Langkah Sederhana ‘Foreplay’ Lebih ‘Panas’

Penulis: Darmansyah

Rabu, 21 Februari 2018 | 09:05 WIB

Dibaca: 2 kali

Jangan pernah malas melakukan “foreplay” kala Anda ingin menghasilkan kualitas bercinta yang hebat.

Foreplay memang banyak dikeluhkan oleh para wanita terutama untuk para lelaki.

Para lelaki mengesankan ingin buru-buru mendapat kenikmatan, padahal hubungan intim bukan hanya soal kepuasan individu, tapi juga makin dekatnya ikatan dengan pasangan.

Menurut Elizabeth Santosa, psikolog sekaligus sexpert, hal ini bisa disebabkan oleh budaya Indonesia yang masih menganggap tabu ekspresi cinta di luar kamar. Suatu hal yang tabu jika ada pasangan yang berciuman atau berpelukan di tempat umum.

Lalu, bagaimana solusinya?

Wanita sering menganggap bahwa foreplay seharusnya dimulai dari pasangannya. Namun, Elizabeth membocorkan strategi yang bisa diambil kaum hawa agar pasangan tak lagi absen untuk foreplay.

Elizabeth atau akrab disapa Lizzy ini berkata, wanita perlu mengeksplorasi diri. Meski tak semua wanita mau dan berani terbuka, tapi hal ini penting.

Wanita perlu mengeksplorasi di bagian tubuh mana ia suka disentuh. Foreplay memang erat dengan sentuhan secara fisik sebelum memasuki sesi utama.

Setelah tuntas mengeksplorasi diri, kini mulai dengan pasangan. Cari waktu yang pas untuk memulai obrolan.

Lizzy menyarankan wanita untuk mencari waktu yang pas, bukan saat pasangannya sedang lelah atau stres menghadapi pekerjaan.

“Tidak semua pria peka, maka ajak dia berkomunikasi, utarakan keinginan Anda,” katanya saat peluncuran varian baru Fiesta beberapa waktu lalu.

“Ingin pasangan berubah, jangan hanya modal doa, tapi berusaha,” ujar Lizzy lugas.

Meski disambut tawa hadirin, Lizzy menekankan bahwa tanpa usaha, pasangan tak akan berubah.

Namun, tak ada perubahan yang instan. Saat di ranjang, perbanyak bahasa nonverbal. Gunakan gestur untuk menyampaikan keinginan pada pasangan.

Take a role model, lanjut Lizzy, artinya beri contoh seperti apa wanita ingin diperlakukan. “Kecup dia dulu di bagian mana kita ingin dikecup, just take a role model,” pungkasnya.

Untuk Anda tahu foreplay bisa jadi sesi ‘pembuka’ sebelum pasangan memasuki sesi utama yakni penetrasi.

Sesi ini sebenarnya sama pentingnya dengan sesi utama, sebab foreplay membuat perempuan siap untuk menerima penetrasi.

Akan tetapi banyak lelaki  jarang melakukan foreplay.

Lelaki umumnya sering tergesa-gesa, buru-buru makanya melupakan foreplay, padahal pasangan belum siap

Lantas kenapa dibutuhkan foreplay?

Foreplay itu  seduction, ungkapan rasa sayang yang bisa terwujud dalam ciuman, pelukan, dan itu dilakukan di kamar, bukan di restoran atau tempat umum, itu tabu.

Foreplay itu dimulai sejak sebelum pasangan masuk kamar.

Foreplay tak hanya sentuhan fisik, tapi juga bisa melalui bisikan kata-kata manis atau aroma yang menggoda.

Foreplay memang berfungsi untuk membuat pasangan terhanyut dalam luapan perasaan dan rangsangan seksual.

Ketika hal itu sudah mengalir dan pasangan sudah hanyut di dalamnya, kegiatan bercinta pun tidak diragukan lagi akan mencapai puncak yang tidak terbayangkan.

Selain itu, foreplay juga berguna untuk merangsang dan sebagai pelumas organ intim perempuan untuk berhubungan seksual.

Ketika organ intim perempuan dalam keadaan kering maka ia akan merasakan sakit ketika hubungan seksual dilakukan.

Namun, tidak sedikit juga pasangan yang malu-malu untuk memulai foreplay karena takut mengecewakann pasangannya sebelum bercinta.

Rasa malu-malu itu pun dapat mengakibatkan pemanasan terasa membosankan sehingga menghilangkan gairah keduanya.

Dilansir dari berbagai sumber, pemanasan yang membosankan memang akan berdampak fatal saat bercinta.

Gairah yang awalnya menggebu-gebu pun akan hilang dan terburuknya hubungan seksual pun tidak akan dilakukan.

Ketika telah mengenal pasangan masing-masing, seseorang pasti sudah mengetahui di mana saja daerah sensitif yang dapat menaikkan gairah mereka. Berikut ini adalah cara untuk membuat foreplay tidak membosankan:

Sebelum foreplay, setiap pasangan mungkin dapat saling membacakan cerita yang mengarah pada hubungan seksual.

Bacaan dinilai dapat menaikan imajinasi dan rangsangan sebelum akhirnya bersentuhan satu sama lain.

Membacakan cerita dapat dilakukan secara bergantian. Saat bacaan mengarah pada hal-hal sensitif mungkin dapat disertai juga dengan sedikit sentuhan di bagian intim pasangan.

Buku-buku bacaan seksual dinilai oleh sebagian psikolog sebagai hal yang lebih baik daripada film biru. Imajinasi seseorang pun akan tertuju kepada pasangannya.

Saat jari-jari sudah mulai bersentuhan maka Anda pun akan membiarkan foreplay mengalir begitu saja.

Selain bacaan, mungkin seseorang juga dapat melakukan sedikit perbincangan nakal yang mengarah pada hubungan seksual. Namun, jangan melakukan dengan cara yang menjijikan sehingga dapat membuat pasangan menjadi malas.

Foreplay yang menyenangkan pun dapat dilakukan dengan membuat sang pria berimajinasi tentang pasangannya.

Hal itu menjadi penting karena sebagian pria dinilai dapat bergairah ketika melihat pasangannya secara langsung melakukan hal-hal yang tidak terduga.

Tampilan visual yang langsung di depan mata mereka akan merangsang mereka untuk berimajinasi lebih liar.

Pasangan perempuan dapat melakukan aksi kecil seperti mendorong pasangannya ke tempat tidur atau menanggalkan pakaiannya secara perlahan.

Walau sederhana, tetapi hal itu dapat membuat foreplay terasa lebih seru dan menyenangkan.

Selain kedua hal itu, pasangan dapat mengawali foreplay dengan mandi bersama dengan sedikit aromaterapi. Wangi yang menempel pada tubuh pun dinilai sebagai salah satu cara untuk menaikkan gairah.

Mungkin banyak pasangan yang menilai ciuman sebagai salah satu hal biasa. Padahal, ciuman dapat menjadi awal untuk membuat pasangan terangsang. Selain itu, ciuman juga dapat menjadi pernyataan kasih sayang untuk pasangannya.

Setiap pasangan juga harus mengetahui daerah sensitif di tubuh kekasihnya. Jika sudah mengetahuinya, pria atau perempuan dapat memberikan ciuman lembut di daerah sensitif tersebut.

Hal itu dinilai dapat membuat foreplay mengalir hingga berhubungan seksual. Kebanyakan perempuan merasa malu ketika mereka ingin menyampaikan bagian mana yang paling disukai untuk disentuh.

Padahal, ketika hal tersebut dikatakan kepada pasangannya maka akan membuat pasangan semakin tergoda untuk memberikan kenikmatan di bagian yang Anda sukai.

Jika seseorang malu untuk mengutarakannya dengan bicara, maka mereka dapat mengarahkan tangan pasangannya ke bagian sensitif.

Dengan mengarahkan bagian mana yang Anda sukai, pasangan pun akan segera mengerti dan berusaha untuk memuaskan Anda.

Persiapan yang matang akan membuat foreplay sempurna. Seseorang dapat mempersiapkan lagu-lagu romantis untuk menyatakan perasaan kepada pasangannya.

Lagu romantis dinilai dapat menaikkan gairah untuk orang-orang yang sedang dilanda asmara.

Komentar