Tertawalah, Produktifitas Anda Meningkat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 Mei 2018 | 09:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Tertawalah, dan Anda akan bisa meraih produktifitas yang tinggi.

Dan itulah itulah yang ditulis oleh “bbc” tentang manfaat tertawa menurut kajian sain

Dan apakah Anda  pernah berpikir bahwa, tertawa di tempat kerja bersama rekan kantor dapat meningkatkan kolaborasi tim dan mendorong inovasi?

Dalam dua dekade terakhir, ada penelitian besar yang berkaitan dengan tertawa dilakukan oleh pakar neurologi Amerika, Robert Provine.

Profesor psikologi di Universitas Maryland, Baltimore County itu mengatakan, tertawa yang dilakukan manusia mirip dengan komunikasi pada dunia hewan.

Provine pun menegaskan hal tersebut dalam bukunya yang terbit pada tujuh belas tahun lalu, Laughter: A Scientific Investigation.

Salah satu isi bukunya menyebut, tertawa adalah sinyal sosial yang sangat mendasar pada manusia. Tertawa adalah soal hubungan.

Provine mempelajari seberapa sering manusia tertawa.

Ia menemukan, manusia bisa tiga puluh  kali lebih mungkin tertawa saat bersama orang lain daripada sendirian.

Dalam bukunya, poin utama Provine adalah manusia cenderung mengabaikan fakta bahwa perilaku tertawa berevolusi karena efeknya terhadap orang lain, bukan untuk memperbaiki suasana hati atau kesehatan.

Menurut penelitian Provine, manusia akan tertawa hanya dengan mendengar percakapan kantor yang remeh temeh.

Banyak orang tertawa saat berbincang dengan orang lain bukan karena itu adalah hal lucu yang patut ditertawakan, namun lebih karena momen koneksi, komunikasi dengan rekan untuk menunjukkan relaksasi.

Profesor Sophie Scott dari Universitas College London mengatakan, tertawa adalah sinyal bawah sadar bahwa kita berada dalam kondisi menyenangkan dan aman.

Contohnya banyak mamalia menunjukkan reaksi yang mirip tawa, namun reaksi-reaksi itu bisa dihentikan oleh kondisi emosional tertentu.

Dengan kata lain, jika suatu kelompok tertawa bersama, itu mengisyaratkan minimnya ‘dinding pelindung’.

Ini penting, sebab penelitian menunjukkan ketika otak dalam keadaan santai, kita dapat mengasosiasi ide dengan mudah, yang berujung pada kreativitas.

Kilatan inspirasi Mark Beeman dari Universitas Drexel dan John Kounios dari Universitas Northwestern ingin mengetahui apakah tertawa bisa membantu orang menyelesaikan teka-teki logika yang rumit.

Kepada para partisipan, mereka menunjukkan Robin Williams membawakan lelucon dalam pertunjukan lawak tunggal dan kemudian memberi mereka pertanyaan.

Kounios dan Beeman tertarik untuk melihat apakah tertawa dapat memfasilitasi lebih banyak kilatan inspirasi di girus temporal superior anterior bagian otak tepat di atas telinga kanan yang dikaitkan dengan keterhubungan ide-ide.

“Tikus berhenti tertawa ketika mereka merasa gelisah,” ujarnya.

“Manusia juga begitu. Tertawa adalah tanda bahwa seseorang tidak sedang gelisah. Dan itu tandanya bahwa suatu kelompok dalam keadaan baik.”

Pengamatan menunjukkan, tertawa saat melihat rekaman komedi yang singkat menaikkan tingkat penyelesaian puzzle sebanyak dua puluh persen

Kenapa bisa demikian?

Beeman dan Kounios berkata, kekurangan fokus yang terkait dengan tawa memungkinkan otak memproses banyak informasi satu per satu dan menghubungkan konsep dengan cara yang tidak bisa dicapai konsentrasi kaku.

Mungkin, tertawa dapat membantu kita menghapus stres dari tempat kerja. Teresa Amabile adalah seorang profesor dari Harvard yang telah menghabiskan empat puluh tahun untuk membangun pemahaman tentang kapan kita paling kreatif.

Menurut pengamatannya, lingkungan kerja yang positif akan membangun suasana lebih kreatif daripada yang membuat stres. Stres adalah musuh inovasi.

Laporan ilmiahnya yang terkenal secara dramatis menyatakan, “Jika kreativitas terancam, ia seringkali berakhir terbunuh.”

Sikap siap tertawa punya berbagai fungsi, antara lain membuat kita merasa lebih terikat sebagai satu tim dan meruntuhkan dinding pembatas kreativitas.

Hal ini akan membantu memunculkan banyak ide yang lebih ekspansif. Jadi bagaimana caranya untuk lebih sering tertawa?

Provine menyarankan agar kita berusaha mengadopsi sikap siap tertawa, yakni bersikap lebih terbuka pada tawa.

“Anda dapat memutuskan untuk tertawa dengan sengaja dengan menurunkan ambang batas Anda untuk hiburan. Pokoknya bersedialah dan bersiaplah untuk tertawa,” tulisnya.

Ia juga menyarankan untuk mengadakan lebih banyak acara sosial seperti kumpul-kumpul perusahaan yang bertujuan mempertemukan banyak orang dan bukan membahas soal pekerjaan.

Saran ini tampaknya didukung oleh salah satu peneliti pionir dinamika tempat kerja, profesor MIT Alex ‘Sandy’ Pentland.

Pentland yakin bahwa produktivitas kantor modern adalah akibat dari bentuk interaksi yang paling mendasar.

“Surel tidak begitu berdampak pada pekerjaan yang produktif atau kreatif. Namun jalur komunikasi yang kaya, seperti diskusi tatap muka, berdampak sangat besar pada produktivitas,” katanya

“Percakapan tatap muka memprediksi tiga puluh dan terkadang empat puluh persen poduktivitas dalam kelompok kerja,” jelasnya.

Di zaman ekonomi yang serba susah, ide untuk memprioritaskan diskusi dan tawa sebagai salah satu hal terpenting untuk dilakukan sebagai tim mungkin terdengar tak berguna dan remeh-temeh.

Tapi ingatlah, sains mendukung Anda untuk lebih banyak tertawa agar banyak inspirasi yang datang.

Komentar