Jenis Depresi Beserta Ragam Pemicunya

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 14 November 2017 | 13:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman “hello sehat,” hari ini, Selasa, 14 November, kembali menulis tentang depresi dengan macam-macam jenis dan penyebabnya.

Menurut “hello sehat,” pada dasarnya, depresi merupakan gangguan mood yang jauh lebih serius daripada merasakan kesedihan yang berlarut-larut.

Akan tetapi, depresi itu ada banyak jenisnya.

Selain itu, gejala-gejala dan keluhan depresi juga biasanya berbeda-beda pada setiap orang.

Lantas  apa saja jenis depresi yang harus diketahui? .

Pertama  adalah depresi mayor  atau dikenal dengan depresi berat

Depresi mayor juga dikenal dengan istilah depresi berat atau depresi klinis.

Depresi mayor merupakan salah satu dari dua jenis depresi yang paling sering terdiagnosis. Anda bisa didiagnosis dengan depresi mayor apabila gejala-gejala kesedihan, keputusasaan, dan kesepian sudah berlangsung selama dua minggu lebih.

Gejala depresi mayor pada umumnya cukup serius sehingga efeknya sangat terasa pada aktivitas dan kualitas kehidupan seseorang.

Misalnya Anda jadi tidak nafsu makan sama sekali, badan lemas sehingga tidak ada dorongan untuk bekerja atau beraktivitas seperti biasa, serta menghindari orang-orang seperti di tempat kerja atau dalam keluarga.

Hingga saat ini penyebab pasti dari depresi mayor belum dapat diketahui. Namun, beberapa hal yang bisa memicu depresi antara lain keturunan, pengalaman buruk, trauma psikologis, serta gangguan susunan kimiawi dan biologis otak.

Jenis depresi lainnya yang paling sering terdiagnosis adalah depresi kronis.

Beda dengan depresi berat, jenis depresi kronis biasanya dialami selama dua tahun berturut-turut atau lebih. Akan tetapi, keparahan gejalanya bisa lebih ringan atau berat daripada depresi berat.

Depresi kronis pada umumnya tidak terlalu mengganggu pola aktivitas, tapi cenderung memengaruhi kualitas kehidupan.

Misalnya jadi tidak percaya diri, pola pikir terganggu, sulit berkonsentrasi, dan mudah putus asa.

Pemicunya ada banyak. Mulai dari faktor keturunan, gangguan kesehatan jiwa lainnya seperti gangguan bipolar dan kecemasan, mengalami trauma, memiliki penyakit kronis, dan cedera fisik di kepala.

Ada juga depresi situasional merupakan jenis depresi yang tidak begitu menentu.

Biasanya, jenis depresi ini ditandai dengan munculnya gejala depresi seperti merasa murung dan adanya perubahan pola tidur dan pola makan ketika ada kejadian yang memberikan tekanan mental yang cukup tinggi.

Secara sederhana, munculnya gejala depresi tersebut disebabkan oleh respon otak terhadap stres. Pemicu depresi situasional berbeda-beda.

Bisa dari kejadian yang bersifat positif seperti pernikahan atau menyesuaikan tempat kerja yang baru hingga kehilangan pekerjaan, perceraian, atau perpisahan dengan keluarga dekat.

Orang yang mengalami gangguan suasana hati musiman akan mengalami gejala depresi yang berbeda-beda, tergantung pada musimnya.

Munculnya gangguan ini memang sangat berkaitan dengan perubahan waktu pada musim dingin atau musim hujan yang cenderung menjadi lebih pendek dan sangat sedikit sinar matahari.

Gangguan ini akan membaik dengan sendirinya ketika cuaca sudah lebih cerah dan hangat.

Jenis depresi ini biasanya dialami oleh orang yang punya gangguan bipolar. Pada gangguan bipolar, pasien bisa mengalami dua kondisi yang saling bertolak belakang, yaitu depresi dan mania.

Kondisi mania ditandai dengan munculnya perilaku atau emosi yang meluap-luap. Misalnya rasa gembira atau ketakutan yang membuncah dan tidak bisa dikendalikan.

Kebalikannya, kondisi depresi pada gangguan bipolar ditunjukkan dengan sensasi tidak berdaya, putus asa, dan sedih.

Kondisi ini pun bisa membuat seseorang mengurung diri di kamar, bicaranya sangat lambat seolah sedang melantur, dan tidak mau makan.

Depresi postpartum terjadi pada wanita beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan

Munculnya gejala depresi berat pada masa postpartum dapat berdampak pada kesehatan dan ikatan batin antara ibu dan bayi.

Depresi ini bisa bertahan cukup lama, biasanya sampai ibu sudah haid lagi setelah melahirkan.

Penyebab utama dari depresi postpartum adalah perubahan hormon, di mana hormon estrogen dan progesteron yang tadinya cukup tinggi pada masa kehamilan menurun secara drastis setelah melahirkan.

Jenis depresi ini dikenal juga dengan istilah Premenstrual Dysphoric Disorder atau dikenal denganPMDD.

Kondisi ini berbeda dengan premenstrual syndrome

Pasalnya, PMDD merupakan gangguan mood yang serius hingga mengganggu keseimbangan emosi dan perilaku.

Gehala-gejala yang ditimbulkan antara lain munculnya kesedihan, kecemasan, gangguan mood ekstrem atau sangat mudah marah.

PMDD kemungkinan disebabkan oleh adanya riwayat depresi sebelumnya pada seseorang dan bertambah parah ketika terjadi perubahan hormon atau memasuki masa PMS.

Komentar