Ketombe? Menjengkelkan!

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 22 Maret 2013 | 09:40 WIB

Dibaca: 2 kali

Ketombe? “Menjengkelkan,” ujar seorang pasien kepada dokternya. Sang dokter mafhum, dan mengiyakan keluhan pasiennya. “Memang menjengkelkan,” jawabnya dengan anggukan tanda persetujuan.

Si pasien memang menderita ketombe akut. Ia sudah mencoba segala sampo mulai dari “selsun” yang berbau belerang hingga “lifebuoy” anti dandruff. Semua jenis sampo telah dilahap oleh kulit kepalanya, tapi tak pernah benar-benar sembuh. Paling seminggu, sudah balik lagi.

Tidak hanya obat yang diresepkan dokter yang diamini si pasien. Obat “kampung” pernah ia coba. Mulai dari irisan jeruk purut dengan campuran yang khusus hingga jus apel sudah pernah ia coba. Hasilnya? “Ya masih belum berubah. Masih seprti itu juga, gatal dan menebar serpihan,” katanya.

Kejengkelan si pasien tidak hanya rasa gatal yang sangat, dan memaksanya menggaruk kepala. “Itu dok, serpihannya. Bikin hilang kepercayaan diri,” keluhnya. Si pasien sudah mendatangi banyak dokter kulit di banyak kota. Hasilnya? “Ya itu tadi. Cuma sebentar. Dan resepnya itu lagi itu lagi,” katanya.

Akhir-akhir ini si pasien tambah menggerutu. Sejak rajin olahraga, rasa gatal dikulit kepalanya tambah asyik. Penyebabnya, adalah keringat yang membasahi kepalanya.”Kalau lupa dibersihkan celaka,” gerutunya. Soalnya, produksi serpihan yang berwarna putih dan kuning bisa beterbangan kalau digaruk. Malu ah,” ujarnya sedikit bercanda.

Persoalan serpihan berwarna putih atau kekuningan yang berasal dari kulit kepala ini bisa membuat siapa pun kehilangan kepercayaan diri. Dan belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan ketombe. Dugaan paling kuat adalah jamur. Folikel rambut dan kelenjar minyak akan menghasilkan minyak yang disebut sebum yang merupakan tempat favorit jamur.

Jamur tersebut sebenarnya hidup dalam kulit kita, tetapi jika jumlahnya berlebihan akan menyebabkan ketombe. Minyak yang terlalu banyak juga akan menghasilkan ketombe, demikian pula jika kita banyak terpapar udara kering yang menyebabkan kulit pecah-pecah sehingga mirip ketombe.

Penataan dan penggunaan produk hairstyling juga bisa memicu ketombe. Pewarnaan rambut dan penggunaan hairspray atau gel, bisa menyebabkan tertinggalnya residu atau memicu reaksi kulit sehingga timbul serpihan mirip ketombe.

Adanya ketombe memang bukan disebabkan karena rambut kotor, tetapi jika Anda sudah berketombe dan jarang mencuci rambut, maka ketombe menjadi bertambah parah karena timbunan sel-sel kulit mati.
Untuk mengusir ketombe, para ahli hanya memberikan tip. Dan inilah beberapa tip yang bisa Anda lakukan:

  • Pilih produk sampo yang tepat
    Ada beberapa jenis produk sampo yang khusus untuk ketombe. Pilih yang mengandung ketoconazole, asam salisilat, selenium, tar, atau pun zinc. Bahan-bahan tersebut akan melawan jamur penyebab ketombe.
    Ikuti petunjuk penggunaan yang tertera dalam label sampo. Gosoklah kulit kepala dengan lembut dan biarkan sampo selama 5 menit sebelum dibilas.
  • Bahan alami
    Bahan-bahan alami juga diketahui cukup membantu mengurangi ketombe. Misalnya saja lidah buaya yang dioleskan ke kulit kepala, sampo mengandung tea tree, atau lemongrass.
  • Berjemur
    Luangkan sedikit waktu untuk berjemur di bawah matahari. Sinar matahari membantu menekan jamur yang memicu ketombe serta dermatitis seboroik.
  • Kunjungi dokter
    Jika Anda sudah menggunakan sampo antiketombe selama beberapa minggu tetapi ketombe tak juga hilang, mungkin ini waktunya berkonsultasi pada dokter. Selain itu, periksakan ke dokter jika kulit kepala Anda tampak bengkak atau merah, rambut rontok, atau Anda menemukan tanda merah dan bersisik di bagian kulit tubuh.

Beberapa gangguan kulit seperti eksim, jerawat, dan psoriosis juga bisa memicu timbunan sel kulit mati di kulit kepala. Orang yang mendapat pengobatan epilepsi, parkinson atau HIV juga lebih rentan memiliki ketombe.

Komentar