Ketika Botak Jadi Musuh Para Lelaki

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 11 April 2017 | 08:57 WIB

Dibaca: 1 kali

Botak?

Ya, lelaki mana yang menyenangi “penyakit” ini.

Kebotakan tak bisa disangkal adalah menjadi momok bagi pria.

Dan, lebih dari separuh pria akan mengalami kebotakan di usia lima puluhan tahun.

Kasus ini disebut dengan kebotakan khas pada pria atau bahasa kerennya male pattern baldness, yakni rambut menipis di bagian depan dan mahkota kepala.

Penelitian terbaru menyebutkan,  tipe pria yang berisiko besar menjadi botak: adalah mereka yang  berpostur pendek dan berkulit putih.

Studi terbaru yang dimuat dalam Nature Communications mengidentifikasi enam puluh tiga alterasi di gen manusia untuk memprediksi risiko kerontokan rambut pada pria.

Sebagian dari alterari tersebut terkait dengan karateristik atau penyakit, misalnya pubertas dini, kanker prostat, atau penyakit jantung.

Gen yang terkait dengan “postur tubuh pendek” juga berkaitan dengan kebotakan.

Meski begitu, para ahli menyebutkan bahwa kaitan antara postur pendek dan kebotakan masih belum jelas.

Ada pendapat yang menyebut kebotakan terjadi karena pubertas yang terlalu dini dan kecepatan penutupan tulang.

Penelitian lain mengungkapkan, kebotakan pada pria berusia pertengahan menunjukkan kadar testosteron yang mulai berkurang.

Cepat lambatnya penipisan pada rambut juga dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Menurut laman situs “health.co,” genetika dan gaya hidup berperan dalam hal kebotakan ni.

Kita tidak bisa mengubah gen kita tapi bisa mengubah pola hidup agar lebih bersahabat dengan rambut. Inilah hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi penipisan rambut.

“Tekanan psikososial yang signifikan dapat mengakibatkan rambut rontok,” jelas Dr Joshua Zeichner, direktur kosmetik dan penelitian dermatologi klinis di Mount Sinai Hospital di New York City.

Stres bisa memicu fenomena yang disebut telogen effluvium, yaitu saat rambut masuk fase “istirahat” ditandai dengan kerontokan dalam jumlah cukup banyak.

“Ini bisa terjadi setelah prosedur pembedahan besar,” jelas Dr. Zeichner.

Teknik manajemen stres adalah kuncinya. Anda bisa memilih, apakah lebih suka meditasi, yoga, atau olahrga di gym.

“Protein sangat penting untuk rambut yang sehat,” kata Dr Zeichner. “Pilih daging rendah lemak seperti, ikan, unggas dan kacang-kacangan.

Zat besi juga penting. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia dan anemia menyebabkan rambut rontok.

Biotin, seng dan magnesium juga diperlukan untuk pertumbuhan rambut sehat.

Konsumsi suplemen alami yang dirancang untuk meningkatkan pertumbuhan rambut dapat membantu.

Multivitamin juga dapat mendorong pertumbuhan rambut, kata Dr Zeichner.

Satu-satunya pengobatan topikal yang telah disetujui oleh FDA untuk rambut rontok adalah minoxidil.

Minoxidil membantu memperpanjang tahap pertumbuhan aktif rambut dan memerlancar suplai oksigen dan nutrisi ke folikel rambut.

Sebagai alternatif lain, minyak esensial mungkin patut dicoba.

Dalam sebuah penelitian kecil, pasien areata alopecia yang diberi terapi pijat rosemary, peppermint, thyme, dan lavender dengan campuran jojoba atau minyak biji anggur pada kulit kepala mereka setiap hari, mengalami perbaikan pertumbuhan rambut hingga sebesar empat puluh empat persen.

Cara lain untuk memertahankan helai demi helai rambut Anda adalah dengan memerlakukan mereka dengam lembut.

Hindari menyisir dengan gerakan kasar.

Ketombe juga bisa menyebabkan rambut rontok. “Rasa gatal membuat Anda menggaruk-garuk dan akhirnya terjadi pengelupasan kulit kepala dan peradangan.”

Hasil akhirnya, rambut berguguran.

Coba gunakan sampo ketombe yang banyak dijual di apotik atau supermarket untuk mengenyahkan ketombe Anda.

Komentar