Kesepian Itu Bisa Memendekkan Umur

Penulis:: Darmansyah

Sabtu, 25 Juni 2016 | 11:04 WIB

Dibaca: 2 kali

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Amerika menemukan dampak negatif dari kesepian.

Kesendirian ini diduga memicu perubahan sel dalam tubuh yang dapat memperpendek umur.

Seperti diberitakan WebMD, latar belakang penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Chicago dan University of California ini karena lansia di atas enam puluhan tahun di Inggris yang memiliki penyakit adalah mereka yang sendiri dan kesepian.

“Kesepian dapat memicu respon fight-or-flight (istilah Walter Cannon yang berarti bertarung atau berlari), yang dapat memengaruhi produksi sel darah putih dan akhirnya merusak sistem kekebalan tubuh,” kata peneliti.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, banyak orang tua yang kesepian mengalami penuaan dan penurunan interaksi dalam hubungan sosial.

“Pada dasarnya, orang yang kesepian memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan cenderung mengalami peradangan dibandingkan orang yang kerap mendapat perhatian di lingkungannya.

Hal ini membuat kesehatan mereka terancam,” ujar peneliti dalam studi yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences.

Direktur Age UK, Caroline Abrahams mengatakan, kesepian bukan hanya mempercepat proses penuaan, tapi juga membuat seorang individu sengsara dan bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

“Lebih dari satu juta orang tua mengatakan sulit bersosialiasi termasuk pada tetangga atau keluarga selama lebih dari satu bulan.”

“ Untuk itu, ada sesuatu yang dapat kita lakukan, mulai sekarang ajak bicara tetangga kita yang lebih tua, kerabat, dan teman-teman untuk memperpanjang hidup Anda,” katanya.

Hubungan dan kedekatan antar sesama manusia adalah suatu hal dasar yang kita butuhkan untuk bertahan hidup.

Karenanya, tak heran saat Anda merasa kesepian, atau merasa sendirian dalam waktu yang lama dapat berujung pada ketidakbahagiaan, dan penyakit.

Menurut lansiran dari Yourtango,, kesepian dapat berujung pada empat penyakit besar ini:

Pertama depresi. Kesepian dan depresi bisa dibilang selalu datang beriringan.

Mungkin hampir semua orang pernah merasa sedikit sedih dan murung saat tidak memiliki teman atau kerabat dekat.

Saat seseorang tidak memiliki orang lain dalam hidupnya yang tak bisa ia andalkan, hal ini bisa memicu pikiran-pikiran yang buruk.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini di University of Chicago dalam jangka waktu lima tahun bahwa kesepian yang ditemukan pada awal masa lima tahun tadi adalah salah satu prediktor utama akan terjadinya depresi.

Dalam sebuah buku yang berjudul Chasing the Screams: The First and Last Days of the War on Drugs yang ditulis oleh Johann Hari diungkapkan bahwa orang-orang yang memiliki hubungan yang akrab dan dekat dengan orang lain biasanya terhindar dari ketergantungan narkoba.

Dan sebaliknya, mereka yang kesepian memiliki kemungkinan besar menjadi pecandu.

Mengutip seoran profesor bernama Peter Cohen, Hari kemudian mengatakan bahwa saat kita tidak bisa terkoneksi dengan sesama, kita kemudian akan ‘terkoneksi’ dengan apa saja yang bisa kita temukan, seperti narkoba dan alkohol.

Hari kemudian menekankan, bahwa lawan dari ketergantungan obat bukanlah kesadaran, melainkan hubungan antar manusia.

Hoarding, atau menimbun barang sebenarnya adalah salah satu gejala penyakit obsesis kompulsif  namun hal ini melibatkan suatu kehilangan dan kesedihan.

Para penimbun menggantikan kehadiran orang-orang lain dalam hidup mereka dengan menimbun barang, dan nyaris tidak pernah membuang apapun juga. Menjadikan rumah mereka sebagai “tempat sampah” raksasa.

Hal ini juga ditegaskan oleh The International Obsessive-Compulsife Disorder Foundation, yang mengatakan dengan gamblang bahwa kesepian adalah salah satu penyebab utama seseorang menjadi penimbun.

Jika Anda mengalami hal-hal di atas, atau merasa kesepian terus menerus, ada baiknya Anda mengonsultasikan hal ini dengan seseorang, baik kerabat atau tenaga profesional.

Komentar