“Kunci” Agar Hasrat Seksual Terus Menyala

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 4 Juli 2017 | 08:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Usia  bertambah dan hasyrat seksual menurun?

Jangan biarkan hal itu terjadi.

Dan Anda harus mempertahankan  hasrat seksual  berada pada level “moderat hingga sangat tinggi.”

Jika Anda ingin memiliki kehidupan seks yang aktif sampai tua, ada  tips dari Debby Herbenick, PhD, penulis “Because It Feels Good: A Woman’s Guide to Sexual Pleasure and Satisfaction.”

Pertama, urainya, lindungi jantung anda.

Bukan secara emosional, tapi secara harfiah. Dengan kata lain, jangan merokok, lakukan olahraga secara teratur, dan berusahalah untuk mengonsumsi banyak buah dan sayuran segar, biji-bijian, dan protein tanpa lemak (mulailah dengan cara mudah ini untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda).

“Fungsi seksual terkait dengan sistem kardiovaskular,” kata Herbenick.

“Misalnya, fungsi ereksi, lubrication, dan gairah seksual, semuanya bergantung pada aliran darah yang sehat. Dengan menjaga jantung tetap sehat dan memompa kuat, akan melakukan keajaiban untuk kehidupan seks jangka panjang.”

Selain itu harus fleksibel

Jadikan latihan peregangan sebagai bagian dari rutinitas untuk menjaga jantung sehat.

“Jika Anda tidak menjaga fleksibilitas dengan peregangan, Anda mungkin akan mendapati posisi seksual jadi terbatas karena kekakuan—dan rasa sakit sendi yang menjauhkan Anda dari kesenangan—seiring bertambahnya usia,” jelas Herbenick.

Lainnya, rutin berbincang intim sebelum tidur bisa diperluas bukan hanya membicarakan topik seputar pekerjaan atau anak, tapi juga membicarakan kehidupan seks.

Pada saat pillow talk, biasanya kita dan pasangan lebih rileks sehingga juga lebih terbuka bicara berbagai hal, termasuk menyampaikan apa yang Anda dan pasangan inginkan di tempat tidur.

Anda mungkin perlu bereksperimen sedikit untuk mengetahui apa yang membuat lebih mudah mencapai puncak kepuasan seksual atau orgasme.

Herbenick merekomendasikan menggunakan tangan atau mainan seks untuk menjelajahi tubuh Anda sendiri dan mengidentifikasi, khususnya, jenis sentuhan atau rangsangan apa yang disukai.

Kedekatan emosional merupakan fondasi bagi keintiman fisik. “Seiring bertambahnya usia, pria dan wanita sering mengalami penurunan gairah atau ada masalah seksual.

Namun, pasangan yang memperhatikan keintiman emosional biasanya tetap memiliki kepuasan seksual yang tinggi.

Disamping itu, seperti juga ditulis laman “menshealth,” para ahli menyarankan agar kita berhubungan seksual setidaknya dua kali seminggu.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine menyebutkan bahwa sering berhubungan seks dapat menyehatkan.

Salah satu manfaatnya adalah mencegah penyakit jantung.

Dalam penelitian tersebut, peneliti bertanya kepada dua ribuan orang tentang seberapa sering mereka melakukan hubungan seks.

Tim peneliti kemudian mengambil sampel darah responden untuk menjalankan beberapa tes.

Ternyata, pasangan yang melakukan hubungan seks yang paling jarang, atau kurang dari sebulan sekali—memiliki tingkat kimiawi yang lebih tinggi yang disebut homosistein dibandingkan dengan mereka yang berhubungan seks sering, atau setidaknya dua kali sepekan.

Kadar asam amino homosistein yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Kemungkinan karena asam amino ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.

Senyawa ini juga tampaknya meningkatkan pembentukan plak lemak di arteri jantung dan meningkatkan pembekuan darah— keduanya dapat membuat Anda berisiko terkena serangan jantung.

Menariknya, kaitan antara frekuensi seks dan penurunan risiko penyakit jantung ini hanya ditemukan pada pria.

Mereka tidak yakin mengapa, tapi kemungkinan karena rangsangan seksual yang dialami wanita tidak bergantung pada aliran darah sehat seperti pada pria.

Aliran darah yang lancar akan membuat ereksi lebih keras dan bisa dipertahankan lebih lama.

Namun, karena ini penelitian observasional, maka tidak dapat dipastikan secara pasti bahwa sering berhubungan seks memengaruhi penurunan kadar homosistein.

Meski para ilmuwan belum bisa membuktikan sebab dan akibatnya, yang pasti tidak ada sisi negatifnya jika sering bercinta.

Ya, setiap kali selesai bercinta, pria biasanya merasa mengantuk dan ingin segera tidur. Tapi bagaimana bila pasangan menginginkan permainan lebih dan dengan gaya seperti guru TK berkata pada muridnya, “Ayo kita ulangi sekali lagi?”

Tidak seperti perempuan, para lelaki memerlukan waktu jeda sebelum siap untuk berhubungan seks di ronde ke dua. Jeda ini adalah waktu yang diperlukan setelah ejakulasi dan siap untuk ereksi lagi.

Dan tidak seperti yang Anda lihat di film-film dewasa, kemampuan untuk bercinta tiga hingga empat kali dalam kurun waktu beberapa jam tidaklah realistis bagi kebanyakan pria, kata urolog Richard K. Lee, M.D., dari Weill Cornell Medicine.

Para peneliti belum menemukan sebab pasti yang menentukan lamanya waktu jeda itu. Namun diketahui bahwa pria yang baru saja ejakulasi akan mengalami peningkatan hormon proclatin yang menghambat seseorang menjadi terangsang. Hormon inilah yang mungkin berperan.

Gaya hidup mungkin juga mempengaruhi kemampuan seseorang untuk segera beraksi kembali. Menurut Dr. Lee, konsumsi alkohol berlebih dan  seringnya masturbasi akan menambah lama waktu pengisian “baterai” Anda.

Namun bila Anda membutuhkan waktu sampai berhari-hari untuk bisa pulih dan melakukan hubungan seks lagi, maka kemungkinan ada yang salah dengan kesehatan Anda.

Segeralah hubungi dokter untuk mencari tahu apakah ketidakmampuan ereksi itu terkait dengan gaya hidup, stres, obat-obatan, atau kondisi kesehatan.

Sedangkan bila Anda hanya perlu satu atau dua jam saja, bersyukurlah, karena hal itu normal bagi kebanyakan lelaki.

Komentar