Kantuk Siang? Hindari Makanan Berlemak

Penulis:: Darmansyah

Senin, 13 Mei 2013 | 21:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Ternyata  makan tinggi lemak memiliki kaitan erat dengan kantuk siang,  sementara makanan tinggi karbohidrat membuat kita lebih waspada. Tidak ada kaitan antara konsumsi protein dengan rasa kantuk dan kewaspadaan. Itulah hasil sebuah peneltian yang baru saja di publikasikan.

Hasil tersebut tidak terkait dengan faktor usia, indeks massa tubuh, jumlah waktu tidur, serta total asupan kalori. “Setiap tambahan  asupan lemak memiliki efek langsung pada rasa mengantuk,” kata Dr.Alexandros Vgontzas, peneliti dari Penn State College of Medicine.

Hasil penelitian ini menguatkan studi sebelumnya mengenai pola makan dan rasa kantuk. “Rasa kantuk yang berlebihan dan rasa lelah sangat sering dialami orang. Kewaspadaan sebenarnya bisa ditingkatkan jika kita mengurangi asupan makanan berlemak,” kata Vgontzas.

Makanan tinggi lemak juga diketahui akan meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. Kesadaran konsumen akan kesehatan dan mencegah kegemukan membuat produsen makanan cepat saji menyiapkan menu-menu yang diklaim rendah kalori. Tetapi, adakah makanan cepat saji yang benar-benar sehat?

Selain pengaruh lemak terhadap kantuk sebuah penelitian lain mengingat tentang kandungan kalori dari makanan cepat saji yang juga berp[engaruh terhadap kantuk.. Sekelompok peneliti berusaha membuktikan hal tersebut dengan membandingkan kandungan kalori dari dua restoran cepat saji yang memiliki jaringan luas di seluruh dunia, yakni McDonald dan Subway.

Dalam sebuah penelitian, tim peneliti menganalisa tingkat kantuk atau kewaspadaan 31 orang sehat. Para responden berusia 18-65 tahun, tidak gemuk, dan memiliki pola tidur yang normal. Tim peneliti mencatat pola makan mereka.

“Ternyata kandungan kalori yang ada tidak jauh berbeda dan para responden rata-rata mengonsumsi terlalu banyak kalori di kedua restoran itu,”  kata pemimpin riset  Dr. Lenard Lesser, dari  UCLA Fielding School of Public Health.

Orang dewasa rata-rata direkomendasikan mengonsumsi sekitar 2000 kalori perhari yang dibagi dalam tiga kali waktu makan dan dua kali selingan makanan kecil atau buah. Jika untuk makan siang idealnya adalah 662 kalori, maka membeli satu menu di restoran cepat saji tentu sudah sangat berlebihan.

Lebih detailnya para peneliti menjelaskan, roti isi (sandwich) yang dibeli di gerai fast food mengandung 500-700 kalori. Minuman manis sekitar 60-150 kalir. Makanan pendamping seperti keripik kentang sekitar 35-201 kalori.

Secara keseluruhan makanan yang dibeli di kedua gerai fast food mengandung karbohidrat cukup tinggi. Asupan garamnya saja mencapai 1800 mg.

“Memang kita tidak melacak apa saja yang dimakan setelah fast food termasuk olahraganya. Namun akan lebih baik jika sekali makan tidak sampai 900 kalori,” kata Lesser.

Asupan kalori terbesar di restoran cepat saji adalah daging yang digoreng atau dibakar. Faktor kedua adalah minuman bersoda yang mengandung gula tinggi.

Para peneliti menyarankan agar para konsumen menyadari asupan kalori mereka. Jika ingin ke restoran cepat saji, lebih baik pilih menu dengan porsi kecil dan daging lebih tipis dan lebih banyak sayuran.

Asupan kalori berlebih ditambah pola hidup serba modern yang membuat seseorang kurang bergerak bisa menyebabkan ketidakseimbangan energi yang masuk dan keluar. Energi yang tersimpan itu akan disimpan sebagai lemak tubuh sehingga terjadilah kegemukan. Kegemukan sendiri merupakan biang segala penyakit, seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan masih banyak lagi.

 

 

Komentar