Kekurangan Jam Tidur Picu Gairah Seks

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Maret 2017 | 09:23 WIB

Dibaca: 1 kali

Situs kencan “ok cupid” datang dengan sebuah tulisan yang mengejutkan dengan mengabarkan bahwa mereka yang kekurangan jam tidur memiliki aktifitas seks lebih tinggi.

Tulisan di laman “ok cupid” merupakan lanjutan dari berbagai rangkaian penelitian yang selama ini memang telah mengukuhkan adanya korelasi antara seks dan kekurangan tidur.

Situs kencan ini hanya melanjutkan tulisan  korelasi mengejutkan ini.

Untuk mempelajarinya, para peneliti dari OKCupid membagi respondens menjadi dua kelompok, yaitu tukang tidur yang tidur sebelum jam sebelas malam dan tidak bisa bangun pagi, lalu minim tidur yang tidur setelah jam satu pagi dan bangun pagi.

Juru bicara OKCupid, Kelly Cooper, mengungkapkan, ternyata orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur justru lebih jarang bercinta dibandingkan mereka yang tidak terlalu banyak tidur.

Hal ini mungkin terdengar aneh. Namun, psikoterapis LeslieBeth Wish berkata bahwa fakta tersebut sebenarnya cukup masuk akal.

“Jika Anda tidur terlalu banyak, hidup seakan-akan lewat begitu saja. Anda juga jadi kurang bersemangat dan kurang percaya diri. Akibatnya, minat seksual pun berkurang,” katanya.

Selain penemuan di atas, OKCupid juga mengungkapkan kebiasaan seksual si minim tidur dan tukang tidur lainnya.

Untuk Anda tahu, tukang tidur ternyata memiliki rasa kurang percaya diri kala berada di ranjang

Menurut survei tersebut, hanya dua puluh tiga  persen dari tukang tidur yang merasa percaya diri di ranjang. Angka tersebut sepuluhpersen lebih rendah dari yang minim tidur.

Si minim tidur bisa menjalin hubungan dengan seseorang hanya untuk seks

Walaupun terdengar kejam, 32 persen dari kelompok minim tidur mengaku mampu memacari seseorang hanya untuk seks. Bandingkan dengan 26 persen dari kelompok tukang tidur yang berpendapat sama.

Orgasme lebih penting untuk si minim tidur daripada tukang tidur

Bagi beberapa orang, orgasme adalah tujuan dari bercinta. Hal ini diyakini oleh 33 persen minim tidur dan 23 persen tukang tidur.

Lebih sedikit tukang tidur yang melakukan one night stand

Survei OKCupid juga menemukan bahwa lebih banyak orang minim tidur (41 persen) yang melakukan one night stand daripada tukang tidur.

Berdasarkan data di atas, bisa dibilang bahwa perbedaan di antara kedua kelompok ini hanya sedikit. Walaupun demikian, si minim tidur secara konsisten menunjukkan bahwa mereka lebih aktif secara seksual dibandingkan tukang tidur.

OKCupid mengklaim bahwa perbedaan ini berasal dari perbedaan kepribadian di antara keduanya. Bila si tukang tidur lebih memilih untuk di rumah pada akhir minggu, si minim tidur lebih suka menghabiskan waktunya untuk bersama pasangan atau teman-teman mereka.

Alhasil, si minim tidur pun mendapat lebih banyak kesempatan untuk bercinta daripada si tukang tidur.

Sementara itu, laman “women day,” pada hari yang sama juga menurunkan tulisan tentang bagaimana agar gairah seks tidak menurun.

Memang, gairah seksual pasangan suami istri bisa mengalami pasang surut.

Setelah masa-masa bulan madu berakhir, mungkin gairah bercinta Anda tak lagi menggebu-gebu.

Namun, banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kehidupan seksual tetap aktif, bahkan lebih baik dari saat masih berusia dua puluh tahun-an.

Kekhawatiran akan jam biologis yang terus berdetak membuat pasangan pada usia ini biasanya lebih memprioritaskan hubungan seksual untuk memiliki bayi. Lebih baik fokus untuk saling memuaskan satu sama lain ketimbang dibayangi target untuk memiliki keturunan.

Ketika Anda berusia dua puluhan, seks mungkin bukan sesuatu yang rumit. Tetapi, kini seiring dengan peningkatan karier, kewajiban membayar tagihan ini-itu, seks bisa menjadi sesuatu yang harus dijadwalkan.

Jika tidak, mungkin Anda berdua yang memiliki aktivitas padat lebih memilih waktu tidur ketimbang berintim-intim.

Godaan untuk berselingkuh lebih tinggi pada usia ini. Banyak orang mulai merasa tak aman tentang apa yang sebenarnya diinginkan dalam hidup.

Mereka merasa perlu membuat pembuktian bahwa dirinya masih menarik dengan “bermain api”.

Lebih baik lupakan keinginan tersebut dan fokuslah untuk membuat pernikahan ini tetap membahagiakan, bukan malah menghancurkannya dengan perselingkuhan.

Saat sedang berdua, ingatkan pasangan tentang hubungan seksual paling berkesan yang pernah Anda lakukan. Ajak pasangan untuk mengulanginya lagi.

Pada usia ini Anda berdua juga sudah memahami tentang seks, mengenal tubuh sendiri, dan mengenal lebih dalam tentang pasangan. Gunakan pengetahuan ini untuk saling menggoda dan membangkitkan gairahnya.

Misalnya, menyetel lagu favoritnya sebagai pembukaan. Jangan malu untuk mengungkapkan apa yang Anda sukai ketika berhubungan seksual.

Pada usia ini orgasme bukan lagi target yang ingin dicapai. Setelah memasuki lima dekade, Anda tetap bisa menghidupkan kobaran gairah dengan lebih fokus pada setiap sentuhan.

Perhatikan perasaan Anda ketika kulit Anda saling bersentuhan. Seluruh sensasi fisik dan emosional itu akan mendorong produksi hormon oksitosin yang membuat perasaan nyaman.

Jika Anda hanya fokus untuk mencapai klimaks, Anda akan kehilangan banyak sensasi.

Pada usia ini kaum wanita juga memasuki masa menopause sehingga kondisi vagina lebih kering dan berkurang elastisitasnya. Kabar baiknya, ada banyak obat yang bisa membantu menghilangkan masalah ini.

Komentar