close
Nuga Life

Makan Bareng Keluarga Itu Bisa Bikin Sehat

Laman situs healthfitnessrevolution.com, mengingatkan mereka yang punya keluarga untuk  mengukuhkan makan bersama secara rutin meraih  kesehatan dan kebahagian.

Ikutilah kebiasaan seorang ibu  ibu rumah tangga bernama Karina

Ia meluangkan waktu untuk  memasak sayuran dan ayam panggang untuk makan malam keluarganya.

Untuk anak perempuannya, ia juga khusus membuatkan telur dadar sebagai makanan favorit.

Karina menggoreng telur tersebut dengan minyak zaitun supaya tak mengandung banyak lemak jenuh.

Sementara itu, untuk suaminya yang suka teh manis, Karina pun memakai gula jagung yang lebih rendah kalori.

Tak lama kemudian, olahan yang dibuatnya di dapur sudah pindah di dalam piring-piring cantik di atas meja makan.

Seluruh anggota keluarga Karina pun berkumpul bersama menikmati santapannya sambil mengobrol seru tentang apa yang dialami mereka hari itu.

Bagi setiap orang, makanan menjadi hal yang dekat dengan keseharian.

Bahkan, pada sebuah keluarga, kebiasaan-kebiasaan yang terkait dengan makanan bisa membawa banyak dampak positif.

Pertama, kesehatan keluarga bisa terjaga dari makan bersama dan pengaturan makanannya.
Buktinya, sebuah penelitian dalam jurnal di pediatrics.aappublications.org menunjukkan makan bersama dengan keluarga bisa memperbaiki asupan nutrisi anak.

Melalui penelitian yang melibatkan lebih dari seratus delapan puluh dua ribu anak berusia tiga sampai delapan belas tahun itu, terlihat bahwa anak-anak yang setidaknya makan bersama keluarga tiga kali dalam seminggu dua puluh empat persen lebih sering mengonsumsi makanan sehat dibandingkan yang lebih jarang makan bersama keluarga.

Anak-anak tersebut juga jadi tidak kelebihan berat badan dan jarang “ngemil” tak sehat.

Tambahan lagi, seorang peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Julia A. Wolfson mengatakan kalau pengaruh kesehatan dari makan bersama keluarga bisa berasal dari frekuensi makanan rumahan yang sehat dan tidak tinggi kalori.

“Saat orang lebih sering memasak di rumah, mereka mengonsumsi karbohidrat, gula, dan lemak yang lebih sedikit dibandingkan yang jarang masak,” kata Wolfson dalam penelitiannya Home Cooking is a Main Ingredient in Healthier Diet)

Selain itu, makanan di rumah bisa dikonsumsi dan diatur sendiri dalam porsi yang wajar.

Melansir dari healthfitnessrevolution.com,  bila makan makanan dari restoran biasanya memiliki porsi yang besar, sehingga berakibat mendorong masalah obesitas di Amerika.

Tak hanya dari segi porsi, makanan yang tergolong tak sehat bisa diolah lebih sehat dengan memasaknya di rumah. Misalnya seperti Karina, makanan yang biasanya digoreng dengan mentega atau minyak yang tinggi lemak jenuh, digantinya dengan minyak jagung atau minyak zaitun.

Manfaat dari makan bersama keluarga pun tak bisa disepelekan.

Melansir dari theatlantic.com,  data yang ditunjukkan Organization for Economic Cooperation and Development juga menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih sering makan bersama keluarganya cenderung semangat sekolah dan jarang bolos.

Secara psikologis, saat-saat makan bersama itulah, semua anggota keluarga berkumpul, bertukar cerita dan keluh kesah, saling memberi dukungan, sehingga bisa jadi momen untuk lebih dekat satu sama lain

Tak hanya makan, aktivitas masak bersama pun akan menjaga ikatan keluarga itu sendiri.

Memasak bersama melibatkan interaksi keluarga sejak awal, mulai dari tahap perencanaan, seperti memilih menu dan belanja, hingga tahap pengolahan dan konsumsi.

Tidak perlu menu masakan yang rumit. Yang penting ajak seluruh anggota keluarga, dan laukan dengan bersenang-senang

Mengingat manfaat yang didapat, rutin makan bersama keluarga dan menjadwalkan masak bersama perlu dicoba. Untuk itu, sediakan selalu bahan masakan yang segar dan sehat.