Kopi Bisa Menyebabkan Diare?

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Juni 2015 | 15:38 WIB

Dibaca: 5 kali

Kopi menyebabkan diare? Anda pernah mengalaminya?

Ya, perut Anda mules setelah minum kopi? Dan ingin buang air besar?

Namun, benarkah kopi merangsang munculnya keinginan buang air besar?

Kopi, seperti diketahui memang mengandung kafein yang bersifat diuretik.

Artinya, kopi membuat tubuh memproses lebih banyak cairan dari biasanya yang menyebabkan sering buang air kecil.

Efek diuretik pada kafein bisa bervariasi berdasarkan banyak faktor, seperti jenis kelamin, aktivitas, dan sebagainya.

Namun, kafein juga memiliki efek pencahar bagi mereka yang sensitif. Zat kimia kafein merangsang kontraksi pada usus. Efeknya persis seperti sakit perut sesudah makan.

Tapi, efek ini hanya berlaku pada kopi.

Menurut William DePaolo, Profesor Mikrobiologi dan Imunologi di Keck School of Medicine, pada kopi biasa efek pencaharnya jauh lebih besar dibanding pada kopi berkafein rendah.

Segelas kopi seduh bisa mengandung kafein yang tinggi jika dibandingkan dengan Coca Cola.

Itulah sebabnya, mengapa soda tidak memiliki efek pencahar dan kita tidak ingin buang air besar setelah meminumnya.

Asam pada kopi menyebabkan peningkatan produksi pada empedu di dalam tubuh.
Setelah memproduksinya, hati menyimpan empedu di sebuah kantung.

Kopi membuat kantung empedu melepaskan empedu ke dalam usus. Itulah mengapa kopi membuat ingin buang air besar dan terkadang sampai diare.

Menurut Dr. Jay Kuemmerle dari American Gastroenterogical Association, selain bijinya, kopi mengandung tambahan pemanis buatan dan sedikit susu, sehingga rasanya lebih kuat.

Pemanis buatan bisa meyebabkan perut kembung dan diare. Sedangkan, tambahan susu atau krimnya juga memicu diare dan permasalahan saluran cerna lainnya, terutama pada mereka yang memiliki lactose intolerant.

Jadi, berapa banyak kopi yang sebaiknya dikonsumsi?

Menurut International Foundation for Gastrointenstinal Disorder , lebih dari dua atau tiga cangkir kopi bisa menyebabkan diare.

Beralih konsumsi kopi rendah kafein mungkin bisa mengurangi efek pencahar tadi, meski tidak menghilangkan sepenuhnya.

Selain menimbulkan diare, meminum kopi pagi hari juga harus dihindarkan karena tidak tepat waktu. Alasannya, kadar kortisol dalam tubuh sangat tinggi di pagi hari.

Mengonsumsi kafein saat kadar kortisol sedang tinggi akan menyebabkan dua masalah.

Pertama, kafein akan mengganggu produksi kortisol tubuh, hormon yang dikeluarkan untuk merespon stres dan kadar gula darah rendah. Akibatnya, tubuh akan memproduksi kortisol dalam jumlah rendah sehingga kita merasa perlu minum lebih banyak kafein lagi.

Efek lain dari konsumsi kopi di pagi hari adalah meningkatkan toleransi seseorang pada kafein karena zat ini telah menggantikan kortisol alami tubuh. Dengan kata lain, efek peningkatan energi dan fokus dari kafein tak akan lagi kita rasakan.

Penelitian menunjukkan, waktu minum kopi terbaik adalah antara jam sepuluh pagi dan siang
Selain menimbulkan efek diare sebenarnya kopi juga bisa membuat pria lebih kencang vitalitasnya karena kopi bisa mengatasi disfungsi ereksi.

Para ilmuwan dari University of Texas mengungkapkan, kafein dapat mengendurkan pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah ke penis.

Kopi dipercaya mengurangi faktor risiko terjadinya disfungsi ereksi, seperti kelebihan berat badan atau obesitas, dan tekanan darah tinggi. Faktor risiko dapat menurun jika pria minum satu hingga dua cangkir kopi per hari. Namun, hal ini tak berpengaruh pada pria yang telah menderita diabetes.

“Kami melihat penurunan prevalensi disfungsi ereksi pada orang-orang yang mengalami obesitas, kelebihan berat badan, dan hipertensi, tetapi tidak pada orang-orang dengan diabetes. Diabetes adalah salah satu faktor risiko terkuat, yang menyebabkan disfungsi ereksi,” ujar penulis utama penelitian ini, dokter David Lopez.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE. Kopi selama ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung dan mencegah demensia, diabetes tipe 2, hingga kanker kulit.

Penurunan ini disebabkan oleh adanya kafein dalam biji kopi. Selain itu, kopi juga mengandung berbagai antioksidan yang dapat menyehatkan tubuh.

daily mail, huffingtonpost dan mirror

Komentar