Makna Teh Hangat Kala Berbuka

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 10 Juli 2014 | 19:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Secangkir teh hangat memiliki makna kesegaran dan penutup rasa haus kala datang waktu berbuka. Tidak hanya kesegaran dan penutup rasa haus, secangkir teh hangat juga mampu menenangkan gejolak rasa lapar.

Teh hangat tentu saja akan didampingi jenis makanan manis lainnya, seperti es buah, kolak, air putih, dan es kelapa.

Tentu harus dipertanyakan mana yang lebih baik untuk dipilih sebagai pendamping teh hangat kala berbuka?

Para ahli, terutama pakar teh, sepakat mengatakan, teh sangat bagus untuk dinikmati saat berbuka karena bisa membantu mengembalikan energi yang melemah dan lesu, akibat berpuasa sehari penuh.

Para ahli juga memberi tip, teh tawar tawarlah sebagai pilihan. Karena tidak akan menambah kalori tubuh terlalu banyak. Namun, minum teh tawar ini diperbolehkan, asal paling tidak sudah ada makanan yang masuk ke dalam perut, sekalipun sedikit.”

Namun, jika tak terbiasa langsung menyantap makanan besar saat berbuka, maka tak disarankan untuk mengonsumsi teh tawar. Jika perut masih dalam keadaan kosong, sebaiknya teh yang dikonsumsi adalah teh manis. Rasa pahit teh tawar dikhawatirkan akan membuat perut yang kosong, jadi sedikit sakit dan mual.
Lantas apa dampak teh terhadap tubuh saat berpuasa.

Para ahli nutrisi meyakini teh bisa meningkat metabolisme tubuh.Berdasarkan data penelitian di Jepang senyawa kimia di dalam teh, terutama oolong bisa membantu mengaktifkan protein dalam tubuh.

Komponen teh ini mengaktifkan salah satu tipe protein yang membuat brown fat di dalam tubuh ini bisa memproduksi energi dari lemak itu sendiri.

Mekanisme ini menyebabkan aktivitas minum teh ini menjadi salah satu cara untuk mengeluarkan energi dalam tubuh

Teh juga bisa menyehatkan kulit, terutama akibat dehidrasi saat berpuasa.Mungkin belum banyak orang yang tahu kalau ternyata minum teh juga bisa membantu menyehatkan kulit.

Seperti diketahui, dua faktor yang sangat penting untuk kulit sehat adalah kelembaban dan sebum atau kelenjar minyak. Teh menjadi salah satu cara tubuh mendapatkan cairan untuk menjaga kelembaban.

Selain itu teh juga membantu menjaga keseimbangan produksi sebum atau kelenjar minyak yang menjadi pelindung pada permukaan kulit sehingga kelembaban tidak mudah hilang. Antioksidan di dalam teh juga menjadi faktor yang mampu menetralisir efek negatif dari sinar UV.

Teh juga bisa meningkat fungsi pencernaan.Gaya hidup seperti sekarang ini bisa menyebabkan konsumsi lemak meningkat. Pemilihan makanan yang kurang baik ini dapat mengakibatkan munculnya gangguan pencernaan.

Ketika di dalam tubuh, lemak hanya dapat diserap dalam tubuh dalam bentuk emulsi dan antioksidan polyphenols memiliki kemampuan untuk menghentikan proses emulsifikasi ini dan membuat lemak berlebih tidak dapat diserap dan dibuang melalui kotoran. Selain itu polyphenols melindungi organ pencernaan dari kerusakan dan menjadi salah satu faktor dalam mencegah munculnya penyakit kanker.

Yang lainnya, teh juga bisa memperbaiki fungsi syaraf.Seperti kopi, teh juga memiliki kandungan kafein. Kafein dalam teh dapat menstimulasi pusat susunan syaraf untuk meningkatkan kewaspadaan.

Peranan antioksidan sangat besar dalam tubuh. Anatomi syaraf yang sebagian besar terbuat dari lemak dan kolesterol yang sangat mudah teroksidasioleh radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Antioksidan yang cukup dapat mengurangi risiko rusaknya fungsi syaraf.

Komentar