Milikilah Rumah Yang Nyaman

Penulis:: Darmansyah

Senin, 23 Desember 2013 | 15:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Belum punya rumah? Atau “nambah” rumah baru! Kalau Anda berada pada posisi salah satu atau keduanya, situs “houzz.com” ingin berbagi pengalaman dan menitipkan pesan bagaimana menyiapkan desain rumah yang nyaman.

Rumah yang nyaman, menurut “houzz.com,” dalam artikel terbarunya, adalah kepuasan yang tak terbatas ketika Anda berada di dalamnya, menikmatinya, dan tentu saja betah berada di sana.

Untuk mendapatkan rumah yang nyaman, sesuai petunjuk “houzz.com,” selain kuat konstruksinya tentu sulit didapatkan jika tidak memiliki pemahaman dasar tentang pengetahuan arsitektur dalam pengerjaannya.

Masalah itulah yang kerap muncul dan dihadapi banyak orang jika akan membangun rumahnya sendiri, sehingga pada akhirnya pengerjaan rumahnya akan diberikan kepada jasa pemborong.

Memang, dengan memberikannya kepada pemborong yang berpengalaman masalah ini akan terselesaikan.

Tapi, bagi orang yang memiliki dana pas-pasan, masalah akan kembali muncul ketika berfikir berapa biaya yang akan dikeluarkan. Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena dalam menggunakan jasa pemborong biaya yang dikeluarkan akan menjadi lebih besar jika dibandingkan dengan pengerjaan yang dilakukan sendiri. Karena didalam biaya tersebut dimasukkan unsur keuntungan bagi sang pemborong.

Bagi Anda yang akan atau ingin membangun rumah sendiri, coba Anda renungkan tips dan saran saya ini, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan dasar dalam membangun rumah.

Membangun rumah sendiri bukan berarti Anda turun tangan sendiri dalam pengerjaannya di lapangan, tetapi Anda lebih berperan sebagai perencana, pemborong sekaligus sebagai pengawas sementara pengerjaan lapanganya tetap dikerjakan oleh tukang. Sehingga, dapat dihemat biaya perencanaan, pemborongan dan pengawasan, dimana biaya untuk ketiga elemen ini akan semakin besar jika yang dikerjakan juga semakin besar.

Makanya “houzz.com,” memberikan tip dasar sebagai gambaran umum, bagaimana membuat rumah menjadi lebih nyaman dan enak untuk ditempati .

Pertama, tutur situs properti terkenal itu, phami dulu bahwa rumah yang selesa adalah memiliki atap lebih tinggi Jika rumah Anda tidak menggunakan pengatur udara buatan atau dikenal dengan “air conditioning” peninggian dan kemiringan atap adalah solusi yang tepat untuk mengurangi panas di dalam rumah.

Sebab, harus disadari menggunakan penagturan udara buatan merupakan pemborosan biaya pemakaian listrik, karena daya yang diperlukan akan lebih besar.

Setelah memiliki pemahaman tentang ketinggian dan kemiringan atap, pikirkan tentang teras. Penambahan teras dan konsul di atas jendela atau pintu akan menahan sinar matahari masuk kedalam rumah secara langsung, sehingga suhu udara di dalam rumah tetap bias terjaga.

Selanjutnya atur jendela dan ventilasi yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan pelit membuat jendela dan ventilasi sepanjang sesuai dengan struktur bangunan. Sesuai dengan standar rumah secara global, ideal luasan jendela dengan luasan lantai adalah 20 persen, dan ventilasi yang tidak kurang dari lima persen.

Anda tentukan sendiri berapa lebar dan tinggi jendela.

Nah ini dia yang sering diabaikan. Banyak di antara pemilik rumah tidak peduli dengan warna atau pengecatan. Padahal permainan warna dapat memberikan efek atau perasaan tertentu kepada setiap orang yang memandangnya.

Gunakan warna sesuai dengan kebutuhan ruang, sifat dan karakter penggunanya sehingga diperoleh kenyaman yang maksimal.

Hindari penggunaan warna merah untuk kamar dan lebih baik jika Anda menggunakan warna-warna pastelyang sejuk, seperti biru laut atau hijau muda misalnya. Gunakan warna yang hangat untuk menciptakan kenyaman di ruang tamu, krem atau coklat.

Selain itu penggunaan bahan bangunan merupakan elemen terpenting untuk menguraikan atau menahan suhu panas diluar ruangan, Jadi pilihlah bahan bangunan yang bisa menyerap panas lebih maksimal. Kemampuan seperti ini dapat Anda temukan pada material yang berasal dari alam.

Dan “houzz.com, secara khusus memberi tip pada mereka yang ingin membangun rumah di iklim tropis, agar tidak mengabai bahan-bahan alami.

Tentu pesan ini bukanlah hal yang mutlak harus diikuti. Dalam situasi dan kondisi tertentu yang sulit bisa Anda pecahkan sendiri. Paling tidak konsultasikan kepada para ahlinya.

Komentar