close
Nuga Life

Mengeluh di Medos? Tanda Ada Gangguan

Jika Anda sering mengeluh di media sosial,  secara terus menerus, ini menjadi pertanda bahwa bisa jadi Anda mengidap gangguan kejiwaaan.

Seorang psikolog  mengatakan gangguan dengan tipikal seperti itu disebut factitious disorder atau gangguan buatan,  by internet.

ereka adalah orang-orang yang suka mengeluh sakit di media sosial untuk mendapatkan perhatian orang lain.

Sejarah gangguan buatan ini dulu sering dialami oleh pasien di rumah sakit.

Mereka berpura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian medis. Namun, factitious disorder saat ini merambah ke media sosial.

Pengguna sering mengeluh sakit di media sosial untuk mendapatkan perhatian.

Kenapa bisa begitu, bisa jadi dulunya dia ditelantarkan oleh orangtua atau guru.

Untung mengatakan gangguan semacam itu bukan tanpa masalah. Mereka tidak akan bisa menghadapi realitas dan cenderung mengurung diri.

Bisa jadi tidak berinteraksi dengan orang di dunia nyata.

Lantas bagaimana menumpahkan kejengkelan?

Anda ingin menumpahkan sebagian perasaan Anda di media sosial untuk mendapatkan beberapa perhatian dari teman-teman,?

Seorang pakar  menyarankan untuk menghindari hal ini jika Anda ingin meningkatkan karir Anda.

Mengeluhkan hal yang Anda kerjakan di kantor hanya menunjukkan sisi negatif Anda.

Saat teman di media sosial Anda mengunggah status atau hal yang tidak Anda sukai, pastinya ada  sedikit perasaan ingin memberikan komentar berupa bantahan berdasarkan pengetahuan yang Anda tahu.

Ingat, jangan pernah memberikan komentar pedas dan jadi orang yang menyebalkan. Sebab, media sosial memudahkan orang lain mencari tahu tentang diri Anda.

Lagi pula, Anda pasti  tidak ingin perusahaan tempat Anda bekerja mengetahui semua komentar pedas Anda.

Anda memang bukan seorang penulis profesional, tapi ada syarat penting sebelum Anda menuliskan status di media sosial, jangan lupakan tata bahasa yang baik dan hindari typo.

Menurut Salami, hal ini sama dengan kesalahan penulisan di surat lamaran bekerja Anda.

Intinya, meski Anda mengunggah foto yang sangat bagus, tapi jika Anda memberikan judul dengan kesalahan penulisan, hal ini akan membuat Anda terlihat tidak detil.

Pernahkah Anda bermain media sosial atau internet selama berjam-jam dan merasa hampa?

Tenang saja, Anda tidak sendirian.

Sebab, menurut sejumlah studi, ada hubungan antara interaksi berlebihan di media sosial dan rasa kesepian.

“Ternyata benar bahwa menghabiskan waktu lebih dari dua jam di media sosial merupakan pertanda adanya isolasi sosial ketimbang mereka yang bermain media sosial kurang dari dua jam sehari,” jelas Katherine Hobson dari National Public Radio.

Kemudian, orang yang mengunjungi media sosial lebih kurang 58 kali dalam seminggu atau lebih berpeluang mengalami isolasi sosial daripada orang yang lebih jarang bermain media sosial.

Studi tersebut dipublikasikan oleh American Journal of Preventive Medicine.

Hasil studi ini tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, hubungan yang terjalin di media sosial tidaklah nyata, sama sekali berbeda dari hubungan solid di mana Anda bertemu dan berbicara langsung bertatap muka.