Ketika Organ Reproduksi Wanita Menua

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 24 Desember 2015 | 09:50 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda seorang wanita?

Sedang memasuki usia “mature?”

Dan apakah Anda sadar bersamaan dengan usia “mature” organ repsoduksi Anda juga ikut menjadi “mature?”

Ya, bersamaan dengan proses pertambahan usia, so pasti sistem reproduksi Anda juga akan mengalami penuaan.

Nggak percaya?

Perhatikan kulit Anda yang menjadi keriput.

Lantas bagaimana penuaaan di organ reproduksi?

Pada sistem reproduksi dapat dilihat dari cadangan ovariumnya.Penuaan reproduksi bisa dilihat dari usia kronologis dan biologis ovarium.

Usia kronologis, yaitu usia wanita tersebut berdasarkan tanggal lahir, sedangkan usia biologis melihat cadangan ovarium, yaitu jumlah dan kualitas sel telur.

Usia kronologis dan biologis seorang wanita tidak selalu sama. Penuaan lazimnya di atas usia tiga puluh lima tahun, tetapi ada juga yang di bawah usia tiga puluh lima tahun usia biologis sistem reproduksinya sudah mengalami penuaan.

Faktor lingkungan, gaya hidup, dan genetik bisa menyebabkan usia biologis sistem reproduksi wanita lebih cepat mengalami penuaan.

Meski demikian, secara alami kemampuan wanita untuk memproduksi sel telur memang akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Kualitas sel telur pun akan menurun.

Untuk itu pada wanita juga mengalami menopause.

Sedangkan laki-laki, akan terus memroduksi sperma.

Seiring bertambahnya usia wanita, peluang kehamilan menjadi lebih rendah.

Untuk itu, disarankan wanita yang telah menikah, sebaiknya tidak menunda kehamilan pada usia subur.

Untuk sekarang, pemahaman para ilmuwan terhadap sistem reproduksi perempuan telah mengalami kemajuan sangat pesat sejak para dokter di zaman Yunani kuno meyakini bahwa rahim bisa mengembara ke seluruh tubuh dan menyebabkan berbagai keluhan kesehatan.

Meski demikian, organ-organ reproduksi perempuan masih menyisakan misteri.

Fakta mengenai rahim, vagina, dan sebagian misteri yang belum dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

Ketika tidak digunakan, uterus yang sehat adalah organ yang kecil. Selama kehamilan akan terjadi perubahan drastis.

Anda tahu tentang mikroba di vagina?

Salah satu koloni bakteri di vagina adalah laktobasilus yang memproduksi bakteri asam laktat.

Tingkat keasaman di organ intim ini bertujuan untuk mencegah bakteri patogen masuk ke dalam rahim.

Begitu juga dengan selaput dara yang dianggap sebagai simbol keperawanan.

Sebenarnya hymen adalah bagian kecil dari jaringan di mulut vagina. Selaput ini bisa sobek saat pertama kali penetrasi seksual atau penetari lainnya.

Pada kasus yang sangat jarang, ada bayi perempuan yang lahir tanpa memiliki selaput dara.

Ini berarti tidak ada lubang yang memungkinkan darah menstruasi atau cairan bisa keluar.

Kondisi ini membutuhkan operasi untuk melakukan sayatan kecil.

Bagaimana dengan G-spot atau area di vagina.

Area ini disebutkan sangat sensitif pada rangsangan erotis.

Karena itu area ini paling sering dicari saat berhubungan seksual. Sebagian wanita juga mengaku mengalami orgasme G-spot.

Meski begitu, penelitian anatomi mengenai area ini masih sedikit. Boleh dibilang, para ahli belum sepakat di manakah sebenarnya G-spot itu berada.

Terkadang, seorang wanita sudah dianggap hamil bahkan sebelum mereka dibuahi. Ini karena dokter kebanyakan mengukur usia kehamilan dari hari pertama pada siklus menstruasi terakhir.

Sebagian besar wanita memang tidak yakin kapan mereka berhubungan seksual dan terjadi pembuahan. Namun, mereka pasti ingat kapan siklus haid terakhir.

Saat ini ada berbagai jenis pembalut yang bisa melindungi wanita dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tetapi wanita di zaman dahulu sebenarnya lebih kreatif.

Sejak zaman Mesir kuno mereka menggunakan papirus yang dihaluskan.

Kemudian nenek moyang orang Yunani menggunakan kain kasa yang diikatkan dengan kayu.

Sementara itu nenek moyang orang Jepang menggunakan kertas. Orang Amerika kuno lebih memilih kapas penyerap.

Komentar