Masih Duapuluhan Sudah Ubanan?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 21 Oktober 2014 | 07:31 WIB

Dibaca: 1 kali

Banyak keluhan dari anak usia “twenty,” atau duapuluhan, tapi sudah. Lantas muncul berbagai praduga. Ada yang mengatakan terlalu banyak makan penyedap. Akibat stress. Faktor polusi. Atau pun pengaruh rokok.

Benarkah? Mungkin iya, dan mungkin tidak. Begitu kesimpulan dari ilmuwan.

Dan para peniliti secara umum menyepakati faktor muda-muda ubanan ini berasal dari adanya melanin atau pigmen yang memberikan warna natural pada rambut juga ikut mempengaruhi. Pada usia dua puluhan aktivitas melanocyte menurun dan tubuh berhenti memproduksi melanin.

Tentu punya uban di usia sangat muda sangat tidak menyenangkan. Bahkan akan mengganggu penampilan. Apalagi bagi wanita, Anda akan merasa tampak lebih tua dari usia yang sebenarnya.

Bisakah ubanan di usia muda ini dihambat?

Laman situs “zeenews india” dalam tulisan terbarunya memberi tip bahwa ubanan di usia muda bisa dihambat dengan cara-cara sederhana.

Tip pertama, “zeenews” menganjurkan agar para pemilik uban bisa menggunakan daun kari dan minyak kelapa. Sederhana bukan?

Ini adalah sebuah obat yang sempurna untuk rambut beruban. Daun kari akan mengembalikan pigmen pada rambut Anda.

Rebus segenggam daun kari segar dalam minyak kelapa selama sekitar 5-7 menit. Saring minyak dan biarkan hingga dingin. Pijat kulit kepala Anda menggunakan minyak ini dan biarkan selama setengah jam atau bahkan semalam.

Selain itu bisa juga dengan mencampur minyak almond dengan jus lemon dan gunakan pada rambut dengan menggunakan ujung jari Anda. Hal ini akan menghambat proses uban pada rambut Anda.

Masih ada cara lian lagi, teh hitam. Cukup rebus daun teh dan dinginkan. Saring air teh dan gunakan pada kulit kepala lalu biarkan selama satu jam. Setelah itu bilas dengan air dingin tanpa menggunakan sampo.

Selain bahan alami tersebut, minum air putih juga dapat membantu mengeluarkan racun di dalam tubuh. Karena racun di dalam tubuh dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk uban pada rambut.

Situs itu juga mengingatkan, keramas dengan sampo berbusa bukanlah satu-satunya cara menyehatkan rambut. Berkeramas menggunakan sampo bahkan justru memperburuk kondisi kesehatan kulit kepala dan rambut.

Percayalah bahwa bahan kimia seperti natrium lauril sulfat dan natrium sulfat laureth dalam shampo bisa merusak rambut Anda.

Semakin banyak orang yang memilih untuk mencuci rambut dengan air biasa atau baking soda justru akan lebih baik.

“Times of India,” dalam laporan investigasinya menuliskan bahwa kini banyak wanita menemukan ramuan ajaib pengganti sampo yang bisa membantu menyehatkan rambut dan kulit kepala.
Apa sajakah itu?

Bisa dengan teh chamomile. Selain baik untuk kesehatan, teh chamomile juga baik untuk rambut. Chamomile mampu melembabkan kulit kepala mencegahnya dari kering dan juga mampu melembutkan rambut. Ini menjadi solusi alami untuk membersihkan mahkota.

Lemon, yang selama ratusan tahun dipakai sebagai bahan keramas oleh ibu-ibu dipedesaan masih saja sebagai pilihan utama.

Mengingat semakin tingginya polusi di perkotaan mempengaruhi kondisi kesehatan rambut. Dan lemon, bisa dijadikan alternatif yang baik untuk mengembalikan kebersihan rambut dan kulit kepala.

Lemon memiliki sifat anti-bakteri yang membantu dalam menjaga kulit kepala tetap bersih dan tidak berminyak. Caranya mudah, encerkan jus lemon dengan air. Terapkan lemonpada kulit kepala sambil pijat lembut. Biarkan selama beberapa saat dan bilas.

Sebagai pengetahuan, minuman yang banyak merugikan kesehatan jika dikonsumsi ini ternyata memiliki khasiat tersembunyi untuk menyehatkan rambut.

Bukan hanya bermanfaat sebagai pembersih kulit kepala, bir juga mampu meningkatkan volume pada rambut sehingga rambut menjadi lebih berkembang. Kandungan karbohidrat dalam bir dipercaya untuk melembabkan rambut.

Komentar