Mengenal Lebih Dekat Tentang Depresi

Penulis: Darmansyah

Senin, 2 April 2018 | 15:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Depresi adalah penyakit mental yang ditandai dengan perasaan sedih yang intens. Anda juga mungkin merasa tak berdaya, putus asa, dan tidak berharga.

Tidak hanya mempengaruhi Anda, depresi juga akan mengubah hubungan Anda dengan keluarga dan kerabat.

Depresi memiliki istilah medis yaitu “depressive disorder,” atau “clinical depression.”

Depresi ini merupakan penyakit nyata dan bukan merupakan tanda kelemahan seseorang maupun cacat karakter.

Anda harus ingat bahwa depresi dapat diobati dan banyak orang yang merasa lebih baik setelah menjalani pengobatan.

Depresi berat yang ditandai dengan gejala depresi konstan.

Gejala yang menyerang bisa parah ataupun ringan, dan biasanya berlangsung selama sekitar enam bulan.

Depresi berat merupakan kondisi berulang. Namun pada beberapa kasus, orang bisa saja mengalaminya hanya sekali seumur hidup.

Dysthmia memiliki gejala depresi ringan yang cenderung bertahan lama (sedikitnya dua tahun).

Jika Anda memiliki dysthymia, suasana hati Anda mungkin buruk dan Anda mungkin terbiasa berpikir bahwa sifat tersebut merupakan “jati diri Anda”.

Gejala depresi ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat mencegah Anda menikmati hidup seutuhnya.

Jenis depresi ini setidaknya bertahan selama dua tahun dan gejalanya mirip dengan major depression. Anda bisa saja memiliki gejala ringan atau sedang dengan periode gejala yang lebih singkat.

Jenis depresi ini adalah kombinasi dari depresi dan psikotik. Selain suasana hati yang rendah saat mengalami depresi, orang dengan psychotic depression mungkin kehilangan kesadaran diri atas realitas dengan memercayai hal-hal yang orang lain tidak bisa dengar atau lihat.

Jenis depresi ini terjadi pada ibu yang baru setelah melahirkan.

Postpartum depression jauh lebih serius daripada baby blues.

Tidak ada penyebab pasti dari depresi. Hal ini biasanya merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor.

Banyak faktor yang dapat memicu depresi, termasuk genetika, biologi dan kimia otak, dan peristiwa kehidupan seperti trauma, kehilangan orang yang dicintai, hubungan yang gagal, pengalaman anak usia dini, atau situasi stres.

Pada beberapa kasus, kondisi kesehatan lainnya juga dapat menyebabkan depresi, terutama gangguan kronis seperti seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, dan penyakit Parkinson.

Beberapa faktor dalam hidup Anda dapat meningkatkan risiko depresi

Depresi adalah penyakit serius yang akan mempengaruhi kesehatan mental dan fisik, serta perilaku dan hubungan Anda.

Dokter akan menanyakan kondisi mental Anda saat ini, jika Anda selalu merasa sedih, tertekan atau putus asa.

Mereka mungkin bertanya kapan perasaan tersebut terjadi dan apakah ada peristiwa baru-baru ini yang menurut Anda mungkin mempengaruhi perasaan Anda.

Mereka dapat mengamati perilaku Anda untuk menemukan tanda-tanda depresi.

Beberapa tes dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi yang dapat menyebabkan depresi.

Juga dikenal sebagai terapi bicara, seperti cognitive behavioral therapy, psikoterapi sering digunakan untuk seseorang yang mengalami depresi ringan dan sedang menjalani pengobatan untuk depresi sedang dan berat.

Psikoterapi ini dirancang untuk membantu pasien mengontrol suasana hati. Cognitive behavioral therapy membantu untuk memperbaiki pola pikir negatif sementara terapi interpersonal melihat efek dari hubungan.

Antidepresan merupakan obat yang dikonsumsi sesuai dengan resep dari dokter atau psikiater.

Obat biasanya digunakan untuk depresi sedang dan berat. Namun, obat ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak dan dosis untuk remaja harus diperhatikan dengan seksama.

Dokter dapat memberikan resep obat yang sesuai dengan kebutuhan, keberhasilan atau kegagalan pengobatan sebelumnya, efek samping yang merugikan, risiko overdosis, dan reaksi terhadap perawatan lain yang Anda jalani.

Food and Drug Administration  mengatakan bahwa “obat antidepresan dapat meningkatkan pikiran untuk bunuh diri pada beberapa anak, remaja, dan dewasa dalam beberapa bulan pertama pengobatan.”

Anda harus tahu bahwa antidepresan akan meningkatkan energi Anda dalam beberapa minggu pertama, tetapi Anda tidak akan melihat peningkatan suasana hati

Pikiran untuk bunuh diri umumnya muncul selama beberapa minggu pertama pengobatan.

Komentar