Melirik Payudara Wanita Bisa Panjang Umur

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 8 Desember 2017 | 09:07 WIB

Dibaca: 1 kali

Ini dia sebuah berita unik tentang umur panjang seorang pria.

Ternyata pria yang rajin memandang payudara wanita bisa  berumur panjang umur.

Betulkah?

Mmemang lucu kedengarannya.

Namun, sebuah studi yang dipublikasikan Archives of Internal Medicine, mengungkapkan, menatap atau memandangi payudara bisa membuat pria berumur panjang.

Ternyata, payudara wanita bisa menciptakan pikiran positif dan membahagiakan pria secara emosional.

Peneliti mengatakan pikiran positif dan kebahagiaan merupakan kunci utama untuk hidup lebih lama.

Nah, untuk pria kunci utama itu ada pada payudara wanita.

Memang ada beberapa resep untuk panjang umur, seperti pola makan sehat, berolahraga, cukup istirahat, atau menghindari stres.

Namun ada cara-cara yang menyenangkan, terutama bagi pria.

Apalagi di banyak negara, termasuk di negeri ini, harapan hidup pria lebih rendah dibanding wanita.

Dilansir dari Medical Daily, wanita dapat hidup lebih lama karena soal genetika. Wanita memiliki dua kromosom X, yang memberi mereka cadangan jika mutasi terjadi.

Pria tidak memiliki kemewahan itu, karena hanya adai satu kromosom X untuk mengekspresikan semua gen.

Nah, bagi pria, ada cara menyenangkan untuk menutupi kekurangan itu. Enam di antaranya adalah:

Walau terdengar kurang ajar, tapi menurut penelitian, menatap payudara memberikan manfaat untuk pria, yakni munculnya pikiran positif. Efek ini serupa jika kita gemas melihat binatang yang lucu.

Riset lima tahun silam yang diterbitkan di Archives of Internal Medicine, melihat efek dari berpikir positif terhadap kesehatan pria.

Didapati, pemikiran positif memiliki efek yang kuat pada pilihan kesehatan. Misalnya, orang yang sakit lebih bersemangat untuk sembuh, dan yang sehat ingin lebih bugar.

Setiap orang pasti suka dengan kegiatan ini. Dan ada alasan mengapa intensitas bercinta harus ditingkatkan.

Sebuah studi dari BMJ menemukan bahwa aktivitas seks dapat menurunkan angka kematian pria hingga lima puluh persen.

Seks ternyata dapat mendukung kesehatan fisik dan menjadi pereda stres. Tentunya ini dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena penyakit.

Seks juga dapat memicu produksi serotonin, hormon bahagia, yang membuat kita merasa lebih baik secara keseluruhan.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa harapan hidup meningkat tiga hingga delapan tahun pada mereka yang lebih banyak mendapatkan orgasme atau kepuasan bercinta.

Bagi sebagian orang, menikah mungkin dianggap sebagai akhir kebebasan. Memiliki pasangan sama artinya memenjarakan diri. Namun ternyata, pria yang menikah memiliki harapan hidup yang lebih tinggi. Tapi, itu tergantung pada usia saat mereka menikah.

Sebuah survei yang diikuti oleh seratus dua puluh tujuh ribu  orang Amerika menemukan bahwa pria yang menikah setelah berusia dua puluh lima tahun, cenderung hidup lebih lama dari mereka yang menikah muda.

Periset juga mempertanyakan apakah pria sehat lebih mungkin untuk menikah daripada pria yang memiliki masalah kesehatan.

Hasilnya, pria dengan masalah kesehatan lebih cepat menikah. Selain itu, penikahan mereka cenderung lebih awet atau bahkan, cepat mendapatkan kembali jodohnya setelah perceraian.

Beberapa penelitian lain juga menyebutkan bahwa menjomblo akan membuat seseorang tidak berusia panjang.

Anak adalah sumber kebahagian. Itulah sebabnya pria yang menikah dan memiliki anak hidup lebih lama dari mereka yang tidak.

Sebuah studi di Journal of Epidemiology & Community Health menemukan bahwa ketika mencapai usia enam puluh tahun, pria yang memiliki anak melihat harapan hidup mereka meningkat dua tahun sementara wanita meningkat  satu setengah tahun.

Pada usia delapan puluh, pria yang memiliki anak diperkirakan hidup delapan bulan lebih lama dibandingkan mereka yang tidak memiliki anak.

Mungkin itu sebabnya memiliki anak baik untuk Anda.

Rasa tanggung jawab ternyata memberi keajaiban. Ini memberi seseorang perasaan dibutuhkan dan berguna, sehingga memiliki tujuan dalam hidup.

Sebuah studi di Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa orang tua di panti jompo yang diberi tanggung jawab untuk merawat tanaman, mengalami peningkatan kemampuan sosialisasi, kewaspadaan, dan fungsi umum.

Kebanyakan pria mengalami kenaikan berat badan sedikit setelah mereka memiliki anak, tapi itu tak selamanya buruk.

Sebuah buku berjudul “How Men Age” berpendapat bahwa pria yang sedikit gemuk –ingat, bukan kegemukan– cenderung tidak menderita serangan jantung atau kanker prostat.

Mereka juga lebih cenderung menginvestasikan waktu untuk anak-anaknya.

Penulis buku tersebut, Richard G. Bribiescas, mengatakan bahwa kenaikan kadar lemak juga membuat mereka lebih menarik bagi wanita.

Tentu saja ini akan membuat pria hidup lebih bahagia dan berumur panjang.

Komentar