Ketika Seks Tidak Lagi Bisa Memuaskan

Penulis: Darmansyah

Kamis, 14 Desember 2017 | 09:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Ketika baru menikah, seks rasanya selalu menggairahkan dan menantang.

Mungkin baru melihat pasangan saja sudah bisa membangkitkan hasrat Anda.

Akan tetapi, lama-lama gairah seks seks bisa menurun sehingga hubungan suami istri bisa terasa tak lagi memuaskan.

Apakah ini artinya api asmara Anda dengan pasangan sudah padam? Atau ini adalah hal yang wajar? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Seks yang tidak memuaskan belum tentu jadi pertanda bahwa Anda berdua sudah tidak saling cinta lagi.

Bahkan, menurut seorang ahli psikologi sosial sekaligus peneliti dari University of Toronto di Kanada, Jessica Maxwell, Ph.D., wajar saja kalau gairah seks pasangan memudar setelah dua sampai tiga tahun menikah.

Dilansir Hellosehat, ini bukan berarti Anda akan kehilangan minat untuk bercinta selamanya, lho. Anda mungkin tetap memiliki libido atau nafsu seks yang cukup tinggi.

Akan tetapi, setelah berhubungan intim dengan pasangan, Anda tidak lagi bisa mendapatkan kepuasan seperti pertama kali dulu.

Anda merasa seolah masih tanggung atau ada yang kurang. Karena tidak mendapat kepuasan itulah Anda bisa saja “lari” ke film porno atau bermasturbasi.

Lebih lanjut, Jessica menjelaskan bahwa pada dasarnya kenikmatan seksual itu butuh usaha dan kerja keras dari kedua belah pihak.

Sedangkan, banyak orang keliru dengan menganggap bahwa selama keduanya saling cinta, maka secara otomatis seksnya juga akan terasa menggairahkan.

Kehidupan seks memang harus selalu diperjuangkan, tidak bisa diabaikan begitu saja tapi Anda berharap mendapat kepuasan.

Sayangnya, hal-hal di bawah ini bisa menjadi penghalang atau penyebab hubungan suami istri terasa hambar.

Kualitas hubungan suami istri bisa diukur dari seberapa baik Anda berkomunikasi dengan pasangan.

Hubungan rumah tangga yang tidak komunikatif, tidak jujur, dan tidak intim bisa menyebabkan kehidupan seks pasangan jadi tidak memuaskan.

Tidak bisa dipungkiri kalau aktivitas yang padat membuat Anda kelelahan dan ingin langsung tidur di malam hari.

Berbeda dengan dulu, misalnya, saat Anda baru menikah dan Anda rela pulang cepat demi berduaan dengan pasangan.

Bila tidak ditambahi bumbu-bumbu yang baru, kehidupan seks pasutri lama-lama akan terasa hambar.

Seks jadi sekadar rutinitas, bukan lagi sebagai ajang mendekatkan diri.

Akibatnya, Anda mungkin jadi lebih senang mencari hiburan yang lebih menantang, misalnya menonton video porno di mana bintang-bintangnya selalu mencoba berbagai aksi baru.

Awalnya Anda mungkin tidak terbiasa untuk membicarakan seks dengan pasangan.

Akan tetapi, rumah tangga yang kokoh dan hubungan yang intim dimulai dari keterbukaan, saling percaya, dan kemauan untuk berkompromi.

Hal ini berlaku juga dalam kehidupan seks pasangan.

Bila Anda bosan, sampaikan pada pasangan apa yang membuat Anda bosan.

Jangan hanya bilang, “Aku lagi malas. Nanti saja, ya.” Anda bisa mencoba mengatakan, “Sayang, dari dulu aku ingin mencoba posisi cowgirl. Kamu tertarik, nggak? Kita coba, yuk. Nanti kalau kamu tidak suka, tidak usah dilanjutkan, kok.”

Bila pasutri sedang bertengkar atau Anda diam-diam memendam kekecewaan terhadap pasangan, seks pun tidak akan terasa nikmat.

Karena itu, sebaiknya selesaikan dulu dan komunikasikan baik-baik masalah yang sedang dihadapi.

Cari solusinya bersama-sama.

Baru setelah itu Anda bisa fokus sepenuhnya pada urusan bercinta.

Mengingat dan mengulangi adegan saat Anda dan pasangan mengalami seks yang menyenangkan bisa jadi solusi.

Coba ingat, hal apa yang Anda lakukan sebelum melakukan seks hebat tersebut bersama pasangan.

Misalnya pakaian apa yang Anda kenakan, musik apa yang mengiringi kisah cinta Anda, dan apa yang membuat Anda dan pasangan saling jatuh cinta saat itu.

Komentar