Ketika Istri Mulai Bosan dengan Suami

Penulis:: Darmansyah

Senin, 30 Desember 2013 | 12:09 WIB

Dibaca: 35 kali

Hati-hati dengan usia perkawinan yang panjang ketika kehidupan suami-istri mulai lmengalami pasang surut. Memang sih, gejala demikian dalam kehidupan rumah tangga wajar terjadi.

Tentu ada yang kurang “normal”nya, ketika Anda bosan pada pesona suami. Apalagi kalau dikaitkan dengan alasann perubahan fisik.

Makanya Anda, baik suami mau pun istri, perlu membaca artikel yang ditulis di situs “she know.com,” yang memberitahu gejala ini dan mengingatkan cara mengatasinya.

Tentu, artikel ini tidak hanya berbicara tentang perut sang suami yang mulai berubah menjadi buncit, aroma badannya yang tak harum lagi, atau sikapnya tak lagi romantis.

Semua itu tentu bertolak belakang dengan alasan yang sempat membuat Anda jatuh cinta padanya. Supaya rasa cinta Anda tak menguap, lakukan hal-hal ini agar kehidupan rumah tangga kembali hangat.

Dia, sang suami, mungkin bukan lagi pria yang Anda nikahi beberapa waktu lalu karena mungkin penampilannya sudah berubah. Namun, semoga masih ada sifat-sifat baik dalam dirinya yang tak berubah.

Tuliskan semua sifat baik pasangan Anda, mulai dari etos kerjanya, sifatnya, perilakunya, romantisnya, dan hal-hal lain yang dilakukannya untuk membantu Anda. Mungkin juga masih ada bagian tubuh lainnya yang Anda sukai.

Sebagian besar pasangan merasa tak lagi tertarik dengan pasangannya karena kenaikan berat badan. Dan jika ini terjadi pada Anda serta pasangan, buatlah rencana bersama untuk menurunkan berat badan.

Sedangkan jika hanya suami Anda yang mengalami masalah berat badan ini maka Anda bisa menjadi pendukung terbesar suami untuk menurunkan berat badan. Misalnya dengan memasak makanan sehat, menemaninya joging atau olahraga bersama.

Lihatlah suami Anda dalam lingkaran hal yang positif dan berpikirlah tentang semua sifat baiknya sepanjang hari. Jika piiran negatif merasuki pikiran Anda, maka gantilah dengan pikiran positif.

Alih-alih selalu menuntut suami untuk mengubah dirinya, cobalah juga untuk merubah diri Anda. Jadilah istri yang lebih baik dan dukung suami Anda. Dorong dia untuk berubah jadi lebih baik dan cintailah dia dengan tulus, bahkan ketika ia tak merasa seperti itu. Dengan mengubah diri Anda, Anda memiliki kekuatan untuk mengubah seluruh hubungan percintaan Anda.

Tentu saja hal positif dan evaluasi tidak hanya datang dari istri. Untuk hidup bahagia, sang suami perlu juga berikan kesenangan kepada istri.

Kebahagiaannya di tempat tidur dapat memprediksi kebahagiaan Anda, para suami, demikian menurut sebuah penelitian baru di Journal of Sex and Marital Therapy.

Ketika peneliti mewawancara pasangan suami istri untuk mengukur dampak keintiman dalam hubungan mereka, peneliti menemukan bahwa suami lebih tinggi tingkat kepuasan hubungannya ketika istri mereka puas secara seksual.

Alasannya, banyak pria memiliki perasaan bahwa tugas utama mereka dalam hubungan adalah untuk memenuhi kepuasan istri secara seksual, kata penulis penelitiSuzanne Bartle-Haring, PhD, direktur Couple and Family Therapy Program di Ohio State University.

Tentu saja, kepuasan seksual tidak semata-mata berdasarkan apakah ada atau tidaknya klimaks. Menyenangkan istri setiap saat termasuk kualitas foreplay, durasi, dan frekuensi seks, serta apakah pasangan maumencoba hal baru atau tidak, jelas Bartle-Haring.

Nah, ini yang bisa dilakukan oleh para suami: mencoba sensasi baru dengan menguji teknik terapi seks yang disebut “fokus sensasi”.

Mintalah pasangan untuk berbaring telentang dengan mata tertutup, dan secara perlahan berikan sentuhan mulai kepalanya, wajah, rambut, hidung, telinga, dan bibir. Buatlah tubuh Anda sampai mencapai kakinya, kemudian naik ke atas, dan ulangi lagi.

Intinya adalah untuk menjelajahi wilayah erotis baru. “Selain miss cherry, bagian payudara dan paha bagian dalam memiliki lebih banyak reseptor saraf, jadi itulah yang paling sensitif,” jelas Psikolog Sosial Justin Lehmiller, PhD. “Tapi hampir semua bagian tubuh bisa menjadi erotis jika Anda belajar untuk menghubungkannya dengan keindahan intimasi yang menyenangkan.”

Apalagi, penelitian menunjukkan, sentuhan adalah pemicu utama wanita untuk sebuah keinginan seks. Jadi, dengan menggunakan langkah ini sebelum Anda berdua sibuk, Anda dapat menyalakan gairah dan membentuk zona sensitif seksual yang baru pada tubuh istri Anda.

Komentar