Menerka yang Dimaui Wanita Saat Bercinta

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 5 Oktober 2017 | 10:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Kaum pria umumnya mengaku tak bisa memahami perempuan, ini juga berlaku sebaliknya.

Hal ini tak cuma terjadi soal urusan pola pikir tapi juga hubungan seksual. Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sex and Marital Therapy, untuk bisa mengerti perempuan dalam urusan seksual dan hal lainnya, para pria harus berani bertanya.

Penelitian tersebut dibuat untuk membantu mencari jalan demi memberikan kesenangan dan kenikmatan pada perempuan soal seksual.

Mengutip Forbes, Debby Herbenick di India University yang terlibat dalam penelitian menemukan bahwa tiap perempuan memiliki preferensi yang berbeda soal urusan ranjang. Hanya saja, ada benang merah yang bisa ditarik soal kemauan perempuan di ranjang.

Studi ini dilakukan dengan metode pemberian kuisioner perempuan heteroseksual di AS.

Kuisioner yang diberikan meliputi pertanyaan soal perilaku seksual sampai soal stimulasi genital. Partisipan yang dipilih berusia antara delapan belas hingga sembilan puluh empat tahun.

Berdasar survei, sekitar tiga puluh enam  persen perempuan dilaporkan menginginkan adanya stimulasi klitoral untuk mencapai orgasme.

Sekitar kurang dari lima persen lainnya mengaku hubungan seksual itu saja sudah cukup memuaskan di ranjang.

Sedangkan tiga puluh enam persen lainnya mengungkapkan stimulasi klitoral tidak penting, tapi bisa membantu mencapai orgasme yang lebih baik.

Ketika disinggung soal teknik ideal yang diinginkan perempuan, sekitar dua pertiganya memilih agar pasangannya melakukan stimulasi klitoris secara langsung.

Sedangkan sisanya memilih untuk stimulasi tak langsung. Mayoritas perempuan lebih memilih agar para prianya melakukan sentuhan langsung ke kulit.

Sedangkan sisanya lebih memilih untuk melakukan aktivitas sentuhan lainnya.

Penelitian juga memberikan pertanyaan seputar pola stimulasi yang paling diinginkan perempuan.

Hasilnya, gerakan berirama dan berulang dianggap paling ideal.

Sebaliknya, perempuan juga mengungkapkan bahwa mereka tidak suka saat pasangannya melakukan penekanan ekstrem pada satu bagian dengan satu gerakan, misalnya memberi tekanan pada satu sisi genital.

Tak cuma itu, penelitian juga membuktikan bahwa lebih dari separuh perempuan dalam penelitian mengatakan bahwa mereka ingin memiliki waktu yang lebih panjang untuk membangun gairah sebelum bercinta.

Mereka ingin mengetahui apa yang disukai atau tak disukai pasangan.

Hal ini dianggap penting karena dianggap bisa meningkatkan keintiman emosional yang berkontribusi pada orgasme yang lebih baik.

Dalam survei, perempuan juga menilai bahwa stamina kuat pasangan tidak terlalu penting.

Hanya satu dari lima perempuan mengungkapkan bahwa hubungan seksual dalam waktu lama bisa membuat orgasme terasa lebih baik.

Selain wanita, pria juga punya keinginan terhadap seks yang sehat.

Pria menginginkan orgasme

Bisa dikatakan sebagai puncak atau inti dari melakukan hubungan seksual. Orgasme juga menjadi alasan utama melakukan seks. Tak bisa dipungkiri, tanpa orgasme seks tidak akan terasa hebat.

Dan, para pria pun menginginkan sensasi puncak tersebut.

Rasa antusias yang sama antarpasangan saat melakukan seks adalah hal yang menggairahkan.

Keheningan saat seks biasanya mengindikasikan hal buruk. Entah itu berupa pasangan yang tidak menikmatinya atau bahkan tertidur.

Suara juga dapat menjadi penanda jika pasangan melakukannya dengan benar.

Foreplay juga merupakan faktor yang sangat penting dalam seks. Antisipasi atas perubahan-perubahan posisi yang dibangun saat foreplay ialah kuncinya.

Visual adalah hal yang penting bagi pria. Lampu yang menyala dapat membantu pasangan untuk saling menatap saat melakukan seks.

Pujian yang diberikan tidak harus berupa ucapan bahwa pasangan melakukan pekerjaan yang baik. Namun, bisa dengan sesekali mengucapkan dirty talk.

Komunikasi ialah hal yang krusial dalam seks. Namun, tidak berarti harus terus menyuarakan pendapat saat melakukannya.

Komunikasi dapat berupa pemahaman tanpa suara antarpasangan.

Bahkan bisa juga berupa percakapan untuk mengekspresikan gairah dan mencoba hal-hal baru tanpa harus berhenti di tengah-tengah aktivitas seksual.

Menggunakan lebih dari satu posisi saat seks bukanlah hal yang buruk.

Kerjasama saat seks ialah hal yang esensial karena tidak ada yang ingin melakukan semua pekerjaan. Seks berupa kerjasama antar pasangan untuk saling menyalurkan gairah.

Seks ialah aktivitas yang melelahkan, atas dasar itu dianjurkan untuk tidur dan beristirahat setelah melakukannya.

 

Komentar