Melamun Bisa Menjadi Sumber Kreatifitas

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 Juni 2015 | 19:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Melamun? Galau?

Ya, nggaklah.

Kalau Anda memberi stempel pada melamun sama dengan galau, itu berarti Anda keliru.

Kebiasaan melamun memang kerap dianggap buruk dan sering kali dilarang.

Namun, penelitian terbaru justru membuktikan, kebiasaan melamun punya dampak positif, antara lain merangsang kreativitas dan meningkatkan kerja memori.

Studi terkini di jurnal psikologi menunjukkan bahwa membiarkan pikiran Anda “melayang” atau membayangkan sesuatu dan membuat Anda terbuai oleh lamunan berdampak baik pada proses kreatif diri Anda.

Para peneliti dari University of California, Santa Barbara, menemukan bahwa ada keterkaitan antara melamun dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Laman situs “huffingtonpost,” dalam edisi terabrunya, Selasa, 02 Mei 2015, menulis di rubrik “lifestyle”nya, melamun itu bisa bermanfaat.

Caranya, coba sedikit lebih fokus dengan diri sendiri lantas aktifitas bisa menjadikan Anda orang yang lebih inovatif dalam melakukan pekerjaan.

Sebuah studi yang melibatkan sejumlah partisipan untuk melakukan sejumlah tugas yang tak biasa menemukan seseorang yang melamun mampu meningkatkan kreativitas mereka.

Para partisipan ini diminta untuk mencoba melakukan sesuatu dengan berbagai cara sekreatif mungkin terhadap benda yang diberikan kepada mereka.

Hasilnya, para partisipan berhasil melakukan satu dari empat tugas terkait kreativitas. Mereka pun fokus untuk menyelesaikan tugas berikutnya.

Sebagian melakukan tugasnya dengan jeda dua belas menit dari tugas satu ke tugas berikutnya, atau ada yang terus-menerus menyelesaikan tugas kreatif hingga selesai.

Tantangan kreativitas ini berhasil dituntaskan oleh mereka yang memiliki kebiasaan melamun dalam skala tinggi. Para peneliti pun menyimpulkan, para pelamun ini memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang lebih baik.

Pada jurnal ini juga disebutkan, melamun berdampak baik pada kerja memori, terutama pada bagian memori yang terkait dengan kemampuan multitasking dan bisa dihubungkan juga dengan tingkat inteligensia.

Hal ini ditegaskan kembali oleh para peneliti dari Max Planck Institute for Human Cognitive and Brain Science. Mereka menemukan bahwa orang yang suka melamun saat melakukan tugas sederhana juga memiliki kapasitas memori lebih besar.

Selama ini Anda mungkin sering melarang anak-anak melamun saat belajar siang hari di kelas.

Melamun, oleh para guru atau orang tua, diidentikkan dengan kegiatan yang sia-sia.

Anda lebih menuntut anak-anak untuk selalu berada dalam kesadaran akan masa kini. Padahal tak semuanya demikian.
Ada beberapa hal yang membuat kegiatan ini sebenarnya cukup baik untuk mengail ide dan kreativitas.

Beberapa penelitian membuktikan lebih dari satu per tiga dari waktu terjaga kita manfaatkan untuk melamun, membiarkan pikiran melayang tanpa batas.

Lalu ketika dilakukan dengan pemeriksaan dengan Magnetic Resonance Imaging terlihat bahwa ketika seseorang melamun, otaknya jadi sangat aktif dan fungsi otak jadi sangat dinamis. Ini membuktikan melamun tak selamanya adalah kegiatan tanpa manfaat.

Disadari atau tidak orang yang kadang terlihat melamun sering kali menunjukkan kreativitas yang tinggi. Intinya adalah pada pengendalian.

Anda bisa mengendalikan khayalan agar lebih produktif dan bisa mendukung apa yang jadi tujuan Anda dalam hidup.

Huffingtonpost menyarikan lamunan yang sering dilakukan orang meski belum tentu diakui bermanfaat.

Anda pernah melamunkan masa depan? Bagaimana Anda akan menata hidup Anda? Dimana Anda akan tinggal? Bersama siapa? Apa yang akan Anda lakukan?

Semakin detail Anda bisa mengharapkan masa depan Anda semakin baik.

Pernahkah Anda melamunkan hari terbaik? Mereka yang berkhayal tentang hal ini, seringkali mengkhayalkan tentang apa yang akan dilakukan dengan karirnya?

Bagaimana jika dia mendapat promosi jabatan? Siapa saja yang akan bekerja sama dengannya?
Berapa gaji yang mungkin diraihnya?

Selain tentang kerja banyak orang melamun tentang hubungan asmara. Dengan siapa Anda akan menjalin hubungan? Bagaimana Anda akan bisa bertemu dengannya? Apa yang akan Anda minta darinya? Apa yang ingin Anda pelajari darinya? bagaimana si dia akan mempengaruhi Anda?

Tak jarang pula orang melamun kemana ia akan pergi saat ada kesempatan. Apa yang akan Anda lakukan? Berapa lama Anda akan berada disana? Siapa yang akan Anda ajak?

Tak perlu menjadi superhero, tapi pada dasarnya tiap orang punya hak untuk membuat perubahan di muka bumi. Jika demikian apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan membuat sesuatu yang sederhana, atau membuat sesuatu yang rumit? Sesuatu yang hanya berdampak pada lingkungan sekitar atau seluruh dunia?

Sayangnya seringkali saat berkhayal kita membatasi diri pada apa yang sudah kita miliki atau akses yang sudah kita dapatkan. Bagaimana jika kita memiliki sumber daya yang tak terbatas? Apa yang Anda lakukan jika Anda memiliki sumber daya tak terbatas itu?

Apa yang akan Anda lakukan jika terkenal? Apa yang akan Anda buat ? Apakah orang-orang akan membuat biografi tentang Anda setelah Anda tiada?

Belajar mengendalikan khayalan adalah separuh dari latihan sebelum Anda mengambil tindakan. Anda akan sangat terkejut jika mengetahui apa yang bisa Anda raih dimulai dari melamun dan merenung.

huffingtonpost dan healtmeup

Komentar