Lelaki Cuek dan Narsis Dimata Wanita

Penulis:: Darmansyah

Minggu, 11 Juni 2017 | 12:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Mencari pasangan ideal bukan perkara mudah.

Sebab, Anda tidak akan pernah tahu mengenai itikad dan karakter seseorang sampai Anda benar-benar dekat dengan mereka.

Lalu, apa yang terjadi ketika Anda resmi berpasangan dan karakter-karakter buruk si dia pun mulai terkuak?

Tentu saja, Anda merasakan penyesalan.

Mendapati bahwa pasangan Anda memiliki sifat narsistik merupakan mimpi buruk.

Sebab, menjalani hubungan dengan pria narsis serupa dengan permainan rollercoaster yang membuat emosi naik turun.

Pria narsis biasanya mengagumi pasangannya secara berlebihan di fase awal hubungan. Kemudian, mereka bisa menghilang tanpa kabar berita.

Kondisi ini bisa terjadi berulang-ulang. Melelahkan.

Menurut Elinor Greenbert, PhD., penulis buku bertajuk Borderline, Narcisstic, and Schizoid Adaptations, pria narsis mencari pasangan yang bisa meningkatkan status sosial mereka.

Jadi, jika mereka berhubungan dengan seorang wanita, maka tujuannya adalah untuk memperbaiki atau menyempurnakan status sosial.

Kebanyakan pria narsis, menurut Greenbert, ketika mengucapkan cinta, maka mereka tidak bermaksud tulus.

Maksud ekspresi cinta itu bukan karena benar-benar datang dari hati, tetapi mereka senang orang lain melihat diri mereka lebih baik ketika bisa menaklukan Anda.

Namun, ketika mereka melihat ada kekurangan Anda yang bisa menciderai persepsi orang lain pada diri mereka, maka tanpa banyak waktu menunggu, mereka akan begitu saja meninggalkan Anda.

“Pria narsis itu adalah orang yang paling kesepian di dunia. Mereka selalu hidup demi penilaian orang lain. Jadi, jika lingkungan sosial memandang bahwa berpasangan merupakan sebuah pencapaian, maka mereka tidak akan membiarkan diri berstatus lajang,” urainya.

Kebiasaan para pria narsis, kata Greenbert, selalu memiliki pasangan cadangan sebagai pengganti jika hubungan yang sedang dijalani karam di tengah jalan.

“Tak hanya menyebalkan, pria narsis juga jarang yang setia,” pungkasnya.

Sementara itu pria yang agak cek jstru sangat digila-gilai oleh para wanita.

Saat sedang naksir seorang wanita, pria biasanya akan berusaha keras merebut perhatiannya. Mulai dari menanyakan kabar lewat aplikasi pesan, mengantarkan pulang, atau memberi mention di media sosial, rajin dilakukan saat pendekatan.

Sayangnya, usaha-usaha tersebut seringkali tidak mempan. Terus-menerus berusaha mendekatinya justru bisa membuat calon kekasih kesal.

Bukan karena cinta bertepuk sebelah tangan, tapi ia merasa jengah dengan sikap posesif.

Menurut penelitian terbaru, meski kita perlu menunjukkan perhatian pada wanita yang ditaksir, tapi jangan berlebihan. Justru sikap sedikit cuek akan membuat mereka penasaran.

Dalam studi yang dilakukan oleh tim dari Norway’s University of Science and Technology dan University of New Mexico, diketahui bahwa hormon oksitosin yang berpengaruh besar pada hubungan antar manusia, justru akan lebih banyak dilepaskan otak saat seseorang merasa hubungannya agak renggang.

Oksitosin merupakan hormon yang berperan dalam interkasi sosial, reproduksi seksual, dan juga proses kelahiran.

Fungsi hormon ini sangat kompleks sebenarnya, namun bisa membuat ikatan lebih kuat.

“Dari penelitian kami diketahui bahwa oksitosin akan meningkat saat seseorang merasa terlibat lebih dalam di sebuah hubungan, tapi juga saat keterlibatannya rendah,” kata tim itu dalam laporannya.

Jika diterjemahkan dalam konteks PDKT, maka saat seseorang merasa pasangannya sedikit cuek, terlihat tidak terlalu tertarik pada hubungannya, maka kadar hormon ini akan meningkat.

Dengan demikian, ia pun akan berusaha melakukan upaya untuk mendapatkan perhatian kita.

Komentar