Langsing? Nggak Makan Malam Ah..

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 23 Oktober 2013 | 14:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Perdebatan antara mengasup dan tidak mengasup karbohidrat di malam hari untuk menemukan tubuh ideal, tak pernah selesai di ranah penelitian. Ada dua kutub ekstrim dari para ilmuwan yang berdebat terus sepanjang masa tentang perlu tidaknya asupan karbohidrat bdi malam hari.

Banyak pakar diet yang mengatakan bahwa sebaiknya kita mengurangi konsumsi karbohidrat pada malam hari, jika tak ingin tubuh jadi gampang melar. Karbohidrat, seperti nasi, pasta, atau roti, sebaiknya dikonsumsi untuk sarapan dan makan siang saja.

Hal ini membuat karbohidrat seolah-olah punya semacam “jam malam”, yaitu tak boleh dikonsumsi selepas pukul 18.00. Anda juga disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi protein, yang katanya bisa membantu kita kenyang lebih lama.

Pengaturan makan seperti ini memang menjadi populer karena mudah dipahami dan mudah pula dilakukan. Malahan, orang-orang yang menerapkan cara makan seperti ini jadi merasa tidak gampang kembung dan lebih berenergi.

Namun menurut penelitian baru dari Institute of Biochemistry, Food Science and Nutrition di Hebrew University, Yerusalem, kalau Anda ingin benar-benar menurunkan berat badan sebaiknya Anda melakukan hal yang sebaliknya.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Sigar Sofer melakukan eksperimen terhadap 78 perwira polisi. Mereka dibagi dalam dua kelompok: kelompok yang mengonsumsi karbohidrat hanya pada malam hari, dan kelompok yang mengonsumsi karbohidrat sepanjang hari namun tetap dengan pengawasan peneliti.

Penelitian ini sebenarnya diadakan karena “terinspirasi” puasa Ramadhan di mana orang muslim berpuasa pada pagi hingga sore hari, dan makan makanan yang tinggi karbohidrat pada malam hari. Pengaturan makan tersebut ternyata menimbulkan perubahan jumlah leptin yang diproduksi oleh tubuh.

Oleh karena itu, muncul wawasan baru bahwa mungkin pola diet seperti ini justru menguntungkan, yaitu mengonsumsi karbohidrat lebih sedikit pada pagi dan siang hari, dan mengonsumsinya lebih banyak setelah pukul 17.00. Bahkan para peneliti juga menyarankan pola diet ini baik untuk orang-orang yang berisiko mengidap diabetes atau penyakit kardiovaskuler akibat obesitas.

Studi yang dimuat di jurnal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Diseases ini juga menerangkan bahwa Anda hanya perlu membatasi porsi makanan Anda. Kemudian, perhatikan pilihan karbohidratnya. Takaran seporsi makanan berkarbohidrat adalah selembar roti atau secangkir nasi atau pasta yang sudah matang.

Kini sedang populer Diet Atkins untuk menemukan tubuh ideal dengan mengurangi asupan karbohidrat. Beberapa selebriti mengakui mereka mendapatkan tubuh langsingnya setelah melakoni diet yang mewajibkan mengurangi karbohidrat ini.

Salah satu selebriti, Kim Kardashian, mengatakan, pola diet itu membantunya langsing kembali setelah melahirkan. Belum lama ini penelitian yang dilakukan tim dari Swedia juga menyebutkan bahwa cara terbaik untuk langsing adalah membatasi asupan karbohidrat.

Namun, para pakar diet mengatakan bahwa diet rendah karbohidrat seperti diet Atkins hanya efektif untuk jangka pendek.

“Jika Anda tak ingin gemuk dan mulai membatasi asupan kalori, cara ini dalam jangka pendek memang efektif mengurangi berat badan,” kata Jonas Lindblom ketua peneliti dari Swedia.

Ditambahkan oleh Rebecca Scritchfield, pakar diet, membatasi karbohidrat saja tak akan membantu Anda memiliki tubuh langsing dalam jangka panjang.

“Sebenarnya diet rendah karbohidrat justru memicu berat badan naik turun atau disebut dengan diet yo-yo. Dalam jangka panjang ini justru mengganggu metabolisme,” kata Scritchfield.

Ia menjelaskan, saat berat badan turun, massa otot dan juga lemak juga akan berkurang, tetapi saat berat badan naik kembali, yang bertambah hanyalah lemaknya.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan yang efektif dalam jangka panjang, ia menyarankan agar Anda mulai menerapkan pola makan sehat.

“Ini berarti mengisi setengah piring dengan buah dan sayur, seperempat protein, dan seperempatnya karbohidrat, pada setiap waktu makan,” katanya.

Imbangi juga dengan rutin berolahraga dan membatasi camilan yang tinggi kalori.

Diet rendah karbohidrat boleh saja dilakukan, terutama jika Anda butuh turun berat badan dalam waktu singkat. Misalnya dalam 3 bulan akan menikah. Namun, menjalankan gaya hidup sehat adalah yang kita butuhkan dalam jangka panjang.

Komentar