Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Depresi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 17 November 2017 | 14:38 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda, mungkin, termasuk orang yang selalu mendengungkan kata depresi.

Dan mungkin Anda sendiri adalah seorang yang terkena depresi.

Tapi, tidak banyak orang yang tahu makna dari depresi itu sendiri.

Untuk Anda tahu, sebetulnya depresi itu adalah penyakit mental yang ditandai dengan perasaan sedih yang intens.

Anda juga mungkin merasa tak berdaya, putus asa, dan tidak berharga.

Tidak hanya mempengaruhi Anda, depresi juga akan mengubah hubungan Anda dengan keluarga dan kerabat.

Depresi memiliki istilah medis yaitu “depressive disorder,” atau “clinical depression.”

Depresi ini merupakan penyakit nyata dan bukan merupakan tanda kelemahan seseorang maupun cacat karakter.

Anda harus ingat bahwa depresi dapat diobati dan banyak orang yang merasa lebih baik setelah menjalani pengobatan.

Tidak ada penyebab pasti dari depresi.

Hal ini biasanya merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor. Banyak faktor yang dapat memicu depresi, termasuk genetika, biologi dan kimia otak, dan peristiwa kehidupan seperti trauma, kehilangan orang yang dicintai, hubungan yang gagal, pengalaman anak usia dini, atau situasi stres.

Pada beberapa kasus, kondisi kesehatan lainnya juga dapat menyebabkan depresi, terutama gangguan kronis seperti seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, dan penyak

Depresi dapat menyebabkan banyak gejala. Tingkat keparahan depresi setiap orang dapat berbeda-beda.

Depresi adalah penyakit serius yang akan mempengaruhi kesehatan mental dan fisik, serta perilaku dan hubungan Anda

Dokter akan menanyakan kondisi mental Anda saat ini, jika Anda selalu merasa sedih, tertekan atau putus asa. Mereka mungkin bertanya kapan perasaan tersebut terjadi dan apakah ada peristiwa baru-baru ini yang menurut Anda mungkin mempengaruhi perasaan Anda. Mereka dapat mengamati perilaku Anda untuk menemukan tanda-tanda depresi.

Juga dikenal sebagai terapi bicara, seperti cognitive behavioral therapy  psikoterapi sering digunakan untuk seseorang yang mengalami depresi ringan dan sedang menjalani pengobatan untuk depresi sedang dan berat.

Psikoterapi ini dirancang untuk membantu pasien mengontrol suasana hati. Cognitive behavioral therapy membantu untuk memperbaiki pola pikir negatif sementara terapi interpersonal melihat efek dari hubungan.

Orang yang mengalami depresi biasanya sembuh lebih cepat dengan bantuan dan dukungan dari orang lain.

Walaupun merupakan kondisi serius, depresi tetap dapat diobati. Hubungi dokter atau terapis jika Anda menemukan adanya perubahan gejala atau perasaan Anda. Mintalah kerabat atau teman untuk membantu Anda memantau gejala-gejala depresi.

Lantas bagaimana munculnya depresi?

Munculnya depresi sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti stres dan faktor biologis, yaitu keseimbangan cairan kimia otak yang menurunkan kemampuan otak untuk menjaga mood tetap stabil.

Meskipun stres memiliki peran yang penting, namun terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan depresi datang dengan sendirinya yaitu di pagi hari. Kondisi ini disebut depresi pagi hari, dalam bahasa Inggris yaitu morning depression.

Depresi pagi hari merupakan suatu gejala yang dialami seseorang, khususnya penderita depresi klinis, di mana suasana hati menjadi sangat buruk di pagi hari.

Gejala depresi bermacam-macam. Termasuk perasaan sangat sedih, frustasi, kemarahan, hingga rasa tidak bertenaga atau kelelahan.

Dengan kondisi terburuknya saat pagi hari, maka mood seseorang akan membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu ke siang dan malam hari.

Depresi pagi hari dianggap sebagai gejala awal dari gangguan depresi klinis. Oleh karena itu hal tersebut juga dikenal juga sebagai gejala variasi mood diurnal. Artinya gejala depresi atau mood saat pagi hari dipengaruhi oleh ritme sirkadian seseorang.

Ritme sirkadian itu sendiri merupakan proses biologis yang mengatur jadwal kerja berbagai fungsi tubuh manusia. Mulai dari suhu tubuh, tekanan darah, dan produksi hormon selama satu hari penuh.

Gangguan ritme sirkadian diduga sebagai salah satu penyebab dari depresi pagi hari. Hal tersebut dibuktikan dalam suatu penelitian yang menunjukan orang yang mengalami depresi pagi hari cenderung mengalami perubahan ritme sirkadian karena perubahan jam tidurnya.

Pada dasarnya, jam biologis manusia normal adalah terjaga saat pagi hari dan terlelap pada waktu malam hari.

Hal ini penting guna melancarkan metabolisme, mengatur energi, berkonsentrasi, menjaga keseimbangan mood, serta memelihara kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ritme sirkadian normal bagi tubuh juga diperlukan untuk produksi hormon tertentu yang sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya hormon kortisol diproduksi lebih banyak di pagi hari sehingga tubuh lebih berenergi dan pikiran lebih waspada. Sedangkan hormon melatonin dihasilkan saat hari mulai gelap. Ini karena melatonin membantu tubuh untuk beristirahat dengan cara tidur.

Gangguan ritme sirkadian atau perubahan pola tidur menyebabkan tubuh memproduksi hormon pada waktu yang salah dan hal ini dapat menyebabkan efek buruk bagi tubuh dan pikiran seseorang.

Produksi hormon melatonin pada waktu yang tidak tepat, misalnya, dapat mengganggu keseimbangan energi karena seseorang menjadi lebih mudah mengantuk dan mudah lelah.

Komentar