Ketika Jum’at Disambut Kata “Horee..”

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 4 September 2015 | 09:08 WIB

Dibaca: 0 kali

“Hore, sudah hari Jumat.”

Atau “Thank God It’s Friday.”

Begitu selalu yang disorakkan para karyawan ketika Jumat datang, dan kemudian berlalu untuk menemui Sabtu dan Minggu.

Kenapa orang tidak menyatakan hal yang sama pada hari Selasa hingga Kamis.

Seorang psikolog dari Universitas Lincoln, York, dan Hertfordshire yang mengadakan penelitian terkait hal ini menguji bagaimana representasi mental dari hari dalam seminggu.

Ia menemukan kebingungan banyak orang tentang penyebutan dan mengingat kembali hari selain Jumat.

Alasannya mungkin sederhana. Hari libur di akhir pekan tentu menjadi primadona penyebutan hari Jumat

Hari itu, Jumat, ditunggu dan diingat siapapun.

Tidak hanya akhir pekan, hari di awal pekan pun akan sama populernya. Sebut saja senin, ketika karyawan atau pekerja memulai aktifitas mingguannya.

Hari Senin, seperti dikatakan peneliti, adalah hari yang meruntuhkan kebahagiaan Anda.

Dengan dua hari itu yang menjadi sorotan, hari-hari lainnya cenderung terabaikan.

Saking diabaikannya hari-hari itu banyak di antara pekerja yang salah atau lupa menyebut hari-hari yang menjadi bagian dari rutinitas waktu di mingguan itu.

Selasa sering terpeleset disebut Senin atau Rabu. Begitu juga dengan Rabu yang kerap disebut Selasa atau Kamis.

Dalam penilitian di Lincoln University itu, peneliti meminta peserta untuk membuat daftar kata-kata yang memiliki hubungan paling kuat dengan hari tertentu dalam seminggu.

Para peneliti menemukan bahwa kata-kata yang memiliki hubungan dengan hari Senin dan Jumat biasanya merupakan kata-kata yang bertentangan dengan hari lainnya.

Para responden ternyata memberikan identitas yang sangat kuat pada awal dan akhir minggu itu, Senin dan Jumat. Senin diberi label kata-kata negatif, seperti membosankan, sibuk, dan lelah.

Sebaliknya, Jumat justru dilabeli dengan kata-kata positif seperti berpesta dan kebebasan.

Sementara untuk Selasa, Rabu, dan Kamis kurang dimaknai sehingga cenderung dilupakan dan susah bagi orang untuk mengingatnya.

Tak heran jika ada yang selalu bertanya di pertengahan minggu, “Ini hari apa ya?”

Alasan lain mengapa Anda tidak mengingat hari Selasa, Rabu, atau Kamis sebaik mengingat Senin dan Jumat, karena Anda jarang melafalkan mereka dalam aktivitas sehari-hari.

Anda tidak pernah meneriakkan ketiga hari itu dengan semangat yang sama ketika meneriakkan hari Jumat, misalnya.

“Hore, sudah hari Selasa.” Sangat jarang sekali orang yang mengucapkan hal ini, bukan? Tidak sesering orang mengucapkan “Thank God It’s Friday.”

Sebanyak empat puluh persen responden tidak mengingat hari yang sedang mereka jalani kala itu. Beberapa orang menganggap, hari itu merupakan hari kemarin atau bahkan hari esok.

Jumlah kesalahan menyebut hari-hari dipertengahan minggu pun semakin meningkat selama liburan. Biasanya responden tidak bisa mengingat hari lebih banyak lagi. Mereka tidak tepat menyebutkan hari.

Peserta juga diminta untuk menjawab pertanyaan dengan segera dan benar. Senin dan Jumat pun selalu disebut lebih cepat ketika responden harus menjawab hari Rabu.

“Siklus mingguan tujuh hari diulang sejak kita lahir, dan kami percaya setiap hari, dalam seminggu punya karakter sendiri,” kata pemimpin peneliti Dr David Ellis, dari University of Lincoln School of Psychology, dikutip dari Medical Daily.

Menurut Ellis, “siklus dapat membentuk kognisi” bahkan jika hanya berupa konstruksi sosial.

Hari kerja bukanlah ditentukan oleh awal maupun akhir minggu. Buktinya siapa saja boleh mengambil cuti di tengah hari yang biasanya digunakan untuk bekerja.

Tentu. Berlainan dengan hari Jumat yang selalu disambut dengan “hore…” maka hari Senin selalu “dikutuk,” banyak orang walau cuma di dalam hati

“I hate Monday!”

Kenapa kita benci pada hari Senin?

Sebab hari Senin adalah awal dari hari kerja, setelah dua hari bersenang-senang menikmati week end.

Kenapa kita sangat mencintai hari Jumat? Karena besoknya adalah dua hari weekend yang sangat menyenangkan.

Dari dua pertanyaan dan jawabannya di atas, jelaslah bahwa para pekerja kantoran tidak menyukai hari kerja. Senin hingga Jumat bagi mereka adalah sebuah beban yang berat.

Komentar