Menghadapi Suami Mau Menang Sendiri

Penulis:: Darmansyah

Senin, 27 Februari 2017 | 15:59 WIB

Dibaca: 1 kali

Sikap egois suami tentu saja bisa membuat Anda tidak tahan bahkan muak dengan sikap dia selama ini.

Bukan karena apapun, tapi hal itu tentu saja menghilangkan rasa nyaman antara suami dengan istri.

Banyak istri yang mencoba untuk mengingatkan suami tentang sikap tersebut. Mereka berusaha merubah suami agar lebih peduli dengan pasangan.

Namun kebanyakan dari mereka memilih cara yang kurang tepat sehingga bukan kebaikan yang didapat, tapi justru keadaan menjadi lebih buruk.

Tapi meskipun begitu, sebaiknya jangan didiamkan begitu saja, hal itu justru akan membuat suami makin menjadi.

Sehingga, untuk mengatasi suami egois ada baiknya Anda melakukan cara dibawah ini yang tepat untuk mengatasi suami egois.

Ingatkan pada suami tentang sikap buruk dia selama ini.

Yang terpenting bukan itu tapi lebih menuju keadaan yang tepat dalam menyampaikan hal itu dan juga cara menyampaikannya.

Lakukan hal itu ketika kalian dalam keadaan santai. Selain itu sampaikan hal tersebut dengan lembut.

Lalu, menanyakan semua yang diinginkan suami dari istrinya. Jika dia sudah menyampaikan semuanya, katakan pada dia bahwa Anda siap melakukannya.

Namun tidak berhenti disitu saja, katakan juga apa yang menjadi keinginan Anda dari suami. Dari situ diharapkan suami akan sadar dengan kekeliruan dia selama ini.

selanjutnyaa jadilah orang yang terbuka dan jujur.

Jika sikap suami membuat Anda tidak suka, jangan diam apalagi pasang muka cemberut didepan dia. Diam dan memasang muka cemberut justru akan membuat dia merasa jengkel tanpa tahu apa yang salah dari dirinya.

Keempat, jadilah orang yang dibutuhkan. Anda bisa memulai hal itu dengan melakukan hal yang tidak bisa dia lakukan tapi hal itu sangat dibutuhkan dia. Namun juga tidak berhenti disitu, sekali-kali cari alasan masuk akal yang membuat Anda benar-benar tidak bisa melakukan hal itu.

Dan  yakinkan pada dia bahwa kalian saling membutuhkan. Suami hidup untuk istri begitu juga sebaliknya istri hidup untuk suami. Sehingga tidak ada istilah istri hanya hidup untuk suami saja.

Jangan marah-marah dengan sikap suami yang egois.

Tetaplah tenang dalam menghadapi hal itu. Tapi perlu diingat, tenang bukan berarti diam apalagi tidak melakukan tindakan yang membuat semua itu berubah.

Intinya baca, pelajari, sesuaikan dengan keadaan Anda, baru kemudian terapka

Kehidupan rumahtangga sarat dengan konflik dan perbedaan pendapat antara suami istri.

Banyak orang bilang bahwa pertengkaran merupakan bumbu penyedap dalam sebuah pernikahan.

Namun, apabila suami Anda tipe yang tidak mau disalahkan ketika masalah terjadi dan sering menyudutkan seolah semua pertengkaran pemicunya adalah Anda.

Nah, di sini Anda juga harus cerdas apakah level pertengkaran sudah tak lagi layak disebut bumbu penyedap. Sebab, yang Anda rasakan justru bumbu pahit yang membebani pikiran Anda.

Dr Gaurav Deka, seorang psikoterapis, terapis regresi, dan pakar Meta Health, mengungkapkan ada empat langkah menghadapi tipe suami yang tidak mau disalahkan atas segala masalah dalam rumahtangga.

Anda harus membicarakan pada suami tentang kelakukan dan kebiasaannya yang buruk itu.

Jangan takut untuk jujur bahwa suami sudah tak lagi perhatian, selalu marah-marah, sering tidak berada di rumah, dan kurang membantu mengurus keluarga.

Uraikan semua kesalahan suami, Anda tak perlu menutupinya.

Anda katakan pada suami semua perasaan dan frustrasi Anda dalam pernikahan sebagai orang yang selalu disalahkan. Jangan tutupi bahwa Anda merasa sedih, depresi, marah, dan cemas.

Sampaikan pada suami tentang keputusan Anda. Pastikan keputusan itu lebih untuk kebaikan diri Anda sendiri, bukan tentang dia.

Ulang-ulang terus kata “Aku” atau “Saya”. Gestur yang demikian menegaskan bahwa Anda juga seorang manusia yang memiliki harga diri, percaya diri, dan Anda pantas mendapatkan perlakukan lebih baik dari siapapun.

Dr Deka mengingatkan bahwa apabila suami masih juga melanjutkan kebiasaan buruknya ini, maka mungkin sudah saatnya Anda memikirkan kembali apakah pernikahan Anda cukup berharga atau sebaliknya.

Komentar