Kok Gemuk Lagi….

Penulis:: Darmansyah

Sabtu, 16 Februari 2013 | 14:41 WIB

Dibaca: 0 kali

SETELAH etelah berbulan-bulan menjalani ritual “diet” dengan  menahan nafsu makan dan di tambah porsi olahraga  “aerobic,” lari pagi dan sore,  yang dipaksakan, hasilnya  berbuah positif. Berat badan turun, tubuh  lebih langsing dan segala macam tetek bengek kolesterol  serta tekanan darah bergerak ke titik normal.

Inilah  buah dari disiplin ketat dari, sebut saja namanya Hera, perempuan “mature” yang sebelumnya merecokkan dirinya sendiri dengan bernyinyir tentang “overweight” berat bedan dan hasil “check up” laboratorium menunjukkan  adanya tanjakan  menaik kolesterol jahat.

Bertahan lamakah kebahagiaan itu? Ternyata tidak.  Begitu kondisi tubuhnya mencapai  idel ia berhenti. Mulai melupakan “diet”  dan menghentikan kegiatan olahraga. Ia tak menampik ketika diajak makan “burger,”  yang ketika sedang menjalani pengaturan pola makan dipantangkannya.

Sudah benarkah cara Hera tersebut. Ternyata tidak.  Dan Hera mulai mengeluh lagi, Kok gemuk? Lantas muncul petanyaan apa sebabnya?

“Diet yang fokusnya mengurangi nafsu makan, mengurangi karbohidrat, dan memaksa berolahraga dengan porsi “plus”  pasti akan berbalik lagi. Bouncing effect-nya cepat,” ujar motivator kesehatan dr. Phaidon L. Toruan.

Saat Anda menahan nafsu makan, gula darah akan menjadi rendah dan produksi hormon serotonin menurun. Gula darah dan hormon serotonin yang rendah bisa membuat orang mudah lemas, berkeringat, gemetar, sulit berpikir hingga bad mood.

Ketika Anda sudah merasa langsing, keinginan untuk menahan nafsu makan ini suatu saat bisa hilang. Ketika nafsu makan kembali, seseorang cenderung ingin mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti mie. Kondisi ini bisa memicu naiknya gula darah dan otak pun memproduksi kembali hormon serotonin sehingga Anda merasa senang atau bahagia.

Namun tubuh akan cepat kembali lapar karena karbohidrat sederhana bisa membuat Anda cepat lapar. Saat lapar ini, gula darah kembali rendah, hormon serotonin turun, Anda pun bad mood. Untuk mengatasinya orang cenderung makan lagi dan lagi.

“Begitu gula darah, serotonin turun yang terjadi apa? Sakau. Kalau sakau apa yang terjadi, makan lagi, lagi dan lagi. Jadi itu temporer banget dan tidak memberikan solusi atas masalah yang sebenarnya,” urai dokter yang baru saja menulis buku ‘Fit For Success’ itu.

Oleh karena itu, dr. Phaidon menyarankan sebaiknya ubah cara piker  Anda saat ingin memiliki tubuh ideal. Jangan hanya karena ingin langsing tapi untuk hidup sehat. Selain dengan mengonsumsi makanan sehat imbangilah dengan aktivitas fisik secaraterus menerus.

Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran itu, aktivitas fisik tidak harus selalu dilakukan dengan fitnes di gym, tapi pilih kegiatan yang Anda sukai. Kegiatan itu bisa berupa main tennis, bersepeda atau bermain bersama anak. Bahkan bagi Anda yang hobi belanja, bisa lakukan window shopping di mal dengan berjalan sepanjang gang dan koridor.

“Lakukan aktivitas fisik yang seru selama 30 menit, tiga kali seminggu. Buat perempuan lihat-lihat tas di toko, putar-putar mal 30 menit. Atau jika suka baca buku, sebelum memilih buku yang mau dibeli berjalan-jalan di sekitar toko buku tersebut. Pilih yang kamu suka, bukan apa yang paling bagus,” ujar dr Phaidon kepada wolipop di bilangan Kuningan .

Dia menambahkan, “Olahraga itu harus. Otot harus tetap dilatih karena Tuhan mendesain otot untuk bergerak, kalau tidak digerakkan cukup jadi Pacman saja.”

Komentar