Kesepian dan Cara Untuk Mengatasinya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 Maret 2018 | 14:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Kesepian?

Ya, siapa yang tidak pernah mengalaminya. Hampir semua manusia pernah merasakan kesepian.

Dan, ternyata, kesepian yang berlebihan dan berlarut-larut akan memengaruhi kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, Anda harus pandai mencari cara untuk mengatasi kesepian dan hidup dengan lebih optimis. Namun, seperti apa cara terbaik yang ampuh mengatasi kesepian?

Banyak orang yang secara naluriah mencoba lari dari kesepian. Beberapa orang menyangkal bahwa mereka kesepian dan mencoba mengalihkannya dengan tidur seharian, menonton TV, dan serangkaian hal lainnya.

Menyibukkan diri tanpa menerima bahwa Anda memang merasa kesepian tidak akan berhasil dilakukan. Mungkin berhasil, tapi hanya untuk sesaat, bukan sebagai solusi jangka panjang.

Kekosongan yang Anda rasakan justru akan terus menembus relung hati terdalam jika Anda terus menerus lari dan menyangkal. Studi yang ditulis oleh Ami Rokach menyatakan bahwa penerimaan dan refleksi diri menjadi salah satu cara untuk mengubah dampak negatif kesepian menjadi sesuatu yang lebih positif.

Apa yang perlu direfleksikan supaya bisa mengatasi kesepian?

Di antaranya adalah penyebab Anda merasa kesepian, misalnya karena orang-orang di sekitar Anda tampak sedang bahagia sekali dan punya kesibukan masing-masing, sementara Anda sedang merasa terpuruk.

Kemudian, cari tahu juga situasi atau waktu seperti apa yang biasanya memicu rasa kesepian.

Contohnya ketika Anda pulang dari sekolah, kampus, atau kantor dan tidak ada orang yang menyambut.

Dari situ, Anda akan belajar untuk memperbaiki pandangan Anda terhadap hidup Anda dan pelan-pelan mengusir rasa kesepian dalam hati.

Saat merasa kesepian, tandanya ada sesuatu yang memicu ingatan Anda akan perasaan menyakitkan, menakutkan, dan kehampaan yang membuat Anda merasa sendirian.

Otak dirancang untuk memperhatikan rasa sakit dan bahaya, termasuk perasaan menakutkan dan menyakitkan.

Oleh karena itu, saat Anda merasa kesepian, otak mengirimkan sinyal yang membuatnya mendominasi perasaan Anda.

Namun, Anda harus segera tersadar bahwa pada dasarnya kesepian adalah kondisi emosi yang sebenarnya muncul dari dalam diri Anda berdasarkan persepsi Anda sendiri. Kesepian bisa Anda lawan, jangan hanya ditunggu sampai keadaan membaik sendiri.

Setelah Anda menerima dan menyadari segala hal tentang kesepian yang Anda alami, sekarang saatnya membuat rencana untuk melawan dan mengatasi kesepian tersebut.

Kadang, obat untuk mengatasi kesepian itu sederhana. Misalnya duduk santai bersama ibu Anda sambil minum teh dan mengobrol soal kekhawatiran dan kegalauan Anda saat ini.

Meskipun setiap hari Anda bertemu dengan anggota keluarga, mungkin yang Anda butuhkan adalah waktu berkualitas bersama, tanpa gangguan sama sekali, untuk bisa mengusir kesepian.

Jika orang-orang terdekat Anda tidak mendukung, cobalah untuk “melebarkan sayap”. Misalnya dengan bergabung di sebuah komunitas baru, ikut kursus keterampilan supaya bisa bertemu dengan orang-orang baru, atau curhat dengan terapis.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa hewan peliharaan bisa menjadi teman yang menyenangkan untuk para penyendiri.

Sebuah studi yang dilakukan menemukan fakta bahwa memelihara seekor anjing dapat membantu seseorang mengurangi risiko kematian dini, terutama pada orang-orang yang hidup sendirian.

Orang-orang yang hidup sendirian ini merupakan kelompok orang yang paling berisiko mengalami kesepian yang dapat berujung pada masalah kesehatan tertentu.

Selain itu, penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa pemilik hewan peliharaan memiliki keterampilan sosial dan komunikasi yang lebih baik. Selain itu, juga lebih aktif terlibat dalam kegiatan di masyarakat. Sebuah studi tahun 2016 juga mengungkapkan bahwa orang dewasa tua yang merawat hewan peliharaan mengalami penurunan depresi dan mengalami perbaikan fungsi kognitif dalam waktu 8 minggu sejak awal percobaan.

Akan tetapi, perhatikan juga kapasitas Anda. Jangan sembarangan mengadopsi atau memelihara hewan hanya sebagai hiburan. Anda juga harus merawatnya, membesarkan, memberi makan, dan memenuhi segala kebutuhan hewan peliharaan Anda.

Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Preventive Medicine menemukan bahwa pengguna media sosial sebenarnya membuat Anda merasa lebih kesepian.

Media sosial menciptakan kesan seolah Anda menjalin relasi, tetapi sebenarnya justru sebaliknya.

Dalam buku Alone Together, psikolog sosial Sherry Turkle berpendapat adanya hiperkoneksivitas melalui media sosial yang membuat seseorang menjadi lebih terasing satu sama lain dalam kehidupan nyata.

Helena Backlund Wasling dari State University of New York Upstate Medical University di Sycaruse menyatakan bahwa kontak langsung dan tatap muka jauh lebih baik dilakukan daripada kontak di media sosial karena pada dasarnya manusia butuh sentuhan fisik agar merasa terhibur dan terhubung.

Selain itu, Anda perlu juga tahu tentang adanya perbedaan kesepian yang  wajar dengan kesepian depresi.

Kesepian itu tidak selamnya berdiri sendiri.

Kesepian normal umumnya bukan masalah yang harus ditangani secara khusus. Sedangkan kesepian yang mengarah pada depresi membutuhkan penanganan segera agar tidak mengarah pada kondisi yang lebih parah.

Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan mendasar terkait kesepian yang wajar dan kesepian yang dikaitkan dengan depresi.

Kesepian yang masih wajar biasanya bersifat subjektif dan tidak memiliki indikator tertentu untuk dikategorikan sebagai kesepian. Hal ini dikarenakan penyebab dan gejalanya bisa berbeda di setiap orang.

Sedangkan kesepian karena depresi biasanya lebih rumit karena tak hanya merasa sendiri, kesepian ini biasanya disertai dengan gejala depresi secara umum.

 

Komentar