Menopause Pria Itu Namanya Andropause

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 7 April 2017 | 09:16 WIB

Dibaca: 1 kali

Lelaki bisa menopause.?

Ya. Namanya andropause.

Gejalanya?

Sama dengan seorang wanita yang menopause.

Penurunan kualitas hidup akibat perubahan hormonal seiring bertambahnya usia.

Andropause adalah kondisi pria usia tengah baya yang mempunyai gejala-gejala dan keluhan yang mirip dengan menopause pada wanita.

Istilah andropause berasal dari bahasa Yunani, Andro artinya pria sedangkan Pause artinya penghentian.

Jadi secara harfiah, andropause adalah berhentinya fungsi fisiologis pada pria.

Mekanisme terjadinya andropause adalah karena menurunnya fungsi sistem reproduksi pria yang menyebabkan penurunan kadar testosteron sampai dibawah angka normal.

Hormon yang turun pada pada andropause ternyata tidak hanya testosteron saja, melainkan penurunan multi hormona

Berbeda dengan wanita yang mengalami menopause, dimana produksi ovum dan hormon estrogen serta siklus haid berhenti dengan cara yang relatif mendadak.

Pada pria, penurunan produksi spermatozoa, hormon testosteron, dan hormon lainnya terjadi secara perlahan

Pada pria, akan terjadi perubahan pada kesuburan dan hormon seks.

Berbeda dengan wanita yang akan berhenti menstruasi, pria yang mengalami Andropause tetap memiliki kemampuan menghasilkan sperma, hanya saja terjadi penurunan libido dan penurunan kemampuan dalam hal keintiman dengan pasangan.

Berbeda dengan wanita yang memiliki patokan usia saat memasuki menopause, pada pria andropause merujuk pada penurunan kadar testosteron.

Kekurangan hormon testosteron biasanya dialami pria berusia pertengahan.

Diperkirakan lebih dari tiga puluh delapan persen pria berusia di atas empat puluh limatahun memiliki testosteron kurang dari normal.

Andropause atau menopause pada pria terkadang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana terjadinya penurunan kadar testosteron atau penurunan bioavailabilitas testosteron yang berhubungan dengan penuaan.

Namun yang perlu ditekankan adalah menopause yang terjadi pada wanita, berbeda dengan andropause yang terjadi pada pria.

Pada wanita, ovulasi berakhir dan produksi hormon merosot selama waktu yang relatif singkat.

Pada pria, produksi hormon dan penurunan bioavailabilitas testosteron selama bertahun-tahun dengan konsekuensi tidak selalu jelas.

Menurut Pakar Endokrinologi pada The Endocrine Clinic Mount Elizabeth Novena Hospital, jika seorang pria mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala ini, kemungkinan pria itu tengah mengalami ketidakseimbangan endokrin.

Dengan begitu, endokrinologis dapat melakukan pengetesan dan melakukan sejumlah diagnosa, juga latihan untuk memperbaiki ketidakseimbangan tersebut.

“Masalah hormonal membuat pria merasa seperti kinerjanya memburuk dan kehilangan semangat di banyak aspek kehidupannya. Mereka mulai mengalami gejala-gejala tidak jelas seperti kelelahan sampai kehilangan memori. Sayang, banyak dari pria mengabaikan ini sebagai efek dari penuaan, yang membuatnya tidak mencari pengobatan,” kata Alvin.

Hormon testosteron secara alami akan menurun setelah pria berusia di atas empat pulu tahun.

Dan puncak kesehatan pria ada di usia dua puluh lima hingga tiga puluh  tahun

Testosteron atau sering disebut sebagai hormon pria berpengaruh pada kesehatan pria, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Misalnya saja untuk gairah seksual, mempertahankan massa otot yang kuat, sampai menjaga suasana hati yang positif.

Pria yang testosteronnya rendah akan mengalami berbagai gejala, seperti gangguan depresi, penurunan fisik, stamina menurun, hingga berkurangnya hasrat dan kegiatan seksual

Jika menopause pada wanita yakni hormon estrogen sama sekali tak diproduksi lagi, penurunan testosteron pada pria berlangsung dalam proses yang lambat.

Gejalanya juga dapat berbeda pada tiap individu.

Untuk mengetahui apakah hormon testosteron sudah menurun atau tidak, diperlukan pemeriksaan darah.

Pria yang menderita kesulitan ereksi, gairah seksnya menurun, sering merasa kelelahan, termasuk mereka yang mengalami kegemukan atau perut buncit, berusia di atas empat puluh tahun, perlu diperiksa kadar testosteronnya.

Tidak perlu malu untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan.

Melalui konsultasi bisa dilakukan terapi sulih hormon testosteron sehingga kualitas hidup bisa diperbaiki.

Andropause atau menopause pada pria terkadang digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana terjadinya penurunan kadar testosteron atau penurunan bioavailabilitas testosteron yang berhubungan dengan penuaan.

Namun yang perlu ditekankan adalah menopause yang terjadi pada wanita, berbeda dengan andropause yang terjadi pada pria.

Pada wanita, ovulasi berakhir dan produksi hormon merosot selama waktu yang relatif singkat. Pada pria, produksi hormon dan penurunan bioavailabilitas testosteron selama bertahun-tahun dengan konsekuensi tidak selalu jelas.

Komentar