Mengundang Cahaya Eksotik Yang Netral

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 8 April 2014 | 09:02 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tak ingin ruangan di rumah Anda di”datangi” caha eksotik? Kalau ingin, caranya tidak sulit. Undanglah cahaya dengan warna-warna netral maka dengan mudah membuat ruang tampak serasi.

Caranya, memang memerlukan sebuah kreasi. Clement Designs memberikan contoh istimewa dalam mendekor ruang keluarga menggunakan warna dasar putih yang terang tapi netral.

Clements Design menggunakan putih terang sebagai warna dasar. Perusahaan ini kemudian memilih secara khusus kelompok warna serta aksen ekletik untuk melengkapi ruang keluarga.

Bagi negara-negara empat musim, mendekor interior dengan warna putih cerah seperti ini bisa menceriakan dekorasi rumah selepas musim dingin yang gelap. Bagi negara tropis, dekorasi berwarna terang memberikan kesan “ringan” dan lebih segar bagi interior.

Untuk mendapatkan tampilan ruang keluarga yang istimewa menggunakan warna putih, pertama-tama Anda perlu membuat ruangan seperti kanvas kosong. Gunakan cat berwarna putih untuk menutup dinding dan plafon.

Pilih ubin atau penutup lantai lain dengan warna serupa. Cara ini membuat semua permukaan di ruangan Anda berwarna terang. Cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah bisa dipantulkan dengan sempurna.

Putih yang sempurna tidak selamanya nyaman dipandang. Karena itu, Anda perlu nuansa warna yang lebih tua untuk menyempurnakan aksen ruangan. Setelah mewarnai ruangan dengan cat putih, kini tiba waktunya Anda memasukkan berbagai furnitur berwarna abu-abu.

Kursi “wingback”, sofa, dan berbagai aksen berwarna abu-abu menurut Clements Design cocok untuk melengkapi ruang keluarga berdasar putih.

Abu-abu saja tidak cukup. Clements Design menekankan bahwa Anda butuh aksen kayu untuk memastikan ruangan yang Anda miliki lebih kaya tekstur.

“Ruangan terang seperti ini bukan tempat yang cocok bagi mahogani atau walnut. Tidak, kayu berwarna gelap tidak diterima di sini. Alih-alih, pilihlah kayu yang berwarna hampir putih,” ujar Clements Design seperti dikutip Domainehome.

Di samping itu hiasai juga dengan lampu gantung seperti karya desainer asal Rusia, Constantin Bolimond, yang memadukan keindahan dan kecanggihan teknologi.
Lampu karya Bolimond memanfaatkan keanggunan bentuk bunga yang tengah mekar untuk membuat lampu gantung canggih.

Lampu tersebut bernama “Bloom”. Menurut sang kreator, lampu itu memang terinspirasi dari bunga. Namun, konsep yang digunakannya bertolak belakang dari bunga hidup. Alih-alih mekar karena disinari oleh sinar matahari, lampu berbentuk bunga yang dibuat oleh Bolimond justeru akan “mekar” jika lingkungan di sekitarnya gelap.

“Idenya datang dari bunga yang mulai mekar ketika matahari bersinar,” ujar Bolimond kepada Dezeen.com.

Sensor optik yang sengaja ditanam dalam lampu gantung karya Bolimond akan bereaksi jika lingkungan sekitarnya gelap. “Putik” lampu ini akan membuka sedikit demi sediki, hingga akhirnya lampu yang tepat berada di tengah-tengahnya menyala.

Meski masih berbentuk konsep, Bolimond sudah membayangkan bahwa desainnya ini bisa dibuat dengan menggunakan beberapa material dan warna. Dalam portofolionya, Bolimond menyatakan bahwa desainnya tersebut bisa dibuat dari kayu, plastik, bahkan kertas daur ulang.

Seniman asal Inggris, Joseph Begley, menciptakan lampu temaram bernama “Slap It”. Sesuai namanya, pengguna lampu ini bisa menyalakan dan memadamkan lampu tersebut dengan menampar, mencubit, atau sekedar menepuknya.

Lampu unik ini terbuat dari silikon. Bentuknya menyerupai bokong manusia. Meski hanya membuat satu bentuk, Begley menyediakan delapan warna cahaya lampu, mulai dari putih, merah, biru, cyan, magenta, hijau, kuning, dan oranye.

Warna ini tidak menyorot tegas. Pendarnya lembut, menarik jika dijadikan lampu peneman tidur.
Dalam situs pribadinya, Begley mengatakan bahwa karyanya ini adalah sebuah pengalaman multiindera yang diciptakan untuk membuat penikmatnya tersenyum. Menurut Begley, karyanya ini memberikan kenikmatan lewat sentuhan dan interaksi “nakal”.

Menurut sang kreator, pembuatan lampu ini dilatarbelakangi oleh keinginannya memberikan sesuatu yang menarik dalam kegiatan sehari-hari. Desainnya tidak hanya mengundang decak kagum atau heran, namun juga membawa nuansa humor.

Dengan lampu ini, orang pun mudah mengasosiasikan “Slap It” pada hal-hal sensual, termasuk pakaian dalam perempuan. Pasalnya, lampu ini juga dipajang di salah satu butik pakaian dalam perempuan di Inggris, Petits Bisous. Seperti dikutip Designboom, lampu karya Begley juga sudah terpampang dalam acara televisi “Made in Chelsea”

sumber: dezzen.com, domaineshome.com, desaignboom dan houzz.com

Komentar