Lari Bisa Menjauhkan Kematian Dini

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 6 Januari 2016 | 10:39 WIB

Dibaca: 0 kali

“Berlarilah, Anda akan dijauhi kematian dini.”

Itulah tulisan pembuka di “daily mail,” Rabu, 06 Januari 2016, yang membahas olahraga dan kebugaran untuk setahun mendatang.

Alasan tak banyak waktu?

“Jangan pernah menjadikannya sebagai alasan,” lanjut “mail.”

Cukup lima menit, Anda bisa merasakan manfaat layaknya berlari santai selama empat puluh lima menit?

Caranya?

Berlarilah secepat yang Anda bisa tanpa berhenti selama lima menit.

Profesor Cecilie Thogersen-Ntoumani dari Curtis University dan tim peneliti mengatakan, “Sekitar lima puluh persen orang dewasa menghentikan program olahraga yang telah mereka buat dalam enam bulan pertama.”

Sehingga, mayoritas penduduk di seluruh dunia gagal mencapai waktu yang direkomendasikan untuk berolahraga, yaitu seratus lima puluh menit atau lebih per minggu.

“Kurangnya waktu” menjadi alasan yang paling sering digunakan.

Untuk itu, tim peneliti mencoba menganalisa jenis olahraga seperti apa yang bisa menghasilkan manfaat besar, namun hanya memakan waktu sebentar.

Tak perlu waktu lama kan untuk tetap bugar

Olahraga lari kini makin diminati dan telah menjadi gaya hidup masyarakat di perkotaan.
Lari adalah olahraga yang terbilang mudah dan murah.

Modal utama dari berlari sebenarnya hanya sepatu lari.

Aktivitas ini pun bisa dilakukan di mana saja.

Dari sisi kesehatan, olahraga lari memiliki berbagai manfaat.

Berlari merupakan cara ampuh untuk membakar kalori berlebih di tubuh.

Bagi pemula, cobalah untuk berlari secara bertahap dari segi waktu dan kecepatan. Jika rutin dilakukan, Anda bisa berlari selama satu jam dan membakar kalori lebih banyak lagi.

Lari juga salah satu jenis olahraga aerobik yang menyehatkan jantung.

Lari bisa melebarkan pembuluh darah dan melancarkan sirkulasi darah ke jantung. Namun, sebelum berlari, pastikan detak jantung Anda normal.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berlari bisa menurunkan risiko menderita Alzheimer hingga enam puluh persen.

Alzheimer merupakan penyakit yang ditandai dengan pikun yang umumnya terjadi pada orang lanjut usia.

Aktivitas fisik lainnya seperti berjalan santai bagi orangtua juga bisa menurunkan risiko Alzheimer.

Olahraga lari bisa menurunkan stres. Saat kita melakukan olahraga jenis aerobik ini, akan terjadi pelepasan hormon endorfin.

Hormon endorfin dikenal sebagai hormon bahagia sehingga kadar hormon stres pun menurun.

Secara rutin lari juga bisa menurunkan berat badan.

Menurut sebuah penelitian, lemak berlebih dalam tubuh sudah bisa berkurang jika berlari dalam waktu tiga hari berturut-turut.

Jika rutin berlari setelahnya, maka bisa mengurangi lemak lebih banyak lagi.

Namun, lari tidak disarankan untuk orang yang kelebihan berat badan atau obesitas karena justru bisa merusak persendian di daerah lutut.

Sebaiknya turunkan dulu berat badan dengan olahraga lain seperti bersepeda, berenang, dan juga dari sisi mengatur pola makan.

Sudah rutin berlari setiap hari, namun Anda mendapati lemak pinggang tak kunjung hilang?

Itu tandanya Anda perlu mengubah cara berlari. Lakukan selama satu bulan ke depan untuk perut, pinggul, dan paha yang lebih kencang.

Berlari atau berjalan dengan kecepatan berbeda, terbukti efektif mengurangi lemak perut dan mempercepat metabolisme tubuh, ketimbang bergerak pada kecepatan yang sama selama latihan.

Cobalah kondisikan tubuh Anda untuk berlari santai selama lima belas menit, lalu berlari sangat cepat dalam waktu yang sama, kemudian lambatkan lari Anda selama itu pula.

Ini akan membuat kalori yang terbakar tiga puluh persen persen jauh lebih banyak.

Bila kebiasaan berlari tak mampu membakar lemak secara efektif, Anda mungkin perlu menambahkan waktu latihan lebih lama.

Apalagi, jika Anda memang benar-benar ingin menurunkan berat badan.

Setiap kali Anda berjalan cepat selama lima menit, Anda telah membakar sekitar 45 kalori. Dan angka itu bisa memotivasi Anda untuk terus berjalan cepat, bukan?

Kegiatan ini bisa Anda lakukan di mana saja tanpa perlu ke gym. Anda bisa berjalan atau berlari di tempat dengan mengangkat lutut setinggi perut.

Tanpa sadar, Anda telah menguatkan otot-otot bagian bawah, sepeti perut dan paha.

Untuk perut yang lebih rata, berkonsentrasilah untuk lebih banyak menggunakan otot perut ketimbang kaki, lalu angkat lutut setinggi yang Anda bisa.

Untuk peringatan bagi Anda yang senang olahraga lari, jangan gunakan jaket.

Berlari menggunakan jaket pada cuaca panas sama sekali tidak ada gunanya.

Tindakan salah kaprah tersebut justru bisa berakibat fatal bagi tubuh.

Lari memakai jaket bisa membuat tubuh dehidrasi karena terlalu banyak cairan yang dikeluarkan.

Setelah itu, suhu tubuh bisa menjadi sangat tinggi hingga akhirnya menyebabkan heat stroke jika tidak segera mengonsumsi cairan.

Saat kita lari, suhu tubuh itu tinggi. Namun, Tuhan menciptakan keringat supaya suhu tubuh tidak terlalu panas.

Jadi, keringat itu dikeluarkan untuk mendinginkan suhu tubuh. Kalau sudah dehidrasi, tidak ada cairan, suhu tubuh kita akan terlalu tinggi

Saat suhu tubuh tinggi, pemakaian jaket juga hanya memperparah kondisi tubuh.

Komentar