Kurang Tidur? Libido Wanita Terjun Bebas

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 31 Maret 2017 | 15:50 WIB

Dibaca: 1 kali

Dampak dari kurang tidur ternyata bukan hanya menghancurkan fokus atau merusak mood seharian.

Baru-baru ini peneliti menemukan efek dari kurang tidur–khususnya bagi wanita–berimbas pada tingkat libido mereka.

Juliana Kling, M.D., dokter spesialis kesehatan wanita dari Mayo Clinic, Scottsdale, Arizona, menemukan lima puluh dua persen dari seratus  ribu wanita mengalami aktivitas seksual yang buruk selama setahun, lantaran wanita mengalami gangguan tidur sepanjang malam.

“Ada banyak studi melihat bagaimana kesulitan untuk tidur pada akhirnya memengaruhi konsentrasi, tapi saya juga menduga ini berdampak pada fungsi seksual wanita,” kata Kling, dikutip dari Real Simple.

Wanita yang lebih rentan dengan kondisi ini, lanjut Kling, adalah mereka yang akan memasuki masa menopause.

Namun, faktor penyebab kesulitan tidurnya sendiri terjadi dari faktor usia dan status kesehatan wanita termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan depresi.

Kling menjelaskan, saat seorang wanita menopause mengalami gangguan tidur di malam hari sehingga kurang tidur, maka tubuh dan pikirannya tidak akan bekerja dengan baik di esok harinya.

Hal tersebut berdampak secara terus sehingga mereka juga akan kehilangan hasrat bercinta karena kondisi tubuh yang tidak fit.

“Untuk mengatasinya pasangan harus dapat menjadwalkan tidur tepat dan cukup waktu agar terhindar dari penurunan libido,” kata Kling.

Ada banyak faktor yang membuat pasangan memiliki seks hebat dan memuaskan.

Bila pasangan ingin memiliki seks menyenangkan hingga lanjut usia, pastikan istri setiap malam memiliki kualitas tidur yang baik.

Sebuah studi menyebutkan, bila wanita tidur nyenyak dan berkualitas bakal memiliki kehidupan seks hebat.

Studi ini melaporkan para wanita amat puas dengan kehidupan seksual saat ini.

Mereka yang merasa puas itu merupakan wanita yang memiliki tidur sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam.

Beda halnya dengan wanita yang alami masalah tidur, seperti tidur kurang atau insomnia, mereka memiliki kepuasan seksual lebih rendah dibanding yang memiliki tidur berkualitas.

“Ada banyak penelitian yang mengamati kehidupan orang yang susah tidur. Mereka cenderung jadi lebih mudah lelah dan sulit konsentrasi di siang hari. Dan saya menduga efek sama terjadi pada fungsi seksual,” kata penulis studi dari Mayo Clinic, Juliana Kling.

Sehingga lewat hasil temuan ini tidak mengherankan wanita yang alami sulit tidur, jadi terlalu lelah untuk menikmati seks apalagi mendapatkan seks hebat seperti mengutip Time

Berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan jurnal Menopause ini, Kling mengingatkan kepada wanita untuk memiliki tidur cukup dan nyenyak.

Hal ini merupakan komponen penting pada fungsi seksual. Jika memang memiliki kesulitan tidur , tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter.

“Jika pasien menceritakan padaku dia memiliki masalah seksual, dia biasanya tidak mengetahui faktor tidur merupakan aspek penting akan hal ini,” kata Kling.

Jika pasangan membuat Anda tidak bisa tidur di malam hari, itu berarti ada yang salah dalam kualitas hubungan asmara Anda.

Sebuah studi yang diluncurkan oleh Wednesday in Social Psychological and Personality Science menemukan adanya hubungan antara kebahagiaan asmara dengan kualitas tidur.

Ini bukan permasalahan fisik seperti posisi tidur atau kebiasaan mendengkur. Dr. Emre Selcuk menekankan bahwa gangguan tidur ini bisa disebabkan karena masalah emosional.

Dr. Selcuk melakukan survei kepada ratusan pasangan menikah

Menggunakan kuesioner, mereka melihat tingkat responsif pasangan, gejala depresi dan masalah tidur.

Sebagai tambahan penelitian, mengikuti studi tidur selama seminggu menggunakan jam monitor.

Hasilnya, pasangan yang memiliki kecemasan yang rendah, memiliki kualitas tidur yang lebih baik.

Dan, jenis tidur yang baik adalah tidur yang menyegarkan.

Dimana memiliki kualitas yang baik, dan tidak terganggu oleh dengkur. Dan cara untuk mendapatkan kualitas tidur seperti ini adalah tidur dengan rasa nyaman dan aman.

Dan memiliki pasangan yang mampu melindung dan membuat nyaman Anda adalah cara paling efektif untuk mengurangi kecemasan dan tekanan di dalam tubuh.

Komentar