Langsing? Jangan Tempuh Jalan Pintas

Penulis: Darmansyah

Rabu, 16 Oktober 2013 | 17:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Jangan pernah menjadikan obat pelangsing sebagai pilihan nomor satu untuk mencari berat badan ideal. Terlalu besar resikonya. Boleh-boleh saja menjalani program pelangsingan badan dengan menggunakan obat, tapi tempatkan posisinya di “second line.”

Artinya tidak di urutan utama. Dan juga obat yang dipergunakan harus betul-betul aman secara “academis.” Aman dari komposisi “racun” dan tidak memiliki dampak efek samping.

Jangan pernah menghalalkan untuk mendapatkan berat dan bentuk badan ideal karena terobsesi “mimpi” langsing. Untuk itu, lakukan tahapan dasar, dengan mengatur pola makan diimbangi aktivitas fisik atau berolahraga.

Pogram pelangsingan harusnya dilakukan dengan menjalankan diet sehat dan aktivitas fisik. Jika tahapan dasar ini tak juga memberikan hasil memuaskan, baru bisa dilanjutkan melalui terapi dengan menggunakan obat dan atau suplemen atau istilahnya “pharmakoterapi”.

Menjalani program pelangsingan harus dijalankan dengan konsep “back to basic.” Jikapun harus menggunakan obat, pilihlah obat yang aman dan tentunya dengan konsultasi dokter.

Berhasil atau tidaknya program pelangsingan tubuh sangat bergantung kepada kebutuhan dan motivasi pasien. Karenanya, komitmen untuk menjalankan tahapan dasar mengatur pola makan dan olahraga sangat menentukan keberhasilan program.

Kerjakan lebih dahulu yang dasar ini, jika tak berhasil tambahkan obat, atau tahapan paling atas adalah operasi untuk mengecilkan lambung atau bypass.

Baik pasien maupun dokter perlu menganalisa kembali tahapan yang sudah dilakukan. Artinya, sebelum memutuskan melakukan bypass, dokter sebaiknya memotivasi pasien untuk lebih disiplin menerapkan tahapan dasar program pelangsingan.

“Dokter harus menanyakan apakah tahapan dasar sudah dilakukan dengan benar atau tidak. Sebaiknya dokter memotivasi pasien melakukan tahapan dasar dan tak sekadar mengiyakan ketika pasien menginginkan operasi,” imbuhnya.

Jika menjalani bypass saja perlu dipertimbangkan lebih matang, apalagi dengan cara lain seperti sedot lemak yang bukan menjadi solusi mengatasi kegemukan atau obesitas.

Jadi, tak bisa sembarangan mengatasi problem kegemukan, apalagi dengan cara instan. Back to basic menjadi cara paling aman mendapatkan tubuh ideal, diet dan olahraga.

Sebagai wanita, perlu pemikiran yang cerdas, untuk mendapatkan berat badan dan bentuk tubuh ideal. Perlu kehati-hatian dalam memilih metode penurunan berat badan. Jangan sembarangan membeli obat pelangsing yang dijual bebas.

Obat pelangsing atau obat anti-obesitas sebenarnya adalah obat keras sehingga memerlukan resep dokter dan diperlukan konsultasi untuk menentukan dosis yang tepat.

Salah satu bahaya dari konsumsi obat anti-obesitas sembarangan adalah kerusakan lever dan hepatitis. Hal tersebut sudah dibuktikan di Hawaii, Amerika Serikat. Pemerintah menarik suplemen penurun berat badan OxyElite Pro.

Dalam sebuah penyelidikan, terbukti ada 10 laporan kasus gagal lever akut setelah mereka mengonsumsi obat tersebut.

Meski suplemen tersebut tidak beredar di Indonesia, tetapi sebaiknya Anda lebih bijaksana sebelum mengonsumsi obat pelangsing.

Bila Anda mengonsumsi obat, suplemen, atau herbal penurun berat badan, waspadai munculnya tanda-tanda berbahaya. Misalnya, rasa nyeri atau tidak nyaman pada perut, kelelahan, nafsu makan hilang, mual dan muntah, serta kulit atau mata menjadi kuning.

Obat pelangsing juga seharusnya tidak membuat kita buang air kecil atau buang air besar terus-menerus karena bisa menyebabkan dehidrasi.

Tentu saja, pilihan paling aman untuk menurunkan berat badan adalah pengaturan pola makan yang diimbangi dengan rutin berolahraga. Pada akhirnya, tujuan jangka panjang dari diet bukanlah semata menjadi langsing, melainkan juga menjadi sehat.

Komentar