahan tekanan darah untuk menjaga tubuh tetap rileks.

Siapa sangka, aktivitas tidur yang biasa kita lakukan setiap malam, ternyata terjadi begitu kompleks dan melalui berbagai tahapan agar menjaga metabolisme tubuh tetap bisa bekerja secara optimal.

Fase dan tahapan tidur nyatanya harus berjalan sesuai urutan agar tubuh siap dalam menerima berbagai perubahan yang terjadi pada metabolisme tubuh.

Siapa sangka, mulai dari rasa mengantuk tiba, kemudian mata yang menutup hingga hilangnya kesadaran terjadi dalam berbagai tahapan dan fase yang biasa disebut dengan Rapid Eye Movementdan Non Rapid Eye Movement

Kedua fase tersebut dapat mempersiapkan kondisi tubuh saat menerima perubahan tekanan darah, perubahan denyut nadi dan jantung, serta membuat fungsi otot menjadi lebih rileks.

Mau tahu lebih lanjut fase dan tahapan tidur yang selalu terjadi saat tidur di malam hari?

Seperti yang sudah disebutkan, setidaknya ada dua fase dan tahapan tidur yang biasa terjadi, yaitu tahap Non-REM yang kemudian berlanjut hingga tahap REM di mana tubuh sudah tertidur nyenyak.

Secara garis besar, membutuhkan waktu lima hingga lima belas menit setiap memasuki antara tahapan dan fase tidur ini, mulai dari tahapan Non-REM hingga tertidur nyenyak pada tahapan REM.

Berdasarkan National Sleep Foundation, aktivitas tidur dimulai dari tahap Non-REM yang terbagi menjadi empat fase.

Fase pertama terjadi ketika tubuh mulai merasa ngantuk namun tetap dalam kondisi sadar dan terjaga.

Kemudian, fase kedua berlanjut dengan kondisi tubuh yang mulai tertidur ringan dengan denyut jantung dan suhu tubuh yang menurun, serta napas yang teratur.

Nah, fase ketiga dan keempat merupakan kondisi Anda telah tertidur nyenyak. Anda mulai kehilangan kesadaran dengan situasi dan kondisi sekitar sehingga sulit untuk terbangun.

Pada fase ini, sel-sel dalam otak mulai bekerja secara aktif dalam mengingat kejadian yang terjadi di siang hari.

Selain itu, napas Anda akan semakin lambat dan pendek karena tekanan darah yang menurun.

Walau tekanan darah menurun, asupan darah yang menuju otot justru meningkat.

Makanya, bagi Anda yang sedang dalam program membentuk tubuh sangat disarankan untuk menjaga kualitas tidur setiap malam. Ditambah, tubuh juga menghasilkan berbagai hormon untuk pertumbuhan otot dan tinggi badan.

Biasanya, tahapan REM terjadi sekitar sembilan puluh menit setelah Anda mulai kehilangan kesadaran.

Saat tubuh Anda memasuki tahapan REM, mata akan bergerak cepat ke berbagai arah di balik kelopak mata yang tertutup, dan sel-sel dalam otak bekerja semakin aktif.

Bahkan, kondisi otak saat ini sama aktifnya ketika Anda sedang sadar dan beraktivitas di siang hari.

Maka dari itu, otak akan bekerja untuk memilih serta menyusun kembali memori yang diterima selama seharian.

Kejadian-kejadian yang dianggap penting kemudian akan disimpan di dalam otak, dan sisanya akan dilupakan.

Selain itu, Anda akan mengalami mimpi ketika sudah tertidur di dalam tahapan REM.

Ketika Anda sedang bermimpi, salah satu bagian di dalam batang otak yang bernama hipotalamus akan bekerja untuk membuat fungsi otot menjadi rileks. Hal ini untuk mencegah Anda bergerak ketika sedang bermimpi, seperti aktivitas sleepwalking di tengah tidur.

Pada tahapan ini juga denyut jantung dan tekanan darah kembali normal yang berakibat pada perubahan organ seksual, seperti munculnya ereksi pada pria di pagi hari dan klitoris yang membesar pada perempuan.

Selain itu, napas Anda akan berangsur normal sehingga menghisap oksigen lebih banyak di pagi hari.

Komentar