“Lelaki Itu Adalah Sosok Oedipus Complex”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 6 Mei 2014 | 09:25 WIB

Dibaca: 2 kali

Lelaki? Ya. Lelaki itu adalah sosok “Oedipus.” Senang diperhatikan dan senag dibelai dan dimanja oleh pasangannya. Dan lelaki itu, secara umum, adalah tipikal yang senang dengan wanita “mature.” Atau wanita “matang.”

Tak percaya? Cobalah Anda ingat, hai sang istri atau wanita yang sedang di”mabuk” pacaran tentang tingkah laku seorang lelaki. Cobalah kembalikan ingatan Anda jika ia ngambek atau uring-uringan.

Ia pasti akan takluk kala Anda belai, peluk dan membujuknya dengan sesuatu kalimat yang membuatnya takluk lagi.

Pelukan merupakan ungkapan kasih yang memiliki efek besar. Bukan hanya bersifat menenangkan, sentuhan fisik ini juga menimbulkan perasaan menyatukan, bahkan dapat menyembuhkan.

“Luar biasa, saya merasakan benar manfaat pelukan sebagai sebuah self-healing,” kata Robert Dale penulis terkenal di Inggris.

Dahsyatnya kekuatan pelukan juga dirasakan oleh Dale, ketika ia “jatuh” dari sebuah tamparan kejiwaan dan istrinya memberi semangat. Pelukan adalah bentuk komunikasi non-verbal yang efektif.

Sebuah penelitian dengan taraf internasional dan digagas oleh para ahli sosiologi dari Kinsey Institue of Indiana University, menyatakan hal yang sebaliknya. Hasil survei melaporkan bahwa pria juga membutuhkan belaian dan ciuman.. Bahkan, tahap cium dan peluk ini dianggap pria sebagai penentu kebahagiaan hubungan.

Survei melibatkan yang melibat lebih dari seribu pasangan di lima negara, yakni Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Brasil, dan Jepang. Rentang usia para responden yang dilibatkan adalah kisaran empat puluh hingga tujuh puluh tahun.

Semua pasangan yang menjadi responden pada penelitian ini mengaku sudah hidup selama satu tahun. Namun, kebanyakan dari mereka telah secara resmi menikah selama dua puluh lima tahun.

Hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Archives of Sexual Behaviour ini, menguak fakta bahwa kaum wanita merasa aktivitas cium, peluk, dan belaian tidak terlalu berpengaruh pada kebahagiaan mereka sehari-hari.

Sementara itu, para pria justru mengaku bahwa mencium dan memeluk istri atau pasangan membuat mereka tiga kali lebih bahagia.

Seperti yang dikutip dari surat kabar paling terkenal di Inggris, “The Telegraph”, salah satu peneliti bernama Julia Heiman menerangkan bahwa kepuasan seksual pada wanita terus berubah seiring usia.

Pasalnya, mengurus rumah tangga, anak, dan bekerja, membuat mereka lebih mudah lelah. Bahkan responden wanita mengaku lebih baik tidur dibandingkan bercinta.

“Kecenderungan yang terjadi pada wanita adalah ekspektasi seksual mereka berubah semenjak kehadiran anak. Namun, kondisi yang demikian tidak terjadi pada pria. Sebaliknya, semakin matang usia pria, mereka semakin manja dan butuh waktu bermesraan lebih lama. Tak ayal tuntutan tersebut membuat wanita tertekan,” terang Julia.

Akhirnya, lewat penelitian ini Julia menyimpulkan bahwa banyak hal variatif yang terjadi pada gejolak seksual dan emosional yang dialami oleh pria serta wanita. Temuan-temuan baru ini diakui olehnya bisa menjadi acuan untuk semua pasangan di dunia dalam mempertahankan hubungan atau rumah tangga mereka.

sumber : The Telegraph

Komentar