Kebiasaan Buruk Menggigit Kuku

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 11 Juli 2017 | 07:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Majalah terkenal “reader’s digest,”  hari ini datang dengan tulisan “sepele” tapi memiliki komunitas yang besar dan sekaligus mengungkapkan latar belakang kebiasaan “buruk” itu.

Mengigit kuku.

Banyak orang orang memiliki kebiasaan menggigiti kuku, atau bahasa moderennya, “onychophagia.”

Kebiasaan ini bukan saja  merusak kuku, tapi juga bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti masuknya kotoran ke mulut, infeksi di jari, dan kerusakan gigi.

Sayangnya kebiasaan ini termasuk yang sulit dihentikan karena dilakukan tanpa sadar pada kondisi tertentu.

Para peneliti mengkategorikan hal ini sebagai kelainan perilaku untuk menenangkan diri saat seseorang berada dalam kondisi stres atau cemas.

Anda tentu masih ingat film-film kartun yang sering menggambarkan tokohnya menggigit kuku saat ketakutan.

Hal itu memang terlihat berlebihan, namun sebenarnya itulah yang dilakukan sebagian orang.

Nah ternyata menggigit kuku tidak hanya menunjukkan tingkat stres seseorang.

Menurut studi yang dimuat dalam Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry, kebiasaan itu juga menunjukkan bahwa pelakunya adalah orang yang perfeksionis.

Dalam risetnya, para peneliti melakukan survey terhadap empat puluh delapan orang, separuh di antaranya diketahui mengidap kebiasaan menggigit kuku.

Hasilnya memperlihatkan bahwa para penggigit kuku adalah orang-orang perfeksionis yang sering kali berpikir terlalu jauh dan dengan mudah menjadi frustasi bila maksudnya tidak kesampaian.

Para partisipan itu dikondisikan berada dalam situasi yang membuat mereka merasa stres, frustasi, bosan, dan rileks.

Tiga situasi pertama membuat para peserta dengan kebiasaan menggigit kuku, melakukan hal itu karena situasi yang kurang nyaman. Namun kebiasaan tersebut tidak dilakukan dalam situasi rileks.

“Kami yakin individu dengan kebiasaan itu menunjukkan sifat perfeksionis, artinya mereka tidak bisa bersikap lebih santai atau melakukan tugas dengan kecepatan normal,” ujar pimpinan riset Dr. Kieron O’Conner.

“Mereka menjadi frustasi, kurang sabar, dan tidak puas saat mereka tidak mencapai hasil yang diinginkan.”

Bagaimana mereka mengatasi perasaan tidak nyaman itu?

Dengan menggigiti kukunya!

Bila Anda termasuk orang yang suka mengigit kuku, barangkali Anda juga perfeksionis yang mudah galau bila sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan Anda.

Maka cara paling tepat untuk mencegah kebiasaan itu adalah mengendalikan emosi menjadi lebih tenang.

Sementara itu, Dana Stern, spesialis kulit dan kuku dari New York City memberikan beberapa pilihan agar kebiasaan ini menjauh dan kuku bisa lebih kuat dan bersih

Menurutnya, jangan biarkan tangan terpapar lama terkena air.

Menurut Stern, kuku menyerap air lebih cepat daripada kulit.

“Ketika air secara konstan bergerak masuk dan keluar kuku, air itu memberikan ketegangan luar biasa pada sel-sel kuku yang lembut,” jelasnya.

Terlalu banyak kontak dengan air dapat menyebabkan kuku jadi lemah dan lunak sehingga rentan jadi patah.

Lapisan kutek membantu melindungi kuku dan menjaga sel-sel kuku tetap kuat.

Namun Stern merekomendasikan formula cat kuku yang tak mengandung dibutyl phthalate, toluene, formaldehyde, kamper, dan bahan kimia formaldehyde resin.

Jangan lewatkan pula pemolesan base coat dan topcoat, karena keduanya memberikan lapisan perlindungan tambahan untuk kuku.

Hal ini perlu karena dapat membuat kuku jadi kering. Mengapa? Penghilang cat kuku adalah musuh no 1 untuk kuku sehat.

Lebih khusus lagi, aseton dalam penghilang kutek mengeringkan dan membuat kuku rapuh.

Stern menyarankan untuk tidak menggunakan pembersih cat kuku lebih dari dua kali seminggu. Jika harus melakukannya, gunakan pembersih yang bebas aseton.

Ketika kita ingin melakukan perawatan kuku di salon dan mendapati kuku terkelupas dan pecah-pecah, Stern merekomendasikan istirahat dua hingga empat minggu bagi kuku untuk memperbaiki kekuatannya.

Cairan pembersih tangan ini memang membunuh kuman tetapi juga menghilangkan kelembaban di kuku.

Jika tak menemukan sabun dan air untuk membersihkan tangan, Stern menyarankan menggunakan cuci tangan menggunakan sabun berpelembab yang dibawa di tas menggunakan botol kecil.

Kutikula adalah lapisan pelindung alami kuku. Merusaknya berarti melemahkan kuku dan membuat kita berisiko kena infeksi bakteri.

Semua orang dapat mengambil manfaat melapisi kuku dengan minyak kutikel untuk melembabkan kuku.

Orang yang senang berenang sebaiknya rajin mengoleskan minyak kutikula ke kuku, karena air berklorin mengeringkan kutikula secara brutal.

Melapisi kuku dengan cat kuku dan minyak kutikula akan melindungi kuku dari kekeringan setelah berenang.

“Vitamin B terbukti membantu melindungi kuku,” kata Stern. Minumlah 2-3 mg sehari selama empat hingga enam bulan.

Sel-sel kulit kaya akan protein keratin. Menambahkan protein pada pola makan dapat menjadi penguat kuku. Tambahkan pula makanan kaya biotin seperti telur, kacang-kacangan, almon, salmon.

Kuku lemah biasanya merupakan hasil dari faktor genetika. Jika kuku tampak rapuh, bisa saja itu gejala dari masalah kesehatan yang lebih besar.

“Hipotiroid, Raynaud’s syndrome, dan kekurangan protein dapat membuat kuku jadi rapuh dan lemah,” kata Stern. Periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penyebabnya

Komentar