Mari Mengenal Ciri dari Seorang Psikopat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 14 September 2018 | 14:46 WIB

Dibaca: 1 kali

Kata “psikopat” mungkin akan mengingatkan kita pada pembunuh berantai yang kita saksikan di film-film layar lebar.

Padahal, ternyata ciri-ciri psikopat tidak hanya seperti apa yang dicitrakan pada film. Ada beberapa sikap yang perlu kita waspadai ketika berinteraksi dengan orang lain.

Namun, ingatlah bahwa kesamaan beberapa sikap saja tidak bisa digolongkan pada psikopat. Untuk menentukan apakah seseorang memiliki sifat tersebut atau tidak hanya bisa dilakukan dokter jiwa.

“Lainnya hanyalah memberi spekulasi,” kata Neurokriminolog dan psikolog klinik di bidang biologi dan pikiran kriminal, Robert Schug, PhD.

Seorang psikopat mengalami fase kebosanan kronis dalam hidupnya. Salah satu hipotesa umumnya adalah mereka cenderung memiliki titik rangsangan di bawah orang lain.

Menurut Schug, itulah mengapa mereka butuh melakukan hal yang menurut mereka menyenangkan secara terus menerus untuk merasa normal.

Sementara psikolog Randall Salekin, PhD mengatakan, asumsi tersebut bisa diartikan bahwa seorang psikopat bisa saja ada di antara kelompok orang dan sering menginisiasi kegiatan yang berorientasi menyenangkan.

Salah satu aspek yang mudah memperdayakan orang adalah cara bagaimana psikopat berinteraksi.

Mereka seringkali muncul sebagai pribadi yang sebisa mungkin disukai orang lain

Paul Babiak dan Robert Here dalam buku mereka, “Snakes in Suits: When Psychopaths Go to Work” menjelaskan, seorang psikopat dengan mudah memilih topik yang penting bagi kita dan menarik simpati.

Terkadang pembahasan tersebut diikuti dengan antusiasme dan emosi tertentu. Mereka memiliki kemampuan untuk mengumpulkan sejumlah orang, hal ini bahkan sering dilakukan di tempat kerja atau bahkan penjara.

Tidak seperti para pembohong patologis yang berbohong tanpa motivasi dan kadang tak butuh alasan, pola berbohong para psikopat memiliki tujuan. Mereka cenderung menipu atau memanipulasi demi tujuan tertentu.

“Misalnya menipu orang lain agar masuk ke perangkap mereka atau mencapai hubungan emosi tertentu” kata Schug.

Hal ini bisa digunakan mereka untuk mendapatkan promosi di tempat kerja, membangun hubungan, atau mengontrol pasangannya.

Banyak dari para psikopat lebih memilih hidup pada momentum tertentu, ketimbang melakukan perencanaan masa depan. Meskipun rencna yang mereka miliki sering kali tidak realistis untuk terjadi di masa depan.

Mereka cenderung tidak mampu memahami kehidupan nyata mereka. Schug menjelaskan, jika kita bicara dengan para psikopat di penjara, misalnya, mungkin saja mereka mengatakan bercita-cita jadi astronot, ninja atau agen FBI.

“Target mereka seringkali jauh dari situasi saat itu,” ujarnya

Seorang psikopat cenderung menilai dirinya lebih baik dari orang di sekitarnya, itulah mengapa seringkali mereka tak peduli dengan dampak buruk yang terjadi dari aksi mereka.

Randall Salekin menjelaskan, dalam konteks pekerjaan, bisa jadi ia tak peduli dengan tim dan menolak saran orang lain hingga saran tersebut terbukti mampu menolong dirinya.

Seorang psikopat tidak peduli dengan dampak dirinya terhadap orang lain, apakah dari segi finansial, sosial, atau pribadi.

Hal itu diakibatkan ketidakmampuan mereka merasakan emosi bahkan bagi dirinya sendiri.

Namun, sebuah studi pada lima tahun lalu  mempelajari aktivitas otak berbagai kekerasan para psikopat dan menemukan ada area pada otak mereka yang diasosiasikan dengan berbagi penderitaan dengan orang lain.

Bagian tersebut bisa timbul dan hilang. Jadi, di lain kesempatan mereka bisa sangat empati dan manipulatif dengan orang lain.

Mudah marah Psikopat adalah seseorang yang memiliki kelebihan rasa amarah, tak peduli dengan siapapun atau apapun yang mereka sedang lakukan.

Tak hanya fisik, dia juga bisa melakukan agresi verbal secara terus menerus. Di luar hubungan, mereka bisa jadi sering marah dan sering terlibat dalam argumentasi.

Namun, seringkali pancaran pesona mereka menutupi sifat amarah tersebut

Dengan kemampuannya tampil menarik dan tak mencurigakan di depan korbannya, para psikopat bisa memikat orang-orang tak terduga ke tempat tidur. Namun, mereka tak tertarik dengan komitmen.

Seks bagi para psikopat tidak hanya tentang orang lain, namun juga tentang kemampuan untuk memainkan ego mereka.

Hal ini bisa terlihat dari beberapa hal, seperti menarik hubungan dalam risiko, berselingkuh, sembrono terhadap pengelolaan finansial, atau menabrak aturan hukum.

Seorang psikopat mengalami gangguan personal dan kepribadiannya kerap berubah. Hal ini seringkali diakibatkan pengalaman masa kecil.

Sebuah studi yang dipublikasikan di The British Journal of Psychiatry menemukan, hiperaktif dan gangguan tingkah laku spesifik cenderung mengarah secara kuat pada prilaku psikopatik di usia dewasa.

Beberapa psikopat bisa jadi terhubung dengan kejahatan kerah putih alih-alih tindakan kriminal kekerasan.

Artinya, kamu cenderung lebih mudah dimanipulasi ketimbang sakit secara fisik. Banyak kriminal yang melakukan sejumlah tindak kejahatan, seperti adiksi narkoba atau kekerasan anak. Tapi para psikopat cenderung ada di luar masyarakat.

Kepribadian seorang psikopat bisa berubah tergantung dari situasi dan jika ada manfaat yang akan didapatkannya.

Mereka bisa secara dramatis berubah dari teman kerja yang baik menjadi dingin dan seperti orang lain. Hal itu disampaikan oleh Aul Babiak dan Robert Hare dalam bukunya, “Snakes in Suits: When Psychopaths Go to Work”.

Schug mengatakan, pada psikopat perilaku yang sama terjadi terus menerus sebab kepribadian tersebut adalah gangguan. Kepribadian tersebut tercermin di tempat kerja, sekolah, keluarga, dan teman, juga keti

ka mereka remaja, muda dan dewasa. Namun, meskipun mereka dicap sebagai psikopat, hampir tidak mungkin untuk melihat apakah sikap mereka menunjukan bukti sikap psikopatik atau hanya emosi yang muncul.

Komentar