Mengapa Perempuan Tertarik Pria Kuat

Penulis: Darmansyah

Kamis, 14 Desember 2017 | 10:24 WIB

Dibaca: 2 kali

Banyak diantara Anda, tentu, belum paham kenapa perempuan lebih tertarik dengan lelaki kuat.

Ya lelaki kuat.

Dari sebuah penelitian baru di Australia mengonfirmasi bahwa perempuan lebih tertarik secara seksual pada pria yang kuat.

Periset di Griffith University, Queensland meneliti faktor apa yang paling memengaruhi daya tarik wanita terhadap pria dan menemukan bahwa kekuatan fisik menjadi yang tertinggi.

Setelah mensurvei seratus lima puluh wanita, mereka menyimpulkan bahwa hampir dapat memprediksi betapa menariknya seseorang didasarkan pada tiga hal, seberapa kuat fisik penampilannya, seberapa tinggi dirinya, dan seberapa ramping dirinya, dikutip dari Independent, hari Kamis, 14 Desember

Para ilmuwan melakukan dua eksperimen terpisah, di mana foto pria lengkap ditunjukkan kepada masing-masing peserta perempuan yang kemudian menilai tingkat kekuatan fisik pria dan menilai daya tarik mereka.

Ketika hanya beberapa wanita yang menyukai wajah feminin para pria, hampir semuanya memilih orang-orang yang mereka anggap lebih kuat secara fisik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria terkuat yang termasuk dalam sampel gambar juga dianggap paling menarik.

Penulis penelitian menyimpulkan bahwa wanita memilih pria berdasarkan “isyarat leluhur dari kemampuan bertarung seorang pria”.

Hal ini berdasarkan ritual kawin kuno di mana wanita memilih pasangan yang mereka anggap mampu mencukupi kebutuhan mereka.

Sejumlah penelitian membuktikan kalau laki-laki memang memiliki massa otot yang lebih besar daripada perempuan.

Akan tetapi, massa otot besar tidak menjamin otot Anda punya ketahanan yang kuat.

Sebuah penelitian yang dilaksanakan oleh tim ahli dari University of Colorado menunjukkan bahwa wanita ternyata memiliki ketahanan hingga dua kali lipat lebih besar daripada pria.

Penelitian lain dalam The Indian Journal of Medical Research juga mengungkapkan hal yang serupa, bahwa wanita ototnya lebih mampu menahan tekanan dibanding pria.

Dalam berbagai studi tersebut, para pakar kesehatan dan olahraga menemukan bahwa ketika berolahraga, otot yang kuat dan besar justru memiliki ketahanan yang lebih rendah.

Pria yang ototnya besar dan kuat biasanya tak sanggup menahan beban berat dalam waktu yang lama.

Padahal pria mampu menahan beban yang sangat berat.

Sedangkan wanita yang tergabung dalam penelitian yang telah disebutkan tadi pada umumnya tak mampu menahan beban yang terlalu berat.

Akan tetapi, para wanita tersebut sangup menahan beban dalam waktu yang sangat lama.

Selain karena perbedaan massa otot, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi ketahanan otot pria dan wanita. Berikut ini adalah berbagai faktornya.

Wanita memiliki kadar hormon estrogen yang lebih tinggi daripada pria. Estrogen berperan penting dalam menjaga otot-otot tubuh.

Dengan begitu, otot jadi lebih tahan terhadap tekanan dan kontraksi dalam waktu lebih lama.

Sedangkan pria memiliki kadar hormon testosteron lebih tinggi daripada wanita. Hormon inilah yang bertanggung jawab untuk membangun massa dan kekuatan otot pada pria dan wanita.

Namun, karena hormon testosteron yang tinggi, pria jadi cenderung berolahraga dengan latihan yang lebih keras dan beban yang lebih berat.

Karena itu, otot-otot pria jadi mudah lelah dan tidak bisa menahan kontraksi terlalu lama.

Ini karena banyak laki-laki ingin membentuk otot dengan cepat.

Sementara itu, kebanyakan wanita mungkin berolahraga dengan tujuan menurunkan berat badan.

Maka, mereka cenderung memilih olahraga dengan intensitas sedang namun waktunya lebih lama.

Karena perbedaan jenis latihan ini, wanita pun jadi lebih terbiasa menahan kontraksi otot tubuh lebih lama dari pria.

Sebuah penelitian oleh tim yang dipimpin pakar ilmu olahraga Sandra K. Hunter dalam Journal of Applied Physiology mengungkapkan bahwa wanita memiliki aliran darah yang lebih deras menuju otot dibanding pria.

Hal ini membuat otot-otot wanita jadi lebih tahan tekanan dan kontraksi. Namun, para ahli menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mendukung hasil temuan ini.

Komentar