Ini Keuntungan Jomblo dari Sisi Psikologis

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 Agustus 2018 | 10:14 WIB

Dibaca: 1 kali

Ada ribuan alasan membuat banyak pria hidup sendiri tanpa pasangan. Dari semua alasan, ahli menyimpulkan hal tersebut ada kaitannya dengan evolusi

Saat para pria ditanya mengapa jomblo, mereka menjawab dengan berbagai alasan.

Ada yang mengaku kurang pandai membuka obrolan, tidak percaya diri, penampilan yang buruk, malu, hingga pengalaman buruk dalam menjalin suatu hubungan.

Meski ada banyak faktor, sebuah studi mengungkap bahwa pria jomblo sebenarnya mengalami kurangnya evolusi keterampilan sosial.

Dalam temuan yang terbit di Evolutionary Psychological Science,para ahli melihat tanggapan dalam postingan anonim di Reddit yang melontarkan pertanyaan, “Guys, mengapa kamu jomblo?”.

Salah satu penulis studi Menelaos Apostolou, melihat ada empat belas ribu tanggapan terkait pertanyaan itu.

Kemudian Apostolou mengkategorikan ribuan tanggapan tersebut menjadi empat puluh tiga alasan utama, termasuk kecemasan, kurangnya waktu, menikmati masa lajang, takut akan hubungan, dan mudah menyerah.

Pria lajang modern sering kurang mampu untuk mendekati perempuan, karena dalam konteks pra-industri leluhur, mekanismenya perkawinan itu diatur dan mereka tidak bisa memilih pasangan sendiri,” kata Apostolou dilansir IFL Science

“Hal seperti itu tidak dibutuhkan saat ini. Sebab, masyarakat pascaindustri bisa memilih pasangan secara bebas dan tidak dipaksakan, masing-masing orang harus mencari pasangan sendiri,” ujarnya.

Seiring berkembangnya zaman, Apostolou mengklaim bahwa pria tidak lagi harus melakukan perjodohan atau memaksakan hubungan, sehingga pria berjuang untuk mencari pasangan sendiri.

Menurutnya, ini merupakan aturan dalam mencari pasangan yang relatif baru dalam sejarah spesies kita. Namun nyatanya, hal tersebut tidak terjadi semua masyarakat dan tidak menyebar secara luas.

“Ini menunjukkan, pria yang lama melajang punya sikap warisan dari nenek moyang untuk tidak cakap dalam mencari pasangan,” kata Apostolou.

Teori ini tentu saja dipertanyakan dan dianggap kontra-produktif untuk para pria lajang. Sebab, argumen soal evolusioner ini seolah dapat meringankan beban pria atas status lajang mereka.

Oleh karenanya, Apostolou berharap di masa depan nanti para ahli dapat mengalokasikan lebih banyak upaya dalam mempelajari status jomblo dan bagaimana orang dapat mencari pasangan dan memiliki hubungan yang langgeng.

Analisis ini bukan satu-satunya alasan, sebab Apostolou hanya menggunakan informasi demografis dan tidak mengetahui usia responden, asal, latar belakang budaya, dll.

Pesan yang dapat disampaikan Apostolou lewat studinya adalah banyak pria jomblo yang masih berjuang dengan ketidakpastian dalam mendapatkan pasangan.

Untuk mengatasinya, kita perlu membangun masyarakat di mana para pria dapat mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka.

Para sosiolog telah menyatakan juga bahwa banyak orang hidup menyendiri karena memang berdasarkan pilihannya. Mereka juga merasakan kesempatan untuk menikmati hidup sesuai keinginan mereka sendiri.

Dan pastinya beberapa penelitian yang dipublikasikan dari Psychology Today menyatakan, kalau orang yang jomblo juga sama bahagianya dengan orang yang punya pasangan.

Hal itu berlaku jika Anda yang lajang bisa mengatur hidup seimbang bersama adanya keluarga, teman, hobi, aktivitas, dan lingkungan fisik yang meningkatkan kebahagiaan sehari-hari mereka.

Lantas , apakah benar hidup para jomblo itu menyedihkan?

Nyatanya, sebuah studi justru menemukan bahwa para jomblo biasanya adalah orang yang lebih sehat daripada orang yang mempunyai hubungan asmara. Penelitian yang diterbitkan dalam Psikologikal Sosial dan Ilmu

Kepribadian juga menemukan bahwa seseorang yang takut mengalami konflik jika memiliki hubungan spesial dengan lawan jenis akan lebih bahagia saat mereka jomblo.

Menjadi jomblo bukan berarti Anda harus selalu bersedih, karena Anda mungkin malah bisa mendapatkan berbagai

Sebuah studi dalam psychologytoday.com menemukan bahwa jomblo, baik laki-laki dan perempuan, mendapatkan lebih banyak latihan fisik dibandingkan dengan mereka yang memiliki pasangan.

Hal tersebut membuat para jomblo memiliki lebih besar kemungkinan untuk mendapatkan tubuh yang ideal.

Sebuah studi menemukan bahwa para jomblo dapat lebih baik dalam menjaga hubungan dengan teman, keluarga, ataupun tetangga dibandingkan dengan mereka yang memiliki pasangan.

Hal ini disebabkan karena jomblo tidak memiliki “beban” dan tanggung jawab lebih terhadap pasangannya sehingga dapat berfokus untuk menjaga hubungan dengan teman, keluarga, atau tetangga.

Selain itu, para peneliti juga telah mempelajari bahwa biasanya, orang yang telah menikah cenderung kurang terhubung dengan teman-teman atau keluarga dibandingkan dengan mereka yang jomblo.

Alasannya adalah karena orang yang telah menikah akan cenderung lebih berfokus pada keluarga kecil yang sedang ia bangun.

Saat Anda menikah atau memiliki pasangan, Anda akan cenderung mengeluarkan uang ekstra.

Bagi yang sudah menikah dan punya anak, mereka akan berfokus mengumpulkan uang untuk biaya keperluan rumah tangga, pendidikan, dan kesehatan pasangan serta anak.

Sedangkan bagi yang masih berstatus pacaran, biasanya mereka akan mengumpulkan uang ekstra untuk memberikan surprise, kado ulangtahun, atau perayaan hubungan setiap bulan.

Hal tersebut membuat orang yang telah menikah atau memiliki pasangan cenderung mengeluarkan uang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang jomblo.

Sehingga tidak heran jika jomblo cenderung tidak akan pusing dengan keuangannya kecuali untuk keperluan pribadi seperti sandang, pangan, papan.

Hal ini didasarkan pada fakta bahwa orang yang menikah atau memiliki pasangan akan memiliki “tanggung jawab” lebih dalam membagi kebutuhan keuangan dibandingkan dengan yang jomblo.

Sehingga tidak heran jika para jomblo cenderung lebih dermawan dibandingkan dengan mereka yang memiliki pasangan.

Dalam setiap hubungan akan ada selalu konflik atau masalah yang dihadapi. Akibatnya, masalah dalam sebuah hubungan dapat membuat emosi seseorang fluktuatif dibandingkan dengan mereka yang jomblo.

Biasanya, para jomblo lebih mandiri dibandingkan dengan yang tidak. Hal ini didasarkan karena mereka lebih terbiasa tidak bergantung dengan orang lain atau pasangan.

Sehingga, mereka cenderung akan tumbuh menjadi seseorang yang lebih mandiri dan kuat dalam menjalani segala hal dalam hidup.

Karena tidak ada gangguan seperti masalah atau drama dalam hubungan, para jomblo akan lebih fokus pada pendidikan dan pekerjaan mereka sehingga mereka memiliki waktu yang lebih untuk mengembangkan diri.

Komentar