Kebiasaan Bangun Tidur Bikin Tubuh Melar

Penulis:: Darmansyah

Senin, 22 Januari 2018 | 10:43 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman “womenshealthmagazine,  hai ini, Senin, 22 Januari, menurunkan tulisan tentang kebiasaan seseorang di pagi hari yang bisa membuat badsannya melar.

“Ada beberapa kebiasaan pagi yang bisa membuat badan melar. Umumnya dilakukan usai bangun tidur,” tulis laman itu

Seperti diungkapkan tim  Institute for Sustainable Weight Loss, Susan Peirce Thompson  aktivitas di pagi hari dapat menjadi fondasi yang kuat untuk pilihan yang akan dibuat sepanjang hari.

“Karenanya sangat penting untuk memiliki kebiasaan sehat sejak pagi,” kata Thompson

Dan ada beberapat kesalahan yang sering dilakukan dan akibatnya dalam upaya penurunan berat badan.

Kurang tidur memang bisa meningkatkan berat badan karena peningkatan level hormon yang meningkatkan nafsu makan.

Di lain pihak, tidur terlalu lama juga tak lebih baik.
Penelitian menunjukkan, tidur lebih dari sepuluh jam setiap malam meningkatkan risiko kegemukan.

Ada baiknya kamar Anda memiliki jendela sehingga setiap pagi sinar matahari bisa masuk. Sebuah penelitian, orang yang terpapar sinar matahari pagi setelah bangun tidur memiliki tingkat keberhasilan menurunkan berat badan lebih tinggi.

Ini karena sinar matahari membuat tubuh dapat menyesuaikan jam biologis, termasuk juga metabolisme tubuh.

Ini mungkin sepele, tetapi kebiasaan hidup aktif dimulai dengan membereskan tempat tidur sendiri dapat berpengaruh pada aktivitas lain sepanjang hari.

Misalnya saja, menurut survei orang yang rutin membereskan tempat tidurnya cenderung punya kebiasaan sehat lain seperti menyiapkan sarapan sehat.

Jangan biarkan timbangan yang Anda beli hanya menjadi pajangan di pojok kamar.

Biasakan untuk menimbang badan setiap hari, sebaiknya sesudah mandi dan sebelum berpakaian.

Pagi hari merupakan waktu terbaik untuk menimbang berat badan karena bobot tubuh paling rendah.

Dengan demikian hasilnya lebih akurat dan kita juga bisa membuat penyesuaian dengan pola makan dan aktivitas fisik hari itu.

Penelitian mengungkap, orang yang rutin sarapan dengan menu sehat sebesar 600 kalori cenderung tidak cepat lapar sepanjang hari.

Menu sarapan yang direkomendasikan terdiri dari protein tanpa lemak, karbohidrat dan sedikit makanan manis.

Mungkin Anda mengira jika Anda membatasi jumlah asupan makanan Anda, Anda mampu untuk menurunkan berat badan.

Namun, di sisi lain, makan terlalu sedikit juga dapat menyebabkan metabolisme Anda menurun.

Saat Anda menurunkan total asupan kalori Anda menjadi sangat sedikit dari biasanya, tubuh akan menganggap Anda sedang kelaparan, sehingga tubuh akan memperlambat pembakaran kalori dalam tubuh Anda.

Protein merupakan salah satu zat gizi yang Anda butuhkan untuk menjaga fungsi normal tubuh Anda. Banyak orang yang bilang bahwa saat diet sebaiknya asupan protein Anda ditingkatkan.

Namun, tidak sedikit dari orang diet yang berusaha hanya memakan sangat sedikit makanan, sehingga asupan proteinnya juga kurang.

Padahal, protein dapat meningkatkan metabolisme Anda

Walaupun diet yang sangat membatasi asupan makan dapat menurunkan tingkat metabolisme Anda, namun asupan protein yang tinggi dapat meminimalkan hal ini.

Penelitian menunjukkan bahwa protein dapat membantu Anda merasa kenyang dan meningkatkan kemampuan tubuh Anda dalam membakar kalori.

Lemak yang banyak masuk ke dalam tubuh Anda dan menumpuk dapat menyebabkan metabolisme Anda berjalan lebih lambat.

Metabolisme yang berjalan lambat ini bertujuan untuk menyimpan lebih banyak cadangan lemak dalam tubuh. Akibatnya, hal ini menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.

Minuman manis memang mengandung gula yang diperlukan oleh tubuh kita sebagai sumber energi.

Namun, terlalu banyak konsumsi minuman manis juga dapat berdampak buruk untuk kesehatan, diabetes mellitus tipe 2 misalnya. Selain itu, sering konsumsi minuman manis juga dapat menurunkan tingkat metabolisme Anda.

Sebuah penelitian enam tahun lalu yang diterbitkan oleh European Journal of Clinical Nutrition sudah membuktikan hal ini.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dengan kelebihan berat badan yang mengonsumsi minuman manis dalam kemasan mengandung gula fruktosa selama  sepuluh minggu mengalami penurunan tingkat metabolisme.

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko Anda terhadap berbagai macam penyakit dan juga kelelahan di keesokan harinya.

Selain itu, beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memperlambat metabolisme Anda dan dapat menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan.

Penelitian yang dilakukan Spaeth dan kawan-kawan dua tahun silam, misalnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menurunkan tingkat metabolisme istirahat orang dewasa sehat pada pagi hari.

Kurang tidur dapat membuat metabolisme karbohidrat dalam tubuh Anda terganggu, sehingga saat bangun tidur tubuh Anda masih mempunyai kadar gula darah yang tinggi.

Stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol Anda. Hal ini kemudian membuat nafsu makan Anda meningkat. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka Anda dapat mengalami kenaikan berat badan.

Komentar